google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Pencairan Dana Bosda Kota Mojokerto Dimulai Triwulan I

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Mojokerto, iKoneksi.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto akhirnya memulai proses pencairan Dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) untuk triwulan pertama tahun 2025, setelah sebelumnya mengalami keterlambatan. Kepala Dikbud Kota Mojokerto, Ruby Hartoyo, memastikan bahwa penyaluran dana Bosda telah dimulai, dan pencairan akan dilakukan untuk lembaga pendidikan yang telah memenuhi syarat dan melengkapi dokumen pengajuan.

“Alhamdulillah, dana Bosda untuk triwulan pertama sudah mulai diproses pencairannya. Insya Allah, dana akan segera masuk ke sekolah-sekolah yang sudah melengkapi persyaratan administrasi,” kata Ruby dalam keterangan tertulis yang diterima pada Jumat, (2/5/2025).

Keterlambatan Penyaluran yang Terjadi di Awal Tahun

Proses pencairan Bosda untuk triwulan pertama tahun 2025 sempat tertunda karena adanya penyesuaian dalam sistem pengelolaan dana yang baru. Dalam upaya meningkatkan akuntabilitas dan efisiensi pengelolaan keuangan daerah, Pemkot Mojokerto menerapkan sistem berbasis aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (Arkas) yang terhubung dengan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

“Penyesuaian ini memang membutuhkan waktu karena setiap sekolah harus terlebih dahulu mengadaptasi dengan sistem baru ini. Kami juga telah melakukan sosialisasi kepada semua sekolah untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam pengelolaan,” terang Ruby.

Keterlambatan yang terjadi pada triwulan pertama, menurutnya, adalah akibat dari adaptasi dengan sistem yang lebih canggih dan terintegrasi, yang akhirnya mempengaruhi proses pencairan dana. Namun, Ruby menegaskan penyaluran dana Bosda untuk triwulan berikutnya akan dilakukan secara rutin setiap triwulan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Alokasi Dana Bosda yang Cukup Besar

Tahun ini, Pemkot Mojokerto mengalokasikan dana Bosda sebesar Rp 9 miliar untuk jenjang SMP, yang akan disalurkan kepada 9 SMP negeri, 9 SMP swasta, dan 3 Madrasah Tsanawiyah (MTs). Sementara itu, untuk jenjang SD, dana Bosda dialokasikan sebesar Rp 12 miliar yang diperuntukkan bagi 44 SD negeri, 9 SD swasta, serta 9 Madrasah Ibtidaiyah (MI).

“Untuk jenjang SD dan SMP, dana Bosda sangat penting untuk kelancaran operasional sekolah, mulai dari honor guru, hingga biaya barang dan jasa yang dibutuhkan. Dengan alokasi dana yang cukup besar, kami berharap dapat mendukung kegiatan belajar mengajar dengan lebih maksimal,” jelas Ruby.

Dampak Keterlambatan Bagi Sekolah

Sebelum penyaluran Bosda dimulai, banyak sekolah di Kota Mojokerto mengeluhkan keterlambatan pencairan dana tersebut. Sejumlah lembaga pendidikan bahkan terpaksa menunggak pembayaran honor bagi guru ekstrakurikuler (ekskul) dan terjebak dalam utang untuk penyedia barang dan jasa yang mendukung operasional sekolah.

“Memang ada beberapa sekolah yang kesulitan karena dana Bosda terlambat cair. Sebagai contoh, beberapa sekolah terpaksa menunda pembayaran honor guru ekskul dan harus berutang kepada penyedia barang atau jasa. Namun, sekarang dana tersebut sudah mulai dicairkan, dan kami pastikan penyaluran berikutnya akan lebih lancar,” ucap Ruby.

Komitmen untuk Normalisasi Penyaluran Bosda

Meski terjadi keterlambatan pada triwulan pertama, pihak Dikbud Kota Mojokerto berkomitmen untuk menjaga agar penyaluran dana Bosda ke depan dapat berlangsung tepat waktu dan lancar.

“Kami memastikan bahwa setelah pencairan dana triwulan pertama ini, penyaluran untuk triwulan-triwulan berikutnya akan berjalan normal dan tidak ada lagi keterlambatan. Ini merupakan komitmen kami untuk terus mendukung kelancaran pendidikan di Kota Mojokerto,” tekan Ruby.

Dengan pencairan dana Bosda yang mulai berjalan, diharapkan sekolah-sekolah dapat segera memenuhi kebutuhan operasionalnya dan memberikan pelayanan yang lebih baik bagi siswa.

“Dana tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Mojokerto, serta mendukung berbagai program yang ada di masing-masing lembaga pendidikan. Pemkot Mojokerto sendiri berkomitmen untuk terus mengawal pengelolaan dana agar berjalan dengan efisien, transparan, dan akuntabel, demi kemajuan pendidikan di kota ini,” pungkas Ruby. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *