google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kolaborasi PHRI dan BPS Kota Malang Perkuat Data Usaha Malang

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — BPC PHRI Kota Malang terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi daerah. Hal itu terlihat dalam pertemuan rutin yang digelar di Ijen Suites Malang, Rabu (20/5/2026), yang tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang kolaborasi lintas sektor.

Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Umar Sjaifudin, bersama timnya. Dalam forum itu, BPS memperkenalkan sekaligus mengajak para pelaku usaha perhotelan dan restoran untuk berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 melalui pengisian aplikasi sensus secara langsung.

Ketua BPC PHRI Kota Malang, Agoes Basuki, menegaskan pertemuan rutin bulanan selalu dirancang tidak hanya sebagai forum internal, tetapi juga sebagai wadah berbagi wawasan dan memperluas jejaring usaha.

“Selain mempererat silaturahmi antaranggota, kami selalu menghadirkan tamu dari berbagai instansi, komunitas, hingga vendor. Tujuannya jelas, agar anggota mendapatkan insight baru untuk mengembangkan usaha sekaligus memperkuat sektor pariwisata,” tutur Agoes.

Ia menjelaskan, kehadiran BPS dalam pertemuan kali ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya data dalam perencanaan bisnis dan kebijakan publik. Melalui Sensus Ekonomi 2026, pemerintah berupaya memetakan kondisi riil sektor usaha, termasuk perhotelan dan restoran, sebagai dasar pengambilan keputusan yang lebih akurat.

“Data yang valid akan berdampak langsung pada kebijakan yang lebih tepat sasaran. Karena itu, kami mendorong seluruh anggota untuk berpartisipasi aktif,” jelasnya.

Tak hanya itu, pertemuan tersebut juga menghadirkan Program Pangan Kota Kita, mitra dari Dinas Pangan dan Pertanian Kota Malang. Program ini memperkenalkan strategi pemenuhan kebutuhan pangan yang berkelanjutan serta peluang kemitraan antara pelaku usaha hotel dan restoran dengan penyedia produk pangan lokal.

Agoes menilai kolaborasi ini sangat relevan, mengingat sektor hospitality merupakan salah satu pengguna bahan pangan dalam jumlah besar. Sinergi dengan penyedia pangan lokal diharapkan mampu menciptakan rantai pasok yang lebih efisien sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.

“Anggota PHRI merupakan pengguna produk pangan yang cukup besar. Dengan kemitraan yang tepat, kita bisa menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan, baik bagi pelaku usaha maupun petani lokal,” ungkapnya.

Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, dalam kesempatan tersebut juga menekankan pentingnya partisipasi aktif pelaku usaha dalam sensus ekonomi. Ia menyebutkan bahwa data yang dikumpulkan akan menjadi dasar penting dalam menyusun arah pembangunan ekonomi ke depan.

“Sensus Ekonomi bukan sekadar pendataan, tetapi fondasi untuk memahami dinamika usaha di daerah. Partisipasi pelaku usaha sangat menentukan kualitas data yang dihasilkan,” ujarnya.

Umar mengungkapkan suasana pertemuan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan praktik langsung pengisian aplikasi sensus.

“Para peserta tampak antusias mengikuti setiap pemaparan, terutama terkait manfaat data ekonomi dan peluang kolaborasi di sektor pangan,” lugasnya.

Melalui forum ini, PHRI Kota Malang kembali menegaskan posisinya sebagai jembatan antara pelaku usaha dan pemangku kepentingan. Pertemuan rutin yang konsisten digelar dinilai mampu memperkuat sinergi, memperluas wawasan, serta mendorong inovasi di sektor perhotelan dan restoran.

“Ke depan, PHRI Kota Malang berharap kolaborasi serupa dapat terus ditingkatkan guna menciptakan industri pariwisata yang lebih tangguh, adaptif, dan berdaya saing tinggi di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang,” tandasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *