Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Ziarah ke Makam Mbah Wahab, H. Gunadi Wahono: Jangan Cari Kebesaran di NU

  • Bagikan
banner 468x60

JOMBANG, iKoneksi.com – Pengusaha muda sekaligus kader Nahdlatul Ulama (NU) asal Bali, H. Gunadi Wahono, berziarah ke makam KH Abdul Wahab Chasbullah di sela rangkaian Muktamar Ke-35 NU di Jombang. Ziarah tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali pesan perjuangan salah satu pendiri NU kepada generasi penerus organisasi.

Di hadapan makam KH Abdul Wahab Chasbullah, H. Gunadi Wahono menyampaikan pesan yang dinilai masih relevan bagi kader NU saat ini. Ia mengingatkan agar NU tidak dijadikan ruang untuk mengejar kepentingan maupun kebesaran pribadi.  “Jadikan NU sebagai media dakwah, perjuangan, dan silaturahim. Dan jangan sekali-kali mencari kebesaran di NU, tapi besarkanlah NU.”

Menurut H. Gunadi Wahono, pesan tersebut menjadi pengingat bagi setiap kader yang mendapatkan amanah di dalam organisasi. Jabatan dan posisi di NU, kata dia, semestinya dipandang sebagai sarana untuk berkhidmah, bukan tujuan untuk membangun kepentingan pribadi.

“Jangan sampai kita hadir di NU untuk mencari kebesaran diri sendiri. Justru tugas kita adalah bagaimana membesarkan NU, menjaga marwah organisasi, dan memberikan manfaat kepada umat,” ujar H. Gunadi Wahono.

H. Gunadi Wahono juga mengingatkan kader NU agar tidak menjalankan perjuangan secara setengah-setengah. Semangat tersebut, menurut dia, merupakan bagian dari karakter perjuangan yang diwariskan para pendiri NU.

“Jangan jadi NU yang tanggung. Kalau mau jadi NU, jadilah NU yang benar-benar berjuang. Sebab, kalau kita berhenti di tengah jalan, maka musuh-musuh kita akan tertawa terbahak-bahak. Teruskanlah perjuangan ini sampai titik darah yang penghabisan.”

H. Gunadi Wahono menilai Muktamar Ke-35 NU tidak hanya berkaitan dengan persoalan kepemimpinan organisasi. Forum tersebut juga menjadi kesempatan bagi kader untuk melakukan evaluasi sekaligus memperbarui komitmen perjuangan.

“Bagi saya, Muktamar bukan hanya soal siapa yang memimpin. Yang lebih penting adalah bagaimana setelah Muktamar ini semangat khidmah kader semakin kuat,” katanya.

Ia berharap semangat yang diwariskan KH Abdul Wahab Chasbullah dapat diteruskan oleh generasi muda NU. Menurut H. Gunadi Wahono, perjuangan tersebut perlu diwujudkan melalui penguatan keilmuan, kemandirian ekonomi, kepedulian sosial, serta komitmen terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

“Kader NU harus berani mengambil peran di berbagai bidang. Tidak hanya di bidang keagamaan, tetapi juga pendidikan, ekonomi, sosial, dan kemasyarakatan. Kita harus mampu menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat,” tutur H. Gunadi Wahono.

Ziarah tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan NU dibangun melalui perjuangan panjang para pendirinya. Bagi H. Gunadi Wahono, warisan tersebut bukan sekadar untuk dikenang, tetapi menjadi tanggung jawab generasi penerus untuk dilanjutkan.

“Kita tidak sedang mencari kebesaran dari NU. Kita sedang diberi kesempatan untuk ikut membesarkan NU,” pungkas H. Gunadi Wahono.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *