google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

ESI Kota Batu Fokus Pembinaan Atlet Esports Muda

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Dunia e-sports semakin mendapat tempat di hati masyarakat, termasuk di Kota Batu. Namun, di balik gemerlap turnamen dan popularitas game online, Ketua Umum Esports Indonesia (ESI) Kota Batu, Azariel, menegaskan arah kepemimpinannya: pembinaan atlet tetap menjadi prioritas utama.

Fokus pada Atlet, Bukan Sekadar Turnamen

Menurut Azariel, meski e-sports identik dengan kompetisi bergengsi dan hadiah besar, tujuan ESI Kota Batu tidak sebatas menggelar ajang pertandingan. Esensi sebenarnya adalah mencetak atlet profesional yang mampu mengharumkan nama Kota Batu di kancah regional hingga nasional.

Karena sama-sama cabang olahraga, fokus kita pasti ke atlet. Bagaimana atlet Kota Batu bisa berprestasi dan mengharumkan nama kota, ujar Azariel saat ditemui di Batu, Senin (1/9/2025).

Ia menegaskan, keberadaan ESI bukan sekadar wadah komunitas hobi, melainkan organisasi resmi di bawah payung KONI. Karena itu, pembinaan atlet menjadi tanggung jawab utama.

Empat Nomor Tanding Jadi Andalan

Saat ini, ESI Kota Batu mengembangkan empat nomor tanding utama: Mobile Legends, PUBG, Free Fire, dan E-Football (console/station). Keempatnya dipilih karena memiliki basis komunitas yang besar sekaligus menjadi cabang populer di berbagai ajang resmi.

Prestasi atlet Kota Batu sendiri tidak bisa dipandang sebelah mata. Pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), sejumlah atlet berhasil menorehkan hasil membanggakan, termasuk menyumbang medali emas di cabang Free Fire.

Tahap Pembenahan Organisasi

Meski semangat pembinaan begitu kuat, Azariel menjelaskan bahwa kepengurusan ESI Kota Batu saat ini masih dalam tahap finalisasi. Belum ada Surat Keputusan (SK) dan pelantikan resmi. Karena itu, tahun ini fokus diarahkan pada pembenahan internal dan penyusunan program kerja jangka panjang.

Tahun ini kita masih tahap formatur, belum ada SK dan pelantikan. Jadi kemungkinan program turnamen baru berjalan mulai tahun depan,” jelasnya.

Meski begitu, pihaknya tetap membuka ruang bagi siapa pun yang ingin menggelar turnamen e-sports di Kota Batu. Syaratnya, panitia diharapkan berkoordinasi dengan ESI agar ajang tersebut bisa berjalan sesuai standar sekaligus menjadi sarana penjaringan bakat baru.

Dua Arah Program Kerja

ESI Kota Batu membagi program kerjanya ke dalam dua aspek utama:

  1. Internal – membangun soliditas organisasi, memperkuat kepengurusan, serta menyusun strategi pembinaan yang berkelanjutan.
  2. Eksternal – memperluas sosialisasi ke sekolah-sekolah serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai e-sports sebagai cabang olahraga resmi.

Azariel menekankan pentingnya edukasi ini, terutama bagi kalangan pelajar. Stigma negatif yang kerap melekat pada game online harus ditepis dengan pemahaman baru: bahwa e-sports tidak sekadar hiburan, melainkan olahraga yang membutuhkan strategi, kerja tim, dan kedisiplinan.

Edukasi penting, terutama untuk pelajar dari SD, SMP, hingga SMA. Jadi stigma negatif soal game bisa ditepis dengan pemahaman bahwa e-sports adalah cabang olahraga resmi,” paparnya.

Regenerasi Atlet Muda

Saat ini, ESI Kota Batu memiliki 16 atlet binaan dengan rentang usia 16–21 tahun. Mayoritas masih berusia belia, rata-rata 16–17 tahun. Kondisi ini dipandang sebagai peluang besar untuk melakukan pembinaan jangka panjang, baik dari segi teknik permainan maupun kesiapan mental bertanding.

Harusnya dengan pembinaan yang tepat, mereka bisa berkembang lebih jauh dan berprestasi,” tegas Azariel.

Harapan Kota Batu di Dunia E-sports

Dengan fokus yang jelas pada pembinaan, ESI Kota Batu berharap bisa melahirkan atlet-atlet tangguh yang bukan hanya mampu bersaing di tingkat lokal, tetapi juga menjadi wakil Indonesia di ajang internasional.

“Langkah ESI Batu ini sejalan dengan tren nasional, di mana e-sports kini sudah diakui sebagai cabang olahraga prestasi. Dengan dukungan organisasi yang solid, program pembinaan yang terarah, serta antusiasme generasi muda, Kota Batu berpeluang besar menjadi salah satu lumbung atlet e-sports masa depan,” tutup Azariel. (05/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *