google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Wamentan Sudaryono Bakar Semangat Ribuan Mahasiswa Baru UB

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Suasana Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya (UB) mendadak gegap gempita pada Rabu (13/8/2025). Ribuan mahasiswa baru yang mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025 larut dalam semangat ketika Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Sudaryono B.Eng., M.M., MBA, hadir memberikan motivasi.

Dalam penampilannya, Sudaryono tampil berbeda. Ia tidak sekadar menyampaikan pidato formal, melainkan mengajak mahasiswa berinteraksi dalam suasana santai namun penuh energi. Sejak awal, ia menekankan pentingnya memanfaatkan masa muda untuk belajar seluas-luasnya dan berani melawan segala keterbatasan.

Dari Anak Petani hingga Berhasil di Negeri Sakura

Sudaryono membuka kisah hidupnya dengan sangat jujur. Lahir dari keluarga petani sederhana di Grobogan, Jawa Tengah, ia merasakan kerasnya hidup sejak kecil. Orang tuanya yang tidak menamatkan sekolah menanamkan pesan sederhana namun berharga: jangan pernah minder meski hidup dalam keterbatasan.

“Le, ini uang saku. Simpan. Kalau temanmu ngajak jajan, kamu ikut dan bayar sendiri. Tapi jangan kamu pakai untuk jajan sendirian. Supaya kamu tidak kelihatan miskin,” kenangnya menirukan pesan sang ayah.

Pesan itu, menurutnya, menjadi bekal hidup yang kuat. Ia menegaskan bahwa semua orang memiliki keterbatasan, namun cara berpikir dan mentalitaslah yang menentukan keberhasilan.

“Anda boleh miskin, tapi jangan terlihat miskin. Anda boleh merasa tidak pintar, tapi jangan terlihat malas belajar,” tegasnya.

Perjuangannya mencapai pendidikan tinggi di Jepang menjadi bukti nyata. Tanpa bekal bahasa Jepang, ia nekat berangkat dengan beasiswa. Hanya dalam setahun ia mampu lulus ujian kemampuan bahasa Jepang level 2, lalu setahun kemudian menembus level 1. Hebatnya lagi, di jurusan Mechanical System Engineering, ia berhasil menjadi mahasiswa asing pertama yang meraih peringkat satu di kelas yang mayoritas diisi mahasiswa Jepang.

Bantuan Modal Usaha untuk Mahasiswa Baru

Tidak hanya berbicara soal motivasi, Sudaryono membawa kejutan. Di tengah sesi, ia mengumumkan akan memberikan bantuan modal usaha bagi mahasiswa baru yang sudah memiliki bisnis. Spontan, beberapa mahasiswa maju ke panggung, mulai dari yang berjualan makanan, kerajinan tangan, hingga jasa kreatif.

Menurut Sudaryono, modal tersebut bukan sekadar uang, melainkan bentuk kepercayaan.

“Kalau ada yang sudah punya usaha, saya ingin kalian bisa mengembangkannya. Modal ini tanda kepercayaan bahwa kalian mampu,” ujarnya disambut tepuk tangan riuh.

Ia menekankan agar modal itu digunakan dengan bijak. Fokusnya harus pada pengembangan usaha, bukan konsumsi pribadi. Dalam pandangannya, mahasiswa yang berani berwirausaha sejak dini akan memiliki mental mandiri, kemampuan problem solving, dan keunggulan kompetitif di dunia kerja.

Tiga Pesan Penting untuk Mahasiswa Baru

Menutup materinya, Sudaryono merangkum pesan menjadi tiga hal utama. Pertama, manfaatkan masa muda untuk belajar apa saja karena dengan usaha, semua bisa dikuasai. Kedua, pahami bahwa mahasiswa UB adalah “the chosen one”, terpilih di antara jutaan anak muda lain yang ingin berada di posisi sama.

“Di luar sana banyak yang ingin duduk di kursi Anda sekarang. Jangan sia-siakan kesempatan ini,” tekannya.

Ketiga, yakini bahwa setiap orang seusia memiliki potensi setara. Tidak ada alasan untuk minder. Ia bahkan mengajak mahasiswa memanfaatkan apa yang ia sebut sebagai The Power of Kepepet. “Kadang saat terdesak, otak kita jadi lebih cerdas. Maka pepetlah diri sendiri untuk berani mencoba hal baru,” katanya.

Semangat yang Menginspirasi

Sesi motivasi yang berlangsung hampir dua jam itu ditutup dengan tepuk tangan meriah ribuan mahasiswa baru. Pesan terakhir Sudaryono kembali menggarisbawahi esensi perjuangannya sejak muda.

“Keterbatasan bukan penghalang, melainkan pendorong untuk melangkah lebih jauh,” pungkasnya.

Bagi mahasiswa baru UB, hari itu bukan sekadar momen penyambutan, melainkan pengalaman inspiratif yang bisa menjadi titik awal perjalanan mereka di dunia kampus dan masa depan. (05/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *