google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

FIB UB Gelar Anugerah Sabda Budaya ke-7 di Dies Natalis

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (FIB UB) menggelar Anugerah Sabda Budaya (ASB) ke-7 sebagai puncak rangkaian Dies Natalis ke-16, Rabu (3/12/2025). Bertempat di Aula Gedung A lantai 2, acara ini mengusung tema “Samadya Danasmara Manunggal Rasa” yang menekankan pentingnya penyatuan rasa dalam upaya pelestarian budaya Nusantara.

Pada penyelenggaraan tahun ini, ASB dianugerahkan kepada tiga tokoh seni dan sastra yang dinilai memberikan kontribusi signifikan dalam bidang kebudayaan sekaligus memiliki rekam kolaborasi yang erat dengan FIB UB. Mereka adalah penyair dan cerpenis Tengsoe Tjahjono untuk kategori Sastra; penari dan koreografer Winarto Ekram untuk kategori Seni Tradisi; serta pelukis Dadang Rukmana yang menerima penghargaan kategori Seni Rupa.

“Anugerah ini merupakan wujud penghormatan FIB kepada seniman yang selama ini mendukung perjalanan budaya kami. Mereka bukan hanya berkarya, tetapi hadir dalam kerja-kerja kultural di lingkungan fakultas,” kata Yohanes Padmo Adi Nugroho, S.S., M.Hum, Koordinator Kurator ASB 2025.

Dekan FIB UB, Sahiruddin, S.S., M.A., Ph.D., menyampaikan bahwa ASB telah menjadi identitas FIB UB sejak pertama kali digelar pada 2018. Penyelenggaraan ke-7 ini sekaligus menjadi momentum refleksi bagi fakultas yang kini memasuki usia 16 tahun. Ia menekankan sejumlah capaian strategis FIB dalam penguatan budaya berbasis teknologi.

“Di tahun ini kami mengembangkan Digital Humanities, industri kreatif berbasis budaya, dan soft diplomacy melalui dua Rumah Budaya Indonesia di China. Kami juga mengembangkan Brawijaya Corpora dan Batikpedia, serta melakukan pendataan objek budaya di 59 desa bersama Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah 11,” jelasnya.

Dari sisi kelembagaan, seluruh sepuluh program studi di FIB telah meraih akreditasi unggul dan internasional. FIB juga menargetkan predikat Zona Integritas WBK/WBBM.

“FIB tidak hanya Fakultas Ilmu Budaya, tetapi juga Fakultas Inovasi Berdampak untuk mendukung UB yang Unggul dan Berdampak,” tegasnya.

Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., turut hadir dan memberikan sambutan. Ia menekankan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) justru menjadikan kebudayaan sebagai puncak eksistensi manusia.

“AI bekerja berdasarkan algoritma, tetapi manusia memiliki hati. Kitalah penjaga budaya. Anugerah ini bukan hanya penghargaan, tetapi pengingat bahwa di tengah digitalisasi, budaya tetap tidak tergantikan,” ujarnya.

Acara turut dihadiri berbagai tokoh budaya, di antaranya Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd, Sutak Wardiono, perwakilan Museum Panji dan Museum Musik Indonesia, serta jajaran komunitas seni, sastra, dan seni rupa seperti Pelangi Sastra dan Lompat Pagar. Para tamu, dosen, dan tenaga kependidikan hadir dengan busana adat yang menambah kekhidmatan suasana.

Melalui ASB 2025, FIB UB menegaskan perannya sebagai institusi pelestari budaya Nusantara.

“FIB terus menguatkan diri sebagai pusat keilmuan dan kebudayaan yang tidak hanya berpengaruh secara nasional, tetapi juga berdaya saing internasional,” pungkas Sahiruddin.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *