google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Gereja Desak Presiden Tutup PT TPL di Tanah Batak

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Pematangsiantar, iKoneksi.com – Pematangsiantar kembali menjadi saksi pergerakan moral dan spiritual dari para tokoh gereja di Sumatera Utara. Pada Rabu, 14 Mei 2025 sore, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) bersama para pemimpin gereja dari berbagai denominasi menyuarakan satu tekad yang sama: mendesak pemerintah untuk segera menutup operasional PT Toba Pulp Lestari (TPL). Desakan ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Universitas HKBP Nommensen, Pematangsiantar.

PGI menyebut PT TPL sebagai ancaman serius terhadap kelestarian lingkungan dan masa depan generasi mendatang, khususnya masyarakat yang tinggal di sekitar Danau Toba. Perusahaan pengolahan bubur kertas itu dinilai telah bertahun-tahun merusak tanah Batak, baik dari segi lingkungan, sosial, hingga budaya.

Panggilan Iman, Bukan Kepentingan Politik

Ketua PGI yang juga menjabat sebagai Ephorus HKBP, Pdt Victor Tinambunan, menyampaikan bahwa sikap tegas ini lahir dari panggilan iman dan suara hati nurani, bukan sekadar dorongan politik ataupun kepentingan institusional. Dalam pernyataannya, ia menyebutkan bahwa ini adalah perjuangan untuk masa depan anak cucu, bukan hanya untuk hari ini.

“Ini adalah ketulusan hati demi kehidupan yang lebih baik, baik bagi kita yang hidup saat ini maupun bagi anak-anak kita kelak. Gereja tak bisa tinggal diam melihat kerusakan yang terus berlangsung,” kata Ephorus dengan penuh keyakinan, didampingi sejumlah pimpinan gereja, akademisi, dan organisasi kepemudaan Kristen.

Didukung Asta Cita Presiden Prabowo

Menariknya, seruan ini bukan semata-mata berdasarkan keyakinan rohani semata. Ephorus Victor mengaitkan perjuangan gereja ini dengan visi-misi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam program Asta Cita yang diusung pemerintah.

“Ada dua poin penting dalam Asta Cita yang relevan dengan situasi ini. Yang pertama adalah ekonomi hijau, yang menekankan bahwa seluruh kegiatan usaha di Indonesia harus berwawasan lingkungan. Kedua, pada poin kedelapan, ada penekanan tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, budaya, serta kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Ephorus, PGI bersyukur memiliki Presiden yang memprioritaskan pelestarian alam dalam pembangunan. Ia pun yakin, aspirasi yang dibawa PGI akan mendapat sambutan baik dari Presiden, apalagi dengan dasar yang jelas dan sesuai dengan arah kebijakan nasional.

PGI Siap Bertemu Presiden

PGI tidak berhenti pada seruan. Mereka bertekad untuk membawa hasil konferensi ini langsung ke hadapan Presiden Prabowo. Tujuannya jelas: memperjuangkan agar pemerintah segera mengambil langkah tegas menghentikan kegiatan PT TPL di kawasan Danau Toba.

“Kami percaya, Tuhan akan membuka jalan bagi kami untuk bertemu dengan Presiden Prabowo. Kami akan menyampaikan secara langsung keluhan masyarakat yang telah lama terabaikan,” ucap Ephorus.

Solidaritas Lintas Gereja dan Akademisi

Konferensi pers ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai gereja besar di Sumatera Utara seperti HKBP, GKPS, GKPI, GBKP, HKI, GKI, HKIP, dan Persatuan Intelektual Kristen. Bahkan, perwakilan dari Uskup Agung Medan yang merupakan bagian dari Wali Gereja Indonesia turut memberikan dukungan. Kehadiran akademisi dari Universitas HKBP Nommensen serta sekolah-sekolah teologi di Tapanuli Utara dan Toba semakin mempertegas bahwa desakan ini bukan gerakan sepihak, melainkan suara kolektif dari berbagai elemen umat Kristiani di Sumatera Utara.

Bukan Hanya Gereja, Ini Suara Tanah Batak

Seruan PGI ditegaskan Ephorus mencerminkan keresahan mendalam masyarakat Batak atas dampak operasi industri terhadap lingkungan dan budaya mereka.

“Penolakan terhadap PT TPL bukan sekadar isu ekologis, melainkan perjuangan mempertahankan martabat, warisan, dan tanah leluhur. Kini, bola ada di tangan pemerintah: akankah suara hati rakyat dan gereja dijawab dengan tindakan nyata?,” pungkas Ephorus. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *