google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Warga Malang Gotong Royong Perbaiki Jembatan Sonokembang, Pemkot Masih Menunggu Anggaran

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Di tengah lambannya respons pemerintah, puluhan warga Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, memilih untuk tidak tinggal diam. Mereka turun langsung ke lapangan, bergotong royong memperbaiki Jembatan Sonokembang yang ambrol diterjang air bah pada Jumat (10/10/2025).

Dengan peralatan sederhana seperti bambu, cangkul, dan ember, warga berusaha memperkuat pondasi jembatan yang runtuh. Meski perbaikan itu bersifat sementara, semangat kebersamaan mereka menjadi sorotan publik, terlebih setelah aksi tersebut viral di media sosial X (Twitter).

Dalam video amatir yang diunggah oleh akun @DitoModificator, tampak warga saling bahu-membahu di bawah terik matahari. Beberapa di antara mereka mengikat bambu untuk menopang sisi jembatan yang ambruk, sementara yang lain mengangkut batu dan tanah untuk memperkuat dasar aliran sungai.

Video berdurasi satu menit itu disertai narasi dari seorang warga:

“Selamat siang, mengabarkan dari Jembatan Sonokembang, Pandanwangi. Karena Dinas kesuen (lamban), warga berinisiatif,” kata pria tersebut dalam video yang diunggah Minggu (26/10/2025).

Unggahan itu segera menuai respons luas. Banyak warganet yang memuji inisiatif warga, namun tak sedikit pula yang menyoroti lambannya respons Pemerintah Kota Malang dalam menanggulangi kerusakan jembatan yang sudah dua minggu terbengkalai.

Janji Pemerintah dan Realita di Lapangan

Sebelumnya, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat telah meninjau langsung lokasi jembatan yang ambrol dan berjanji akan memprioritaskan perbaikannya melalui dana Biaya Tidak Terduga (BTT). Mengingat peran vital Jembatan Sonokembang sebagai akses utama warga antar-kelurahan, Wahyu menyebut proyek itu akan segera dikerjakan secara darurat.

Namun, dua pekan berlalu, janji tersebut belum juga terealisasi. Tak ada alat berat, tak ada pekerja proyek hanya warga yang berusaha bertahan dengan tenaga dan bahan seadanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, akhirnya menjelaskan penyebab lambannya perbaikan. Ia menyebut bahwa anggaran BTT yang tersedia hanya sebesar Rp 2 miliar, sementara total kebutuhan rekonstruksi jembatan mencapai Rp 5,3 miliar.

“Dari anggaran BTT itu hanya ada sekitar dua miliar yang bisa digunakan, sementara kebutuhannya mencapai 5,3 miliar,” sebut Dandung, Jumat (24/10/2025).

Keterbatasan ini membuat pemerintah belum dapat melaksanakan perbaikan permanen. Padahal, masyarakat berharap agar akses yang terputus segera kembali normal.

Solusi Sementara: Menunggu Jembatan Darurat Bailey

Sebagai langkah sementara, Pemkot Malang memutuskan untuk menyewa Jembatan Bailey jembatan darurat baja yang bisa dipasang dengan cepat. Solusi ini dinilai lebih realistis ketimbang menunggu penganggaran baru yang belum tentu cair tahun ini.

“Untuk saat ini kami berencana membangun jembatan darurat jenis Bailey agar akses warga tidak terputus terlalu lama,” jelas Dandung.

Rencana ini tentu disambut baik, tetapi warga masih skeptis. Mereka sudah menunggu cukup lama tanpa kepastian kapan jembatan itu benar-benar akan dipasang. Beberapa warga bahkan berpendapat, selama proses administrasi masih berjalan, kehidupan mereka tidak bisa berhenti.

“Kalau nunggu terus, kami yang rugi. Anak sekolah nggak bisa lewat, jualan susah, kalau darurat begini ya kami perbaiki sebisanya,” ungkap seorang warga yang ikut bergotong royong.

Gotong Royong, Simbol Kepedulian Warga di Tengah Keterbatasan

Aksi gotong royong warga Pandanwangi menjadi potret nyata bagaimana solidaritas tumbuh di tengah ketidakpastian. Mereka tidak hanya memperbaiki jembatan, tapi juga menunjukkan wajah lain dari Kota Malang — yang kuat, kompak, dan mandiri.

Di sisi lain, kejadian ini juga menjadi cermin bagi pemerintah daerah, bahwa keterlambatan dalam penanganan infrastruktur dasar dapat menimbulkan keresahan dan memicu aksi spontan masyarakat.

Kini, warga masih menanti realisasi janji perbaikan dari Pemkot Malang. Mereka berharap jembatan darurat yang dijanjikan benar-benar segera terpasang, bukan sekadar rencana di atas kertas.

Sementara itu, video aksi warga terus dibagikan di berbagai platform media sosial dan menjadi simbol semangat gotong royong warga Malang yang tidak menyerah menunggu bantuan.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *