google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Jalan Alternatif Tigapanah-Medan via Bertah Rusak Parah, DPRD Sumut Desak Pemkab Karo Bergerak

  • Bagikan
banner 468x60

Medan, iKoneksi.com – Jalan alternatif Tigapanah-Medan melalui Desa Bertah, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, mengalami kerusakan parah hingga terancam putus dan mengganggu mobilitas masyarakat serta distribusi hasil pertanian. Kondisi tersebut ditemukan Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) Daerah Pemilihan (Dapil) Karo, Dairi dan Pakpak Bharat, Salmon Sumihar Sagala SE, di sejumlah titik ruas jalan tersebut, Senin (3/8/2026).

Salmon meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) segera melakukan perbaikan sebelum kondisi jalan semakin parah dan benar-benar memutus akses transportasi masyarakat. Menurutnya, kerusakan terparah berada di kawasan Pasar Kersik, tepatnya antara Simpang Bertah dan Desa Bertah, Kecamatan Tigapanah.

“Pemkab Karo Cq Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Karo harus gerak cepat melakukan perbaikan sebelum kerusakan semakin parah dan memutus akses transportasi masyarakat yang melintasi jalur alternatif tersebut,” tandas Salmon kepada wartawan, Senin (3/8/2026) melalui telepon dari Kabanjahe.

Ia mengatakan, ruas tersebut selama ini menjadi salah satu jalur alternatif yang banyak digunakan masyarakat dari arah Sidikalang maupun Kabanjahe menuju Medan. Jalur itu juga dimanfaatkan warga untuk menghindari kepadatan lalu lintas di kawasan Kota Kabanjahe dan Berastagi

Salmon menyebut kondisi jalan saat ini sudah sangat memprihatinkan. Permukaan jalan dipenuhi lubang dengan kedalaman yang cukup parah, berlumpur serta mengalami amblas. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan badan jalan yang merupakan bekas timbunan dan tidak lagi mampu menahan beban kendaraan yang melintas setiap hari.

“Jika kerusakan jalan itu tidak segera diperbaiki, tentunya jalan alternatif yang saat ini banyak dimanfaatkan masyarakat dari Sidikalang maupun Kabanjahe menuju Medan dipastikan akan putus,” ujarnya.

Menurut politisi PDI Perjuangan itu, kerusakan jalan tidak hanya mengganggu kelancaran perjalanan masyarakat, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Terlebih apabila hujan turun, kondisi badan jalan yang sudah berlubang, berlumpur dan amblas dikhawatirkan semakin parah.

Dampak kerusakan tersebut, lanjut Salmon, mulai dirasakan masyarakat Desa Bertah, Desa Kuta Julu dan sebagian Desa Bukit. Warga mengalami kesulitan ketika mengangkut hasil pertanian menuju pasar di Tigapanah maupun Berastagi karena kendaraan tidak dapat melintas dengan lancar.

Padahal, wilayah tersebut merupakan salah satu kawasan yang mengandalkan sektor pertanian. Kelancaran jalan sangat dibutuhkan masyarakat untuk membawa dan mendistribusikan berbagai hasil komoditas hortikultura ke sejumlah pasar.

“Kalau akses jalan terputus, kerugian ekonomi masyarakat juga akan semakin besar. Karena itu, jangan menunggu sampai jalan benar-benar putus baru dilakukan penanganan,” katanya.

Anggota Komisi B DPRD Sumut itu meminta Pemkab Karo segera melakukan langkah penanganan, baik berupa perbaikan darurat maupun pembangunan secara permanen pada titik-titik jalan yang mengalami kerusakan berat.

Ia juga mendesak pemerintah daerah mengerahkan alat berat untuk mempercepat penanganan ruas jalan yang rusak, khususnya mulai dari Simpang Bertah, Desa Bertah, Desa Bukit hingga wilayah Kecamatan Dolat Rakyat.

“Jangan sampai masyarakat semakin resah karena akses transportasi terganggu. Saya mendesak Pemkab Karo segera mengerahkan alat berat dan melakukan perbaikan di sejumlah titik yang mengalami rusak parah. Keselamatan masyarakat dan kelancaran distribusi hasil pertanian harus menjadi prioritas,” tegas Salmon.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *