google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Aksi Lingkungan Berkelanjutan Warnai Peringatan HLH 2025 di TPA Randuagung Singosari

  • Bagikan
Kepala DLH Kabupaten Malang saat memberikan sambutan, Kamis (12/6/2025) (04/iKoneksi.com)
banner 468x60

Kabupaten Malang, iKoneksi.com – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLH) 2025, semangat menjaga bumi kembali digaungkan dari ujung utara Kabupaten Malang. Bertempat di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Randuagung, Kecamatan Singosari, ratusan pemangku kepentingan dari berbagai sektor berkumpul dalam sebuah kegiatan bertajuk Aksi Lingkungan Berkelanjutan yang dirangkai dengan program Green Charity 3.0.

Acara ini digelar pada Kamis (12/6/2025) dan merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Nomor: 05 Tahun 2025 yang terbit pada 2 Juni 2025. Dalam surat itu, pemerintah pusat mendorong seluruh daerah untuk merayakan HLH dengan langkah nyata yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Penanaman Pohon sebagai Simbol Komitmen Lingkungan

Fokus utama kegiatan tahun ini adalah aksi penanaman pohon di area TPA Randuagung. Tercatat, sebanyak 868 pohon akan ditanam secara bertahap menyesuaikan dengan musim hujan yang tengah berlangsung. Kegiatan ini bukan hanya seremonial, tapi sebuah gerakan konkret yang menggambarkan komitmen kuat terhadap pengurangan dampak perubahan iklim dan pencemaran lingkungan.

Rincian dukungan bibit pohon yang telah dikumpulkan antara lain:

– 700 pohon dari PT. Bentoel Internasional Investama (Bentoel Group), terdiri atas berbagai jenis seperti Ficus, Nangka Madu, Alpukat Aligator, Kelengkeng New Kristal, dan Sukun.

– 110 pohon Bambu Petung dari PT. Ekamas Fortuna.

– 33 pohon Bambu Petung dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, lengkap dengan dukungan sarana dan prasarana.

– 25 pohon Bambu Petung dari program Green Charity sendiri.

Keberagaman jenis pohon ini menjadi simbol kolaborasi lintas sektor yang harmonis untuk membentuk benteng hijau baru di kawasan yang selama ini dikenal sebagai tempat akhir sampah.

Partisipasi Lintas Sektor dan Semangat Kolaborasi

Kegiatan ini menjadi momentum sinergi antara dunia usaha, masyarakat, dan pemerintah. Terlihat hadir sejumlah perwakilan penting, di antaranya:

– Bentoel Group

– BASKOMAS (Bantuan Sosial Komunikasi Masyarakat) Malang

– KEK Singhasari Indonesia

– PT. Ekamas Fortuna

– Pemuda Tani Indonesia DPC Kabupaten Malang

– Tokoh masyarakat Desa Randuagung

– Dan tentunya Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang sebagai fasilitator utama.

Kolaborasi ini membuktikan persoalan lingkungan bukan hanya urusan satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama. Setiap pihak memiliki peran penting dalam menciptakan tatanan ekosistem yang lebih baik dan berkelanjutan.

TPA Randuagung, Dari Tempat Sampah Menjadi Harapan Hijau

Dalam sambutannya, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, Dr Ahmad Dzulfikar Nurrahman, ST., MT., menekankan pentingnya membangun pendekatan berbasis partisipasi masyarakat dan sektor usaha dalam mengelola lingkungan.

“TPA Randuagung bukan hanya tempat akhir sampah, tetapi juga awal dari ekosistem baru yang lebih hijau dan lebih lestari. Kami berharap kegiatan seperti ini menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kabupaten Malang,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa paradigma pengelolaan sampah kini tidak lagi sebatas pemrosesan akhir, tetapi harus menjadi awal dari transformasi menuju ekosistem berkelanjutan.

Menumbuhkan Kepedulian, Membangun Masa Depan

Kegiatan ini juga disebutkan Dzulfikar bertujuan menumbuhkan sense of belonging masyarakat terhadap isu-isu lingkungan hidup. Dengan keterlibatan langsung masyarakat dalam proses penanaman pohon dan pengelolaan sampah, diharapkan akan tumbuh komitmen jangka panjang untuk menanggulangi persoalan sampah dan krisis plastik secara konsisten.

“Dari balik tumpukan sampah TPA Randuagung, semangat perubahan telah ditanam. Tak hanya dalam bentuk pohon, tetapi dalam kesadaran kolektif bahwa bumi ini harus dirawat bersama. Kabupaten Malang kembali menunjukkan bahwa pembangunan yang ramah lingkungan bukan sekadar wacana, tetapi sebuah gerakan yang nyata dan terukur,” ungkap Dzulfikar.

“Kini, harapan baru tumbuh bersama akar-akar pohon yang ditanam. Kabupaten Malang sedang menulis cerita baru tentang masa depan yang lebih hijau, lebih bersih, dan tentu saja lebih berkelanjutan,” tutupnya. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *