google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Aroma Solidaritas Kental di Sidang Putusan Hasto Kristiyanto

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com – Suasana ruang sidang Kusumahatmadja di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jumat (25/7/2025), menjadi sorotan publik. Bukan hanya karena pembacaan vonis terhadap Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, tetapi juga karena kehadiran sejumlah elite partai berlambang banteng itu yang tampak kompak mengenakan pakaian serba hitam. Kehadiran mereka seakan menjadi simbol solidaritas politik di tengah badai yang menerpa salah satu tokoh penting partai.

Ganjar Pranowo, mantan Gubernur Jawa Tengah sekaligus figur sentral PDIP pasca-Pemilu 2024, terlihat hadir langsung di barisan kedua ruang sidang. Mengenakan kemeja hitam, ia duduk tenang menyimak jalannya sidang. Di seberangnya, tampak politisi vokal Adian Napitupulu, juga mengenakan jaket hitam, duduk berdampingan dengan tokoh-tokoh senior PDIP lainnya seperti FX Hadi Rudyatmo dan Djarot Saiful Hidayat. Aura kekompakan mereka bukan tanpa pesan—pakaian serba hitam yang dikenakan seolah menjadi pernyataan diam tentang kesatuan sikap.

Tak hanya mereka, politisi kawakan Ribka Tjiptaning pun hadir, duduk di barisan yang sama dengan Maria Stefani Ekowati, istri Hasto, yang mengenakan syal berwarna hijau. Wajah-wajah tegang namun penuh hormat menghiasi suasana sidang menjelang pembacaan putusan yang telah lama dinanti.

Hasto Kristiyanto: Siap Hadapi Putusan

Sidang dimulai dengan sapaan Hakim Ketua Rios Rahmanto yang langsung menanyakan kondisi fisik terdakwa.

“Terdakwa sehat hari ini ya?” tanya Hakim.

Dengan suara tenang, Hasto menjawab, “Sangat sehat, Yang Mulia.” Sikap tenang itu pun terus dipertahankan sepanjang jalannya sidang.

Hasto dihadapkan pada putusan dalam kasus dugaan suap terkait pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI serta tindakan perintangan penyidikan. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menuntut Hasto dengan pidana tujuh tahun penjara serta denda sebesar Rp600 juta subsider enam bulan kurungan.

Dalam sidang yang berlangsung pada Kamis (3/7/2025), jaksa menyebut bahwa Hasto terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan dua perbuatan: menerima suap dalam proses PAW anggota DPR serta menghalangi proses penyidikan oleh KPK.

Di Balik Vonis, Ada Pertaruhan Citra dan Kekompakan Partai

Menariknya, meski menghadapi proses hukum yang tidak ringan, Hasto masih menjadi simbol penting di PDIP. Ia kerap menunjukkan ketegaran dan konsistensinya menjaga garis partai, bahkan berkali-kali meminta para kader untuk tetap tenang menghadapi putusan pengadilan.

“Apa pun putusannya, kebenaran akan menang,” begitu pernyataannya yang terus dikutip oleh kader-kadernya.

Kehadiran Ganjar, Adian, dan sejumlah elite PDIP lainnya bukan hanya bentuk simpati pribadi, tapi juga pesan politik tersirat bahwa PDIP tidak akan membiarkan satu pun tokohnya berdiri sendiri saat diterpa ujian hukum.

Kini publik menanti keputusan akhir dari majelis hakim. Apakah vonis terhadap Hasto akan mengikuti tuntutan jaksa, atau ada pertimbangan lain yang meringankan? Yang pasti, sidang ini bukan hanya soal satu nama ini juga tentang bagaimana sebuah partai besar merespons krisis di tengah sorotan nasional. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *