google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Gresik Heboh, Dugaan Pembuangan Bayi Ternyata Salah Paham

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Gresik, iKoneksi.com — Suasana di Jalan Betoyo, Manyar, Gresik, mendadak heboh pada Ahad siang (9/11/2025). Warga panik setelah beredar kabar adanya dugaan pembuangan bayi yang dilaporkan melalui layanan darurat hotline 110. Dalam hitungan menit, laporan itu menyebar cepat di grup-grup pesan warga hingga menimbulkan keresahan di sekitar lokasi.

Namun, di balik kepanikan tersebut, penyelidikan cepat Polsek Manyar bersama Polres Gresik Polda Jawa Timur justru mengungkap fakta mengejutkan tidak ada pembuangan bayi seperti yang ramai diberitakan. Peristiwa itu ternyata hanya kesalahpahaman akibat pertengkaran rumah tangga antara sepasang suami istri pengamen jalanan.

“Setelah Polisi melakukan pengecekan di TKP, tidak ditemukan adanya kasus pembuangan bayi. Insiden ini murni pertengkaran rumah tangga,” kata Kasi Humas Polres Gresik, Ipda Hepi Muslih Riza, menegaskan.

Awal Kepanikan: Bayi Ditinggal di Pinggir Jalan

Kronologi bermula saat pasangan suami istri Suhariadi dan Eka Amalia Putri, yang sehari-hari bekerja sebagai pengamen jalanan, baru saja selesai mengamen di wilayah Sidayu dan Bungah. Dalam perjalanan pulang, Suhariadi diketahui menenggak minuman keras bersama teman-temannya, sementara sang istri menegurnya dan mengajak pulang.

Teguran itu malah memicu cekcok hebat di antara keduanya. Pertengkaran terus berlanjut hingga mereka tiba di kawasan Jalan Raya Banyuwangi, Manyar. Di titik itu, amarah tak terbendung. Dalam emosi, Eka menyerahkan bayi perempuan mereka yang baru berusia empat bulan kepada suaminya sambil berkata dengan nada tinggi:

“Iki lo anakmu, gowoen! (Ini lho anakmu, bawa!)”

Namun, bukannya menenangkan situasi, sang suami justru meninggalkan bayi kecil itu di tepi jalan dan pergi begitu saja ke arah utara. Warga yang melihat kejadian tersebut sontak panik dan melaporkannya sebagai dugaan pembuangan bayi ke polisi.

Polisi Bergerak Cepat, Bayi Selamat

Begitu laporan diterima, petugas Polsek Manyar dan Satreskrim Polres Gresik langsung bergerak ke lokasi. Dalam waktu kurang dari satu jam, tim berhasil mengamankan bayi dalam kondisi sehat dan selamat.

Tak butuh waktu lama bagi polisi untuk menemukan kedua orang tuanya yang ternyata tak jauh dari lokasi. Setelah dilakukan pemeriksaan dan klarifikasi, tidak ditemukan unsur pidana dalam peristiwa itu.

“Bayi dalam keadaan baik dan sudah bersama kedua orang tuanya. Kami kemudian memberikan pembinaan agar kejadian seperti ini tidak terulang,” jelas Hepi.

Hoaks yang Picu Kepanikan

Kabar dugaan pembuangan bayi sempat membuat warga geger. Banyak yang mengira telah terjadi tindakan keji di tengah siang bolong. Namun hasil penyelidikan polisi membuktikan bahwa informasi yang beredar di media sosial dan grup WhatsApp warga tidak benar alias hoaks.

Kepolisian pun mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menyebarkan informasi tanpa verifikasi. Kabar yang belum pasti justru bisa memicu kepanikan dan menghambat kinerja aparat di lapangan.

Kapolres Gresik: Setiap Laporan Akan Ditindaklanjuti Cepat

Menanggapi kejadian ini, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menegaskan respon cepat petugas merupakan wujud komitmen kepolisian dalam melindungi masyarakat, terutama yang berkaitan dengan keselamatan anak dan perempuan.

“Setiap laporan yang berpotensi membahayakan keselamatan jiwa harus segera ditindaklanjuti. Respons cepat ini penting agar tidak ada ancaman nyata yang luput, sekaligus mencegah penyebaran informasi keliru,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor apabila menemukan peristiwa mencurigakan atau situasi darurat. Laporan dapat disampaikan melalui hotline 110, layanan ‘Lapor Cak Roma’ di nomor 0811-8800-2006, atau dengan mendatangi kantor polisi terdekat.

Pelajaran dari Insiden Manyar

Kisah di Manyar menjadi pengingat penting bahwa emosi sesaat bisa menimbulkan salah paham besar. Dari pertengkaran rumah tangga, kejadian ini sempat mengguncang warga satu kecamatan.

Meski tak berujung pada tindak kriminal, peristiwa ini menegaskan pentingnya komunikasi dalam keluarga, serta perlunya masyarakat menyaring informasi dengan bijak sebelum menyebarkannya.

“Berkat respon cepat aparat dan kepedulian warga, bayi kecil itu kini kembali berada di pelukan ibunya. Sementara itu, pihak kepolisian memastikan kedua orang tua telah mendapatkan pembinaan dan pendampingan sosial agar tidak lagi bertindak ceroboh di kemudian hari,” pungkas Rovan.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *