google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Tragedi KMP Tunu, Dua Jenazah Masih Belum Teridentifikasi

  • Bagikan
banner 468x60

Kabupaten Banyuwangi, iKoneksi.com — Upaya identifikasi korban tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya terus dikebut oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur bersama sejumlah instansi terkait. Hingga Sabtu pagi (12/7/2025), sebanyak 15 dari total 17 jenazah telah berhasil diidentifikasi. Dua jenazah lainnya masih dalam proses pencocokan data, baik medis maupun properti pribadi yang dikumpulkan dari pihak keluarga korban.

Proses Identifikasi Bertahap dan Hati-hati

Berdasarkan laporan dari Tim DVI Polda Jatim, jenazah terakhir yang berhasil diidentifikasi adalah korban atas nama Muhlason, laki-laki kelahiran Pasuruan, 12 Agustus 1975. Ia tercatat tinggal di Dusun Brambang, Desa Brambang, Kecamatan Gondangwetan, Pasuruan. Identifikasi ini dilakukan setelah jenazah dengan nomor PM: DOKKES/MUNCAR/016 tiba pada 11 Juli pukul 10.44 WIB dan diperiksa secara intensif hingga 12 Juli.

Sementara dua jenazah lainnya masing-masing dengan nomor PM: DOKKES/PLENGKUNG/014 dan PM: DOKKES/BLIMBINGSARI/017 — masih dalam proses pencocokan. Pemeriksaan terhadap jenazah tersebut sudah berlangsung sejak mereka diterima di RSUD Blambangan, Banyuwangi, dan terus dilanjutkan hingga hari ini.

Komitmen Ketelitian dan Akurasi

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, menegaskan seluruh proses identifikasi dilakukan dengan sangat hati-hati dan mendahulukan ketepatan. Tujuannya adalah untuk memastikan setiap korban dipastikan identitasnya secara valid sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

“Kami berkomitmen untuk menyelesaikan proses ini sebaik mungkin, demi memberikan kepastian dan penghormatan bagi para korban maupun keluarga yang ditinggalkan,” kata Rama kepada iKoneksi.com.

Senada dengan hal itu, AKBP dr. Adam, Ketua Tim DVI Polda Jatim, mengingatkan proses identifikasi korban bencana tidak dapat dilakukan secara tergesa-gesa. Menurutnya, keakuratan dalam mencocokkan data post-mortem dan antemortem sangat krusial untuk menghindari kesalahan identifikasi.

“Tim kami, yang terdiri dari dokter forensik dan Inafis, terus bekerja siang dan malam dengan penuh kehati-hatian. Kami tidak ingin gegabah karena ini menyangkut rasa duka dan hak keluarga korban,” kata Adam.

Imbauan untuk Keluarga dan Harapan Penyelesaian

Adam juga mengimbau keluarga korban yang belum mendapat kepastian untuk tetap tenang dan terus menjalin komunikasi aktif dengan posko antemortem yang tersedia. Ia juga menyampaikan nomor call center DVI di 0851-9044-7911 sebagai saluran informasi bagi keluarga yang membutuhkan perkembangan data terkini.

“Harapan kami, dalam waktu dekat dua jenazah yang belum teridentifikasi ini dapat segera kami pastikan identitasnya dan diserahkan kepada pihak keluarga,” terangnya.

Proses identifikasi masih terus berlangsung di Post Mortem DVI Polda Jawa Timur yang berlokasi di RSUD Blambangan, Banyuwangi.

“Peristiwa tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya menjadi duka mendalam bagi banyak keluarga, dan kami memastikan semua proses dilakukan secara manusiawi, transparan, dan profesional,” tutup Adam. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *