google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Santri PPI AMF Melaju ke Grand Final IFIC 2025

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Malang, iKoneksi.com – Kabar membanggakan kembali datang dari Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF). Salah satu santrinya, Zulva Wahyu Pradana, berhasil menembus babak grand final International Future Innovators Challenge (IFIC) 2025, ajang bergengsi tingkat internasional yang berfokus pada inovasi berbasis Sustainable Development Goals (SDGs). Tidak hanya lolos seleksi, Zulva juga meraih pembiayaan partially funded setelah melewati proses penilaian berlapis mulai dari tingkat dasar hingga pengujian produk.

IFIC yang diselenggarakan oleh Exocloud merupakan kompetisi global yang mendorong generasi muda berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan. Tahun ini, ratusan peserta dari berbagai negara bersaing menampilkan inovasi terbaik, menjadikan persaingan semakin ketat. Bagi PPI AMF, pencapaian Zulva menjadi bukti bahwa santri mampu berbicara di panggung internasional dengan karya yang relevan untuk masa depan.

Guru pendamping IFIC, Yolanda Pradiva Dinatri Prameswari, mengungkapkan antusiasme santri untuk mengikuti kompetisi ini sangat tinggi. Ia berharap capaian Zulva menjadi pemantik semangat bagi peserta lain.

“Semoga yang lolos bisa menjadikan ini langkah awal menuju impian yang lebih besar. Bagi yang belum berhasil, semoga kembali mencoba di ajang berikutnya,” ujarnya.

Yolanda juga tak menyembunyikan rasa bangganya. Zulva berhasil mengembangkan produk ramah lingkungan berupa tinta berbahan dasar keluak terobosan yang memadukan sains, kreativitas, dan kepedulian terhadap alam. Produk tersebut nantinya akan dipresentasikan di Malaysia pada babak grand final, tempat para inovator muda dari berbagai negara bertemu dan berkompetisi.

Di sisi lain, Zulva sendiri mengaku tak pernah membayangkan akan berada di posisi ini. Dari awalnya bersaing dengan lebih dari 400 peserta di tingkat nasional hingga akhirnya menembus 30 besar internasional dan meraih peringkat 12, perjalanan itu dianggapnya penuh pelajaran.

“Saya berharap prestasi ini bisa mendorong teman-teman santri lain untuk terus berinovasi. Santri juga harus bisa memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan,” tuturnya.

PPI AMF menegaskan keberhasilan ini bukan hanya pencapaian individu, tetapi juga momentum untuk memperkuat budaya inovasi di lingkungan pesantren. Mereka berharap semakin banyak santri terlibat dalam kompetisi global, khususnya yang mendukung visi pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Dengan semangat baru dan karya berbasis kearifan lokal, Zulva membuktikan inovasi bisa lahir dari mana saja, termasuk dari ruang-ruang belajar pesantren yang kini ikut mewarnai panggung inovasi internasional.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *