google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SMP Immanuel Batu Pelopori Absensi Digital di Malang Raya

  • Bagikan
Salah satu siswa saat menggunakan ID card untuk absensi digital, Senin (4/8/2025) (04/iKoneksi.com)
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com — Dunia pendidikan terus berbenah mengikuti pesatnya perkembangan teknologi informasi. Salah satu gebrakan terbaru datang dari SMP Immanuel Batu, yang menjadi pelopor penerapan sistem absensi digital berbasis kartu pelajar di wilayah Malang Raya. Inovasi ini bukan hanya mempercepat pencatatan kehadiran siswa, tapi juga menjawab tantangan sistem manual yang selama ini dinilai lamban, rentan manipulasi, dan sulit dalam analisis data.

Gagasan brilian ini muncul dari Kepala Sekolah SMP Immanuel Batu, Dhian Natalia Priyatno, yang melihat urgensi transformasi digital di sektor pendidikan, khususnya dalam hal monitoring kehadiran siswa. Menurutnya, sistem absensi manual yang selama ini digunakan sangat tidak efisien, berpotensi menimbulkan kesalahan, dan menyulitkan pelaporan baik kepada pihak internal sekolah maupun kepada orang tua.

“Transformasi ini sejalan dengan kebijakan digitalisasi pendidikan dari pemerintah. Kami tidak hanya ingin mengikuti arus, tetapi menjadi pelopor di Malang Raya,” kata Dhian saat ditemui iKoneksi.com, Senin (4/8/2025).

Sebagai langkah awal, pihak sekolah menetapkan masa uji coba selama sepekan, mulai tanggal 4 hingga 8 Agustus 2025. Uji coba ini bertujuan untuk mengukur efektivitas sistem sekaligus membiasakan siswa terhadap cara kerja kartu pelajar digital tersebut.

Kartu pelajar ini tidak hanya berfungsi sebagai tanda pengenal, melainkan juga dilengkapi chip unik untuk setiap siswa, yang memungkinkan pencatatan kehadiran secara real-time. Sistem ini langsung terintegrasi dengan aplikasi yang terhubung ke WhatsApp orang tua. Jika siswa tidak hadir, notifikasi otomatis akan dikirim ke ponsel orang tua, tentunya setelah mereka mengunduh aplikasi pendukung.

“Dengan digitalisasi absensi ini, orang tua bisa tahu langsung apakah anaknya sudah hadir atau belum di sekolah, tanpa harus menunggu laporan dari wali kelas,” jelas Dhian.

Tak hanya siswa, sistem serupa sebenarnya telah lebih dulu diterapkan bagi para guru. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Windha Putri, menyebut ID Card guru juga memiliki chip khusus, yang memungkinkan mereka untuk absen dari mana saja, seolah-olah mereka memiliki KTP digital.

“ID card ini tidak bisa dipalsukan atau dimanipulasi. Ini menjadi bentuk tanggung jawab profesional guru, sekaligus efisiensi administratif sekolah,” terang Windha.

Saat ini, SMP Immanuel Batu memiliki total 600 siswa yang aktif mengikuti kegiatan belajar untuk tahun ajaran 2025/2026. Menurut Windha, inovasi ini akan memberikan dampak besar, tidak hanya dalam efisiensi waktu, tetapi juga dalam membangun kepercayaan antara sekolah dan orang tua siswa.

Dukungan terhadap sistem ini juga datang dari kalangan siswa. Ketua OSIS SMP Immanuel Batu, Steve, menyambut positif kehadiran sistem absensi digital. Menurutnya, sebagai generasi Z yang lekat dengan teknologi, kehadiran sistem ini membuat komunikasi dengan orang tua jadi lebih terbuka dan akurat.

“Orang tua bisa langsung tahu apakah kami sudah sampai di sekolah atau belum. Ini penting juga untuk keselamatan kami saat berangkat dan pulang sekolah,” ungkap Steve.

Dengan peluncuran program ini, Dhian mengungkapkan SMP Immanuel Batu tidak hanya menjadi sekolah pertama di Malang Raya yang menerapkan absensi digital siswa, tapi juga membuktikan diri sebagai pionir dalam penerapan teknologi pendidikan berbasis data akurat dan transparan.

“Jika berhasil, bukan tidak mungkin sistem ini akan menjadi model yang diikuti oleh sekolah-sekolah lain di kawasan Malang Raya, bahkan nasional,” tutup Dhian. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *