google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Toba Pulp Lestari Diambil Alih Investor Asing Hong Kong

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Medan, iKoneksi.com – Perusahaan pulp dan rayon terkemuka, PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL), secara resmi mengumumkan peralihan kepemilikan saham mayoritas kepada Allied Hill Limited, sebuah perusahaan investasi berbasis di Hong Kong. Langkah ini menjadi sorotan publik, terutama karena TPL selama ini dikenal sebagai bagian dari bisnis taipan Indonesia, Sukanto Tanoto, yang erat kaitannya dengan dinamika industri kehutanan di Tanah Air.

Peralihan Kepemilikan Saham Mayoritas

Kabar ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Perusahaan PT Toba Pulp Lestari Tbk, Anwar Lawden, melalui keterangan resmi yang diteruskan oleh Kepala Komunikasi Perusahaan, Salomo Sihotang, pada Rabu, 11 Juni 2025.

Anwar menjelaskan bahwa Pinnacle Company Pte. Ltd, yang sebelumnya menguasai 92,42 persen saham TPL, dengan kode saham INRU di Bursa Efek Indonesia (BEI), telah sepakat untuk mengalihkan seluruh sahamnya kepada Allied Hill Limited. Jumlah saham yang dialihkan mencapai 1.283.649.894 lembar, menjadikan Allied Hill kini sebagai pemilik mayoritas dan pengendali utama perusahaan.

“Allied Hill Limited adalah perusahaan holding investasi yang berbasis di Hong Kong. Tujuan pengambilalihan ini untuk pengembangan bisnis dan pengendalian investasi ke depan,” kata Anwar.

Namun demikian, hingga saat ini perusahaan belum membeberkan waktu pasti pelaksanaan akuisisi tersebut.

Profil dan Perjalanan TPL

PT Toba Pulp Lestari Tbk bukan pemain baru di industri pulp nasional. Perusahaan ini didirikan pada 26 April 1983 dan mulai beroperasi secara komersial sejak 1 April 1989. Sebelumnya dikenal dengan nama PT Inti Indorayon Utama Tbk, perusahaan ini sempat menjadi sorotan karena berbagai persoalan lingkungan dan konflik agraria di wilayah operasionalnya.

Kantor pusat TPL berada di Uniplaza East Tower, Medan, Sumatera Utara, sementara pabriknya beroperasi di Kabupaten Toba, wilayah yang selama ini menjadi sumber utama bahan baku perusahaan berupa kayu dari hutan tanaman industri.

Pada 29 Desember 2024, TPL sempat menghentikan operasional pabrik karena kekurangan bahan baku. Kelangkaan ini dipicu oleh konflik lahan dengan masyarakat adat dan kelompok masyarakat lokal di sekitar wilayah PBPH (Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan), yang berdampak serius pada produksi pulp mereka.

“Kami kesulitan memperoleh kayu sebagai bahan baku karena adanya klaim lahan oleh masyarakat,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi di situs BEI pada 1 Januari 2025.

Kondisi Keuangan dan Penurunan Aset

Dari sisi keuangan, posisi PT Toba Pulp Lestari juga sedang tidak ideal. Per Maret 2025, perusahaan tercatat memiliki aset senilai US$ 455,37 juta, turun dari posisi Desember 2024 yang masih di angka US$ 464,23 juta. Sementara itu, kas dan setara kas perusahaan juga anjlok, dari US$ 416.000 menjadi hanya US$ 291.000.

Penurunan ini memperkuat dugaan perusahaan memang tengah berada dalam tekanan likuiditas, dan akuisisi oleh Allied Hill Limited bisa menjadi strategi penyelamatan bisnis yang dibutuhkan untuk memulihkan stabilitas operasional.

Apa Tujuan Allied Hill Limited?

Allied Hill Limited bukanlah nama yang dikenal luas di publik Indonesia, namun langkah investasinya ini dinilai sebagai perluasan portofolio di sektor kehutanan dan pulp Asia Tenggara. Dengan basis di Hong Kong, perusahaan ini diyakini memiliki koneksi kuat ke jaringan keuangan dan logistik internasional.

“Meski belum dijelaskan secara detail, kehadiran Allied Hill Limited sebagai pemilik baru bisa membuka babak baru dalam strategi bisnis TPL baik dari sisi pengelolaan bahan baku, kerja sama internasional, maupun modernisasi lini produksi. Namun, tidak sedikit pula pihak yang mempertanyakan arah bisnis dan dampaknya terhadap masyarakat lokal, terutama dalam konteks keberlanjutan dan penyelesaian konflik agraria yang selama ini membayangi reputasi TPL,” beber Anwar.

Akankah Ada Perubahan Strategi di Lapangan?

Peralihan kendali perusahaan ke investor asing menimbulkan pertanyaan lanjutan: apakah akan ada perbaikan manajemen konflik dengan masyarakat adat, atau justru eskalasi? Selama ini, TPL dikenal memiliki hubungan rumit dengan komunitas lokal di kawasan Danau Toba dan sekitarnya, terutama menyangkut hak atas tanah ulayat.

Publik kini menanti langkah konkret dari Allied Hill Limited: apakah mereka hanya akan fokus pada profit, atau juga membawa nilai baru dalam tata kelola sosial dan lingkungan?

Dengan akuisisi ini, arah masa depan PT Toba Pulp Lestari dan dampaknya terhadap masyarakat serta lingkungan sekitar akan menjadi sorotan tajam, bukan hanya di tingkat nasional, tapi juga di mata komunitas internasional. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *