google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

UMM dan MGMP Banyuwangi Segarkan Pembelajaran Sosiologi untuk Guru SMA

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Banyuwangi, iKoneksi.com – Sebagai bentuk kepedulian terhadap pengembangan ilmu Sosiologi di Indonesia, Program Studi Magister Sosiologi Direktorat Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berkolaborasi dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sosiologi Kabupaten Banyuwangi dalam sebuah kegiatan penyegaran materi pemberdayaan masyarakat untuk pembelajaran Sosiologi di tingkat SMA.

Acara ini digelar di aula SMAN 1 Rogojampi, Banyuwangi, dan diikuti oleh 36 guru Sosiologi dari berbagai sekolah di wilayah tersebut. Kegiatan ini menghadirkan Rachmad K. Dwi Susilo, MA., Ph.D., seorang pakar Sosiologi yang pernah menjadi tenaga ahli Pemerintah Kota Magelang dalam bidang Sosiologi, Pemberdayaan Masyarakat, dan Inovasi Sosial (2022–2024).

Dialog Produktif dan Pendekatan Interaktif

Dalam sambutannya, Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Rogojampi, Arbaillah, S.Pd., menyambut baik acara ini sebagai upaya meningkatkan profesionalisme para guru dalam mengajar Sosiologi.

“Kami sangat senang bisa menjadi tuan rumah kegiatan ini. Dengan hadirnya seorang pakar, kami mendapatkan perspektif baru yang lebih mendalam, bukan hanya teori dari buku pelajaran, tetapi juga wawasan dari pengalaman nyata di lapangan,” ujar Arbaillah.

Sementara itu, Mei Rita, Sekretaris MGMP Sosiologi Banyuwangi, menyoroti perbedaan signifikan dalam penyampaian materi dibandingkan metode konvensional.

“Kegiatan ini benar-benar berbeda karena materi yang diberikan lebih aplikatif, berbasis pengalaman lapangan, bukan sekadar teori dari buku teks. Ini sangat membantu kami dalam menyampaikan pembelajaran yang lebih kontekstual kepada siswa,” katanya.

Senada dengan hal itu, salah satu peserta, Wiyono, juga mengapresiasi metode yang digunakan dalam kegiatan ini.

“Kegiatan ini sangat menarik karena berbeda dari diskusi konsep biasa yang sering kali terlalu teoritis dan membosankan bagi siswa. Dengan pendekatan interaktif seperti ini, kami bisa lebih mudah mentransfer pemahaman kepada mereka,” ungkapnya.

Komitmen untuk Keberlanjutan Program

Sebagai pemateri utama, Rachmad K. Dwi Susilo menekankan acara seperti ini perlu terus dilakukan secara berkelanjutan untuk memperkaya pemahaman para guru dalam mengajarkan Sosiologi secara lebih kontekstual.

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga wadah bagi para guru untuk mendapatkan sudut pandang baru dalam mengajarkan pemberdayaan masyarakat kepada siswa. Kami berharap program ini bisa berlanjut di masa mendatang,” tutur Rachmad.

Dengan adanya kegiatan ini, para guru Sosiologi di Banyuwangi diharapkan semakin siap dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik, aplikatif, dan relevan dengan perkembangan sosial masyarakat.

“Kolaborasi antara institusi akademik dan komunitas guru menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia,” tutip Rachmad. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *