google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Saifudin Zuhri Tegaskan Perang Narkoba Demi Generasi Muda

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Malang, iKoneksi.com – Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Saifudin Zuhri, kembali mengingatkan pentingnya perlindungan generasi muda dari ancaman narkoba. Pesan itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam podcast LiniIndonesia.com, yang digelar di Pendopo AB Center Malang, Sabtu (27/9/2025). Mengusung tema “Lindungi Generasi Muda, Perangi Narkoba di Lingkungan Kita (P4GN)”, acara ini menyedot perhatian publik karena mengupas isu yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat.

Ancaman Serius Narkoba di Tengah Generasi Muda

Saifudin Zuhri membuka pernyataannya dengan menegaskan peredaran narkoba sudah tidak pandang bulu. Bukan hanya menyasar orang dewasa, tetapi juga generasi muda yang masih berada dalam fase mencari jati diri.

“Narkoba itu bukan sekadar masalah individu, melainkan masalah bangsa. Jika generasi muda kita rusak, maka rusaklah masa depan bangsa. Karena itu, perang melawan narkoba harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga dan masyarakat,” kata Saifudin dengan nada tegas.

Ia menambahkan peredaran narkoba kerap masuk melalui celah-celah sosial, seperti pergaulan bebas, lemahnya kontrol keluarga, hingga pengaruh lingkungan yang tidak sehat. Fakta inilah yang membuatnya menilai pemberantasan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan aparat, tetapi perlu gerakan bersama.

Podcast Sebagai Ruang Edukasi Publik

Dipilihnya format podcast dalam acara ini bukan tanpa alasan. Menurut penyelenggara, generasi muda kini lebih dekat dengan media digital, sehingga pesan antinarkoba akan lebih mudah diterima jika dikemas secara modern dan interaktif.

Saifudin menilai langkah ini sejalan dengan kebutuhan zaman.

“Generasi muda tidak bisa hanya kita ceramahi dengan cara lama. Mereka perlu diajak bicara dengan bahasa mereka, dengan media yang mereka gunakan sehari-hari. Podcast ini salah satu cara untuk menembus ruang pikir mereka,” tuturnya.

Dengan gaya santai namun serius, diskusi mengalir menyentuh banyak aspek, mulai dari pencegahan, peran keluarga, hingga urgensi regulasi yang lebih ketat untuk memutus mata rantai peredaran narkoba.

Tekankan Peran Masyarakat dan Pendidikan

Dalam kesempatan itu, Saifudin juga menekankan pentingnya pendidikan karakter sebagai benteng utama. Sekolah dan lembaga pendidikan, menurutnya, harus lebih proaktif dalam menyelipkan materi tentang bahaya narkoba.

“Kalau kita hanya bicara soal penindakan, itu tidak akan selesai. Yang lebih penting adalah bagaimana generasi muda memahami bahwa narkoba adalah racun yang menghancurkan masa depan. Kesadaran itu harus tertanam sejak dini,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti peran masyarakat. Menurutnya, lingkungan yang sehat akan menciptakan anak muda yang kuat.

“Kalau di lingkungan kita ada yang mencurigakan, jangan diam. Laporkan. Jangan biarkan satu orang pun jadi korban karena kelalaian kita,” tekan Saifudin.

P4GN Harus Jadi Gerakan Bersama

Tema acara, “Lindungi Generasi Muda, Perangi Narkoba di Lingkungan Kita (P4GN)”, mendapat perhatian khusus dari Saifudin. Menurutnya, P4GN bukan sekadar jargon, melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata, mulai dari tingkat RT/RW hingga kebijakan pemerintah daerah.

“P4GN ini harus kita gerakkan bersama. Tidak bisa pemerintah sendiri, tidak bisa polisi sendiri, tidak bisa sekolah sendiri. Harus ada kolaborasi. Kita harus benar-benar membuat anak muda merasa dilindungi dan punya arah hidup yang jelas,” serunya.

Harapan untuk Masa Depan

Di akhir diskusi, Saifudin menyampaikan harapan agar generasi muda Jawa Timur, khususnya Malang, bisa menjadi pelopor perubahan. Dengan semangat yang menyala, mereka diharapkan mampu menjauhi narkoba dan fokus membangun masa depan.

“Saya percaya generasi muda kita punya potensi luar biasa. Jangan biarkan narkoba mencuri masa depan itu. Mari kita lawan bersama, mulai dari rumah kita, sekolah kita, hingga lingkungan sekitar kita,” pungkasnya. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *