google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

ASEAN Didesak Tegas Dukung Palestina di AMM-58 Kuala Lumpur

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com — Di tengah penderitaan yang belum kunjung reda di Gaza dan Tepi Barat, dunia kini menyaksikan potensi titik balik penting dalam konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina. Usulan gencatan senjata selama 60 hari, yang disampaikan oleh Amerika Serikat dan disebut telah mendapat sambutan positif dari Israel dan Hamas, membuka secercah harapan baru. Namun, realisasi perdamaian tetap bergantung pada konsistensi tekanan internasional termasuk dari kawasan Asia Tenggara.

Dalam konteks ini, ASEAN sebagai organisasi regional terbesar di Asia Tenggara diharapkan tidak tinggal diam. Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN ke-58 (AMM-58) yang digelar 8–11 Juli 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia, dipandang sebagai momentum strategis untuk menegaskan posisi kawasan dalam mendukung solusi damai yang berkeadilan dan bermartabat bagi rakyat Palestina.

Malaysia Memimpin Suara Regional

Malaysia, yang menjabat Ketua ASEAN 2025 sekaligus tuan rumah AMM-58, telah menyatakan kesiapan untuk memimpin suara kawasan dalam merespons isu ini. Sekjen Kementerian Luar Negeri Malaysia, Datuk Seri Amran Mohamed Zin, menegaskan bahwa krisis Palestina akan menjadi agenda penting dalam pertemuan tersebut. Malaysia juga menggandeng Jepang dan Palestina untuk bersama-sama memimpin Conference on Cooperation among East Asian Countries for Palestinian Development (CEAPAD IV).

CEAPAD IV tidak hanya akan menjadi forum solidaritas, tetapi juga platform konkret untuk merumuskan dukungan pembangunan kembali infrastruktur dan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Palestina. Program peningkatan kapasitas masyarakat dan dukungan untuk pemulihan pascakonflik menjadi agenda utama dalam forum ini.

Konsistensi ASEAN, Ujian Moral dan Kemanusiaan

Sikap ASEAN terhadap Palestina bukan hal baru. Pada 12 Februari lalu, para Menteri Luar Negeri ASEAN secara kolektif menegaskan kembali dukungan atas hak asasi rakyat Palestina, termasuk hak menentukan nasib sendiri dan memperoleh tanah air. ASEAN juga mendukung solusi dua negara yang sejalan dengan hukum internasional serta berbagai resolusi PBB, termasuk Resolusi UNGA A/RES/ES-10/23 yang diadopsi pada Mei 2024 dengan dukungan penuh seluruh anggota ASEAN.

Kini, harapan dunia tertuju pada konsistensi kawasan. Menteri Luar Negeri Malaysia, Datuk Seri Mohamad Hasan, telah menyatakan bahwa Malaysia akan mendorong masyarakat internasional agar bersikap tidak tebang pilih dalam menyikapi tragedi kemanusiaan. Dalam forum-forum seperti OKI, G77+China, dan PBB, ASEAN harus menjadi kekuatan moral yang mendesak keadilan ditegakkan di Palestina.

AMM-58, Ujian Kepemimpinan ASEAN di Panggung Global

Gencatan senjata yang kini dipertimbangkan oleh Israel dan Hamas bukan sekadar perkembangan diplomatik. Ini adalah peluang langka yang harus dimanfaatkan ASEAN untuk mempertegas peran strategisnya tidak hanya di bidang ekonomi dan geopolitik, tetapi juga sebagai kekuatan penyeimbang dunia yang menjunjung tinggi kemanusiaan.

Dosen Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah, Dr. Teguh Santosa, dalam ulasannya menyebut bahwa sikap ASEAN terhadap isu Palestina akan menjadi tolok ukur keseriusan kawasan membela nilai-nilai universal. Jika ASEAN gagal menunjukkan ketegasan, maka sejarah akan mencatatnya sebagai kegagalan moral.

AMM-58 bukan hanya forum rutin tahunan, tapi ujian konkret bagi solidaritas ASEAN terhadap bangsa yang tertindas. Dunia tengah melihat, apakah Asia Tenggara siap bersuara lantang untuk keadilan atau hanya menjadi penonton dalam tragedi kemanusiaan yang masih terus berlangsung di Palestina.

Penulis: Teguh Santoso (Ketua Umum JMSI)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *