google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

FISIP UB Gelontorkan Keringanan Biaya Rp1,75 Miliar untuk Mahasiswa Baru 2026

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB) menyiapkan keringanan biaya pendidikan senilai Rp1,758 miliar bagi mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027. Kebijakan tersebut menjadi bentuk komitmen fakultas agar persoalan biaya tidak menjadi alasan mahasiswa menghentikan pendidikan.

Keringanan diberikan melalui sejumlah skema, termasuk pengurangan komponen biaya pendidikan seperti Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Iuran Pengembangan Institusi (IPI). Besaran dan bentuk keringanan disesuaikan dengan ketentuan serta hasil penetapan bagi masing-masing mahasiswa.

Dekan FISIP UB, Dr. Ahmad Imron Rozuli, S.E., M.Si. mengatakan, kebijakan tersebut merupakan bentuk keberpihakan fakultas terhadap keberlanjutan studi mahasiswa.

“Kebijakan ini diberikan agar tidak ada mahasiswa FISIP yang berhenti kuliah hanya karena faktor biaya. Kami ingin memastikan mahasiswa memiliki kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan dan mengembangkan potensinya secara optimal,” ujar Ahmad.

Wakil Dekan Bidang Umum, Keuangan dan Sumber Daya FISIP UB Dr. Muhammad Lukman Hakim, S.IP., M.Si. menjelaskan, total anggaran keringanan mencapai Rp1.758.915.000.

Alokasi tersebut terbagi pada tiga jenjang. Program sarjana (S1) mendapat porsi terbesar, yakni Rp1.657.040.000. Kemudian program magister (S2) sebesar Rp31.500.000 dan program doktor (S3) Rp70.375.000. Artinya, sekitar 94,2 persen dari total alokasi ditujukan bagi mahasiswa jenjang S1.

“Secara prinsip, keringanan biaya ini merupakan instrumen fakultas untuk membantu mahasiswa yang membutuhkan. Bentuknya dapat berupa pengurangan atau keringanan terhadap komponen biaya pendidikan, baik UKT maupun IPI, sesuai dengan skema yang ditetapkan,” jelas Lukman.

Pada jenjang S1, alokasi terbesar diberikan kepada Program Studi Psikologi sebesar Rp444,55 juta. Disusul Hubungan Internasional Rp330,44 juta dan Ilmu Komunikasi Rp328,19 juta. Selanjutnya, Ilmu Politik mendapat Rp200,66 juta, Sosiologi Rp191,88 juta, serta Ilmu Pemerintahan Rp161,32 juta.

Sementara pada jenjang S2, total keringanan mencapai Rp31,5 juta. Rinciannya, Ilmu Komunikasi Rp20 juta dan Sains Psikologi Rp11,5 juta. Sedangkan pada jenjang S3, total alokasi mencapai Rp70,375 juta, terdiri atas Ilmu Komunikasi Rp64,125 juta dan Ilmu Sosiologi Rp6,25 juta.

Lukman menambahkan, pemberian keringanan tersebut merupakan bagian dari upaya fakultas mengelola sumber daya agar dukungan pembiayaan dapat diberikan secara tepat sasaran.

Pada tahun akademik 2026/2027, jumlah mahasiswa baru FISIP UB jenjang sarjana mencapai sekitar 1.380 mahasiswa. Besarnya jumlah tersebut membuat akses dan keberlanjutan pendidikan menjadi salah satu perhatian fakultas.

Ahmad menegaskan, pendidikan tinggi bukan sekadar proses akademik di ruang kelas. Menurutnya, perguruan tinggi juga memiliki tanggung jawab memastikan mahasiswa dapat menjalani pendidikan hingga tuntas.

“Kami ingin mahasiswa FISIP UB dapat fokus belajar, berorganisasi, berprestasi, dan mengembangkan diri. Karena itu, ketika terdapat persoalan pembiayaan, fakultas berupaya hadir memberikan solusi sesuai kemampuan dan kebijakan yang tersedia,” katanya.

Kebijakan tersebut sekaligus memperkuat upaya FISIP UB membangun lingkungan pendidikan yang inklusif. Dukungan terhadap mahasiswa tidak hanya diberikan melalui program akademik dan kemahasiswaan, tetapi juga lewat kebijakan pembiayaan pendidikan.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *