google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

GMNI Medan Desak Kapolri Copot AKBP Oloan

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Medan, iKoneksi.com — Gelombang desakan publik terhadap institusi kepolisian kembali menguat. Kali ini, Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Medan, Surya Dermawan Nasution, secara tegas meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk segera mencopot AKBP Oloan Siahaan dari jabatannya sebagai Kapolres Belawan. Seruan itu mencuat menyusul insiden penembakan tragis yang menewaskan seorang anak di bawah umur, yang diduga dilakukan langsung oleh perwira menengah tersebut saat bertugas.

Insiden Maut dan Keprihatinan Publik

Insiden penembakan terhadap anak di bawah umur di wilayah hukum Polres Belawan memicu kemarahan publik dan menjadi sorotan tajam berbagai kalangan. Bagi GMNI Medan, kejadian ini bukan hanya insiden semata, melainkan cerminan dari kegagalan kepemimpinan dan lemahnya penerapan prinsip humanisme di tubuh Kepolisian Republik Indonesia. Surya Dermawan menyebut bahwa tindakan AKBP Oloan tidak hanya mencoreng institusi, tetapi juga mengoyak kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.

“Kematian anak di bawah umur akibat tindakan aparat adalah tragedi yang tak bisa ditoleransi. Ini bukan sekadar pelanggaran prosedur, ini pelanggaran moral,” tegas Surya dalam keterangannya, Selasa (6/5/2025).

Bertentangan dengan Visi Humanis Polri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo selama ini dikenal dengan visinya membangun institusi kepolisian yang lebih humanis, transparan, dan profesional. Namun, insiden di Belawan justru mengarah sebaliknya. Menurut Surya, tindakan AKBP Oloan merupakan bentuk pengkhianatan terhadap semangat reformasi Polri. Surya menilai seorang Kapolres seharusnya menjadi garda depan dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan di lapangan, bukan malah menjadi pelaku pelanggaran hak asasi. Ia menegaskan bahwa mempertahankan sosok bermasalah seperti Oloan di posisi strategis hanya akan memperburuk citra institusi.

Rekam Jejak yang Dipertanyakan

Tak hanya insiden terbaru, Surya juga menyoroti rekam jejak AKBP Oloan yang dinilai penuh tanda tanya. Saat menjabat sebagai Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Medan, Oloan sempat dikaitkan dengan sejumlah isu terkait kasus narkoba, meskipun belum pernah dibuka secara terang ke publik.

“Kini, saat menjabat Kapolres, kembali muncul dugaan pelanggaran yang lebih serius, yakni hilangnya nyawa seorang anak,” seru Surya.

Hal ini, menurut Surya, menjadi alasan kuat bagi Kapolri untuk tidak ragu bertindak. Penindakan tegas terhadap perwira yang menyimpang akan menjadi pesan moral dan efek jera bagi aparat lain yang cenderung bertindak sewenang-wenang.

Seruan untuk Evaluasi Menyeluruh

Lebih lanjut, GMNI Medan juga menyoroti strategi komunikasi Polri yang dianggap terlalu fokus pada pencitraan di media sosial. Surya mengkritik kampanye humanisme yang gencar dilakukan melalui kanal digital namun tidak dibarengi dengan perubahan nyata di lapangan. Menurutnya, pencitraan semata tanpa perbaikan struktural dan prosedural hanya akan melahirkan kepalsuan.

“Kita tidak butuh polisi yang pandai membuat konten, tapi kita butuh polisi yang benar-benar hadir menjaga masyarakat dari bahaya nyata,” tekan Surya.

Ia juga menyinggung program prioritas Polri seperti pemberantasan narkoba, geng motor, kejahatan jalanan, dan premanisme belum menunjukkan hasil signifikan.

“GMNI meminta agar Kepolisian kembali ke jalur idealnya, yakni meningkatkan patroli, merespons cepat laporan warga, dan hadir di tengah masyarakat sebagai pelindung sejati,” ungkapnya.

Ancaman Krisis Kepercayaan

Surya menutup pernyataannya dengan mengingatkan bahwa ketidaktegasan dalam menyikapi kasus ini akan menjadi preseden buruk yang berulang. Jika kasus penembakan anak di bawah umur ini dibiarkan begitu saja, maka tidak hanya kepercayaan publik yang runtuh, tetapi juga semangat reformasi internal Polri akan ikut terkubur.

“Jangan sampai ini dianggap angin lalu. Kapolri harus bertindak. Jangan biarkan nyawa anak kecil menjadi korban kelalaian yang tak mendapat keadilan,” pungkasnya. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *