google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Wali Kota Malang Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Pilar Ekonomi Baru

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Pemerintah Kota Malang terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat perekonomian berbasis rakyat. Melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag), Pemkot Malang menggelar Pelatihan dan Pendidikan Perkoperasian bagi Pengurus dan Pengawas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih se-Kota Malang, yang digelar pada 13–15 Oktober 2025 di Gedung Malang Creative Center (MCC).

Kegiatan ini diikuti oleh 57 koperasi dengan total 342 peserta pada hari pertama, dan 114 peserta pada hari kedua dan ketiga. Tujuannya jelas: membentuk koperasi yang modern, mandiri, dan berdaya saing tinggi sebagai pilar ekonomi baru bagi masyarakat Kota Malang.

Pelatihan ini menjadi bagian dari gerakan nasional untuk memperkuat koperasi sebagai instrumen ekonomi kerakyatan, sejalan dengan arahan Presiden RI melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Koperasi, Pilar Utama Ekonomi Kerakyatan

Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sya, dalam laporannya menegaskan bahwa koperasi memiliki posisi strategis dalam memperkuat struktur ekonomi nasional. Ia menyebut pelatihan ini berlandaskan pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian serta Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 9 Tahun 2018.

Eko menyebutkan tiga tujuan utama pelaksanaan pelatihan ini:

  1. Meningkatkan kesadaran dan pemahaman pengurus koperasi terhadap prinsip dan praktik perkoperasian yang sehat.
  2. Membangun jejaring kolaboratif antar koperasi agar mampu tumbuh bersama dalam ekosistem ekonomi rakyat.
  3. Menyusun rencana tindak lanjut pembentukan koperasi baru di seluruh kelurahan di Kota Malang.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat semangat koperasi di Kota Malang, sehingga dapat berperan aktif dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Eko.

Ia menambahkan beberapa unit usaha yang akan dikembangkan antara lain penjualan sembako bekerja sama dengan Bulog, pangkalan LPG bersama Hiswana Migas dan Pertamina, serta usaha air minum isi ulang bersama CV Wansa Arjuna Sejahtera.

“Untuk memperkaya wawasan peserta, pelatihan ini menghadirkan narasumber dari berbagai lembaga, termasuk Universitas Islam Malang, OJK, Bank Indonesia, BNI Kanwil Malang, Hiswana Migas, Dekopin, dan Diskopindag Kota Malang sendiri,” terangnya.

DPRD Kota Malang: Koperasi Adalah Masa Depan Ekonomi Rakyat

Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, turut hadir membuka kegiatan tersebut. Ia menyambut positif langkah pemerintah yang mendorong penguatan koperasi rakyat hingga tingkat kelurahan.

“Hari ini kita tidak hanya hadir untuk pelatihan, tetapi untuk membangun kesadaran bahwa koperasi bukan masa lalu, melainkan masa depan ekonomi rakyat Indonesia,” tegas Amithya.

Ia menjelaskan koperasi adalah bentuk gotong royong modern, yang menanamkan nilai solidaritas, transparansi, dan kejujuran. Keberhasilan koperasi, katanya, bukan semata diukur dari besar kecilnya modal, melainkan dari integritas dan semangat belajar para pengurusnya.

Amithya juga menyoroti filosofi tiga warna yang menjadi identitas Koperasi Merah Putih:

  • Merah melambangkan keberanian berinovasi.
  • Putih melambangkan kejujuran dan transparansi.
  • Gabungan merah dan putih mencerminkan gotong royong dan persaudaraan ekonomi.

“Koperasi ini dibangun dari bawah, dari nol, dan dari kebersamaan. Maka InsyaAllah akan lebih bermakna. Mari jadikan Koperasi Merah Putih sebagai simbol inovasi, integritas, dan inklusivitas,” serunya.

Wali Kota Malang: Koperasi Harus Adaptif dan Inovatif

Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan pelatihan ini merupakan bagian penting dari implementasi program strategis nasional di bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kami berkomitmen memperkuat gerakan koperasi melalui pembekalan kapasitas bagi pengurus dan pengawasnya, agar koperasi di Kota Malang semakin adaptif terhadap perkembangan zaman,” sebut Wahyu.

Menurut Wahyu, penguatan koperasi tidak hanya soal administrasi dan keuangan, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan teknologi digital, manajemen profesional, serta tata kelola yang transparan. Ia mengapresiasi sinergi antara Diskopindag Kota Malang dan Dekopinda yang melaksanakan kegiatan ini melalui dana hibah Pemkot Malang.

“Koperasi adalah lembaga ekonomi rakyat yang penting dan harus terus bertransformasi. Kita harus memastikan koperasi dapat beroperasi secara mandiri dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

Wahyu juga mengingatkan para pengurus koperasi untuk bijak dalam mengelola pinjaman dan investasi.

“Gunakan pinjaman sesuai kebutuhan usaha agar risiko dapat ditekan. Jika butuh seratus juta, pinjamlah secukupnya, jangan berlebihan,” pesannya.

Koperasi Merah Putih, Simbol Kemandirian Ekonomi Daerah

Pelatihan ini diharapkan Basarah menjadi langkah awal menuju koperasi yang profesional, modern, dan mandiri di setiap kelurahan di Kota Malang. Dengan dukungan berbagai pihak, Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi simbol kemandirian dan gotong royong ekonomi masyarakat Malang.

Menutup sambutannya, Wahyu mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan menjadikan koperasi sebagai wadah untuk membangun masa depan ekonomi daerah yang lebih tangguh.

“Bersama, kita wujudkan Kota Malang yang berdaya saing, mandiri, dan sejahtera — melalui semangat koperasi sebagai kekuatan ekonomi rakyat,” pungkasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *