google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Ansor Sumut Desak Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan Banser

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Medan, iKoneksi.com – Gelombang kecaman terus mengalir pasca viralnya video pengeroyokan terhadap Rida, kader Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Kota Tangerang. Dalam rekaman yang beredar di media sosial, korban tampak mengalami luka serius di bagian wajah setelah dianiaya sekelompok orang. Publik pun ramai-ramai menuntut aparat penegak hukum agar segera bertindak tegas.

Tak tinggal diam, Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumatera Utara menyatakan sikap. Melalui ketuanya, Dr. H. Adlin Tambunan, GP Ansor Sumut menegaskan dukungan penuh terhadap korban sekaligus mendesak polisi segera menangkap para pelaku.

Serangan Bukan Sekadar pada Individu

Adlin menilai, kekerasan terhadap Rida tidak bisa dipandang hanya sebagai serangan terhadap individu. Ia menekankan bahwa aksi brutal tersebut juga merupakan bentuk serangan terhadap nilai-nilai kebangsaan dan kerukunan sosial yang selama ini dijunjung oleh Ansor dan Banser.

“Ansor dan Banser adalah garda terdepan dalam menjaga kerukunan dan keamanan sosial. Ketika ada kader menjadi korban kekerasan, itu menjadi alarm bagi kita semua untuk turut menyuarakan dukungan dan empati,” ujarnya dengan tegas.

Menurutnya, tindak kekerasan, dalam bentuk apapun, tidak boleh dijadikan jalan untuk menyelesaikan perbedaan.

“Jangan biarkan kekerasan jadi alat menyelesaikan perbedaan,” tegas Adlin.

Tuntutan Proses Hukum Transparan

Selain meminta polisi segera menangkap para pelaku, Adlin yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Serdang Bedagai menekankan pentingnya transparansi dan keadilan dalam proses hukum.

“Kami meminta polisi segera menangkap seluruh pelaku. Proses hukum harus transparan dan adil. Tidak boleh ada yang ditutupi, apalagi melindungi pelaku,” katanya.

Ia menekankan, kasus ini harus dijadikan momentum untuk menunjukkan bahwa aparat benar-benar berdiri di sisi korban dan menjunjung tinggi rasa keadilan masyarakat.

Seruan Menjaga Kondusivitas

Meski mengecam keras aksi pengeroyokan tersebut, Adlin tetap mengingatkan seluruh kader GP Ansor dan Banser di Sumut untuk tidak bertindak gegabah. Ia mengimbau agar semua pihak tetap menjaga ketenangan dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat hukum.

“Solidaritas kita tetap satu barisan. Tapi sikap kita jelas, hukum harus ditegakkan. Kami akan terus mengawal kasus ini,” ujarnya.

Seruan Adlin menjadi penting agar dukungan dan solidaritas yang muncul tidak berubah menjadi potensi gesekan baru di tengah masyarakat.

Gelombang Solidaritas Ansor

Aksi solidaritas GP Ansor Sumut bukan hanya bentuk empati pada sesama kader, melainkan juga penegasan sikap bahwa organisasi kepemudaan berbasis kebangsaan ini akan selalu berada di barisan terdepan melawan segala bentuk kekerasan.

“Gerakan ini sekaligus menjadi pengingat Banser dan Ansor tidak hanya hadir menjaga tempat-tempat ibadah, mengawal kegiatan sosial, atau membantu penanganan bencana, melainkan juga menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan persatuan bangsa,” lugasnya.

Menanti Langkah Tegas Aparat

Kasus pengeroyokan Rida kini menjadi sorotan publik. Desakan agar pelaku segera ditangkap dan diproses hukum semakin menguat, baik dari masyarakat luas maupun organisasi besar seperti GP Ansor.

“Dengan sikap tegas yang ditunjukkan oleh GP Ansor Sumut, kini bola panas ada di tangan aparat kepolisian. Publik menunggu apakah keadilan benar-benar ditegakkan, atau kasus ini akan kembali menambah daftar panjang lemahnya penindakan kekerasan di negeri ini,” pungkas Adlin. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *