google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Bedah Buku Marhaenisme Jadi Ruang Dialog Gen Z Membaca Ulang Pemikiran Bung Karno

  • Bagikan
Bedah buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z yang digelar di Universitas Negeri Malang (UM), Jumat (24/7/2026)(Aisyah Dyah Novayanti Suep/iKoneksi.com)
banner 468x60
Bedah buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z yang digelar di Universitas Negeri Malang (UM), Jumat (24/7/2026)(Aisyah Dyah Novayanti Suep/iKoneksi.com)

Kota Malang, iKoneksi.com – Bedah buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z yang digelar di Universitas Negeri Malang (UM), Jumat (24/7/2026), menjadi ruang dialog bagi generasi muda untuk membaca ulang pemikiran Bung Karno dalam menjawab berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan politik yang dihadapi saat ini. Kegiatan yang diinisiasi oleh Laboratorium Pancasila UM tersebut menghadirkan Rocky Gerung dan Airlangga Pribadi sebagai narasumber utama.

Ketua pelaksana kegiatan, Abd. Mu’id Shofa, S.Pd.,M.Sc, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada kedua narasumber yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan berbagi gagasan kepada peserta. Menurutnya, kehadiran Rocky Gerung dan Airlangga Pribadi menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk memperkaya perspektif dalam melihat persoalan kebangsaan dari sudut pandang yang lebih kritis.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bung Rocky Gerung dan Bung Airlangga Pribadi yang telah berkenan hadir dan berbagi pemikiran dalam bedah buku ini. Semoga diskusi yang terbangun dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk terus berpikir kritis dan produktif,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Ari juga menyampaikan permohonan maaf kepada para narasumber dan peserta karena sejumlah pimpinan dan pihak yang sedianya dijadwalkan hadir tidak dapat mengikuti kegiatan. Hal itu disebabkan adanya agenda lain di luar kota yang tidak dapat ditinggalkan.

“Kami juga memohon maaf karena beberapa pimpinan dan atasan yang sebelumnya direncanakan hadir pada kegiatan ini berhalangan karena sedang menjalankan agenda di luar kota. Meskipun demikian, dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan ini tetap diberikan sepenuhnya,” katanya.

Ia berharap diskusi yang dihadirkan melalui bedah buku tersebut tidak berhenti sebagai agenda akademik semata, tetapi mampu mendorong mahasiswa untuk lebih aktif membaca, berdialog, dan mengembangkan gagasan kritis dalam merespons berbagai persoalan yang dihadapi bangsa saat ini.

Menurutnya, ruang-ruang intelektual seperti bedah buku perlu terus dihadirkan di lingkungan kampus agar mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menjadi produsen gagasan yang memberikan kontribusi bagi masyarakat.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *