google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Universitas Ma Chung Jadi Tuan Rumah Chinese Bridge 2025, Ajang Bahasa dan Budaya Mandarin

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Universitas Ma Chung kembali mengukuhkan dirinya sebagai pusat kegiatan pendidikan dan budaya Tionghoa di Jawa Timur dengan menjadi tuan rumah ajang kompetisi kemampuan berbahasa Mandarin bergengsi, Chinese Bridge 2025. Kompetisi tahunan ini digelar secara istimewa di kampus Universitas Ma Chung dan menghadirkan peserta dari jenjang SMP, SMA/SMK, hingga mahasiswa.

Acara ini merupakan bagian dari agenda rutin yang diselenggarakan oleh Lembaga Koordinasi Pendidikan Bahasa Tionghoa Jawa Timur (LKPBT), yang bertujuan tidak hanya menguji kemampuan bahasa Mandarin, tapi juga mendorong pemahaman budaya serta semangat kreativitas peserta dari berbagai latar belakang usia dan jenjang pendidikan.

Ragam Tema Menggugah Kreativitas Peserta

Chinese Bridge 2025 mengangkat dua tema utama yang disesuaikan dengan kelompok peserta. Untuk pelajar SMP dan SMA/SMK, tema yang diusung adalah Fly High with Chinese, sebuah motivasi agar generasi muda dapat terbang tinggi mengembangkan kemampuan bahasa dan budaya Tionghoa dengan penuh semangat.

Sementara itu, untuk kategori mahasiswa, tema yang diangkat adalah One World, One Family, menegaskan nilai persatuan dan globalisasi di era modern yang mengedepankan keharmonisan dan solidaritas antarbangsa melalui bahasa dan budaya.

Jumlah Peserta dan Bentuk Kompetisi

Ketua panitia Chinese Bridge 2025, Dhatu Sitaresmi, S.S., MTCSOL, memaparkan kompetisi kali ini diikuti oleh 52 peserta, dengan rincian 33 peserta dari kategori SMP dan SMA, serta 19 peserta mahasiswa. Mereka bersaing dalam tiga bidang utama, yaitu:

1. Pidato berbahasa Mandarin – menuntut kemampuan berkomunikasi dan ekspresi bahasa secara lisan yang efektif dan menarik.

2. Penampilan budaya – menampilkan tarian, musik, atau seni tradisional yang mencerminkan budaya Tionghoa atau perpaduan budaya Tionghoa dan Indonesia.

3. Tes tertulis – menguji pengetahuan peserta tentang bahasa, budaya, dan fakta terkait negara Tiongkok secara mendalam.

“Pemenang dari setiap kategori akan berhak melaju ke babak tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 7–8 Juni 2025,” kata Dhatu.

Antusiasme Peserta: Semangat dan Kreativitas dalam Berkarya

Salah satu peserta, Viviane Graciela Cheryl, mahasiswa semester 6 Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin angkatan 2022, berbagi pengalamannya.

“Aku sangat senang bisa berpartisipasi dalam Chinese Bridge kali ini. Aku menampilkan tarian tradisional dan bagi saya menari adalah cara terbaik untuk mengekspresikan kebahagiaan sekaligus menghormati budaya. Semoga ke depan acara ini dapat kembali diadakan di Ma Chung,” tutur Viviane dengan semangat yang menggebu.

Kisah antusiasme Viviane menjadi bukti bahwa Chinese Bridge bukan sekadar kompetisi, melainkan juga wadah pembelajaran dan eksplorasi budaya yang memberikan ruang bagi para peserta untuk menggali dan mengekspresikan kreativitas mereka.

Sambutan dan Pesan Rektor Universitas Ma Chung

Dalam acara pembukaan, Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra M. Taneo, MS., M.Sc., menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kompetisi ini. Ia juga menyampaikan salam dan pesan khusus dari Konsul Jenderal Tiongkok di Surabaya, Xu Yong, yang turut memberikan ucapan selamat dan dukungan terhadap kegiatan ini.

“Pesan penting dari Konsul Jenderal adalah agar kita tidak hanya fokus pada siapa yang menjadi pemenang, tetapi melihat makna sesungguhnya dari kegiatan ini: menjalin dan mempererat pertukaran budaya antara Indonesia dan Tiongkok. Semua peserta adalah duta budaya yang membawa pesan persahabatan dan kolaborasi,” tegas Yufra.

Sejarah dan Peran Strategis Kompetisi Chinese Bridge

Dhatu membeberkan kompetisi Chinese Bridge pertama kali diadakan untuk pelajar SMP-SMA pada tahun 2002 dan mulai melibatkan mahasiswa sejak 2008. Sejak itu, ajang ini berkembang menjadi platform penting dalam mendorong minat belajar bahasa Mandarin dan mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok.

“Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga mengenal lebih dalam budaya, adat istiadat, dan nilai-nilai yang terkandung dalam kehidupan masyarakat Tiongkok. Melalui kompetisi ini, banyak peserta yang mendapatkan pengalaman berharga dalam berkomunikasi lintas budaya, meningkatkan kemampuan bahasa, serta memperluas jaringan pertemanan internasional,” jelas Dhatu.

Chinese Bridge 2025: Inspirasi untuk Masa Depan Hubungan Indonesia-Tiongkok

Dengan semangat kolaborasi budaya dan kompetisi yang sehat, Chinese Bridge 2025 di Universitas Ma Chung menjadi ajang inspiratif yang memperlihatkan bagaimana generasi muda Indonesia mampu menjadi jembatan dalam menjalin persahabatan antara dua negara.

“Lebih dari sekadar kompetisi bahasa, acara ini menjadi perwujudan nyata soft diplomacy yang memperkuat hubungan Indonesia dan Tiongkok melalui medium bahasa dan seni budaya. Semangat yang dibawa peserta dan penyelenggara menandakan harapan besar agar hubungan bilateral kedua negara semakin kokoh dan berkelanjutan,” pungkas Dhatu. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *