google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Haedar Nashir Buka Rakernas Forum Rektor PTMA di UMM: Tegaskan Pendidikan Berkarakter dan Kolaboratif

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Malang, iKoneksi.com — Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti aula utama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pagi itu. Ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia berkumpul dalam momentum penting: pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Rektor PTMA oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si.

Kegiatan ini menjadi tonggak baru dalam memperkuat jaringan sinergi antarperguruan tinggi Muhammadiyah. Lebih dari sekadar agenda rutin, Rakernas ini dipandang sebagai langkah strategis membangun arah pendidikan Islam modern yang kolaboratif dan berdaya saing global.

UMM, Simbol Kemajuan Pendidikan Muhammadiyah

Dalam sambutannya, Haedar memberikan apresiasi tinggi kepada Universitas Muhammadiyah Malang. Ia menyebut UMM sebagai kampus unggulan yang selama tiga dekade lebih menjadi pusat aktivitas Muhammadiyah, sekaligus motor penggerak kemajuan pendidikan tinggi Islam di Indonesia.

“Alhamdulillah pada pagi hari ini kita hadir di Universitas Muhammadiyah Malang, universitas yang tergolong terdepan dan terunggul. Kami berterima kasih kepada UMM yang selalu menjadi pelopor kemajuan bagi perguruan tinggi Muhammadiyah,” kata Haedar disambut tepuk tangan peserta.

Rakernas ini dijadwalkan berlangsung hingga Ahad (19/10/2025), dengan agenda pembahasan arah kebijakan strategis dan penguatan kolaborasi antarlembaga. Melalui forum ini, Muhammadiyah berharap dapat memperkuat peran PTMA sebagai pusat keunggulan akademik, riset, dan pengabdian masyarakat.

Forum Rektor, Pilar Sinergi dan Akselerasi PTMA

Dalam arahannya, Haedar menegaskan bahwa Forum Rektor PTMA bukanlah lembaga struktural mandiri, melainkan mitra strategis Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah.

Menurutnya, Forum Rektor harus berperan sebagai wadah koordinasi dan akselerasi yang memperkuat ekosistem antarperguruan tinggi Muhammadiyah agar tidak berjalan secara terpisah atau tumpang tindih dengan struktur yang sudah ada.

“Forum ini harus selaras dengan Majelis Diktilitbang agar terbentuk sinergi yang kuat dalam membina dan mengembangkan seluruh PTMA, terutama yang masih berada di level menengah ke bawah,” tegasnya.

Haedar juga mengingatkan bahwa dunia akademik Muhammadiyah harus menjaga independensinya dari kepentingan politik praktis.

“Forum Rektor PTMA harus tetap objektif dan tidak partisan. Fokus kita adalah meningkatkan kualitas pendidikan dan membawa seluruh PTMA menuju kategori unggul,” katanya mantap.

Pendidikan sebagai Kunci Indonesia Emas 2045

Lebih lanjut, Haedar menyoroti peran pendidikan Muhammadiyah dalam membangun fondasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Ia menilai bahwa keberhasilan Muhammadiyah dalam mendirikan lebih dari 160 perguruan tinggi di seluruh Indonesia merupakan bentuk nyata kontribusi terhadap kemajuan bangsa.

“Kemajuan Muhammadiyah diakui karena pendidikan tingginya berkembang pesat. Namun, kita tidak boleh berpuas diri. Tantangan global semakin berat, dan kita perlu bekerja lebih keras untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi antara lembaga pendidikan negeri dan swasta merupakan kunci penting.

“Kita harus hilangkan dikotomi antara negeri dan swasta. Semua lembaga pendidikan punya tanggung jawab yang sama: mencerdaskan kehidupan bangsa,” sebut Haedar menekankan.

Meneguhkan Pendidikan Berkarakter

Di penghujung pidatonya, Haedar menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya soal penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga pembentukan karakter dan moral bangsa.

“Bangsa ini tidak akan kuat tanpa karakter yang tangguh. Pendidikan harus menanamkan nilai agama, Pancasila, dan budaya bangsa. Karena sehebat apapun kemampuan akademik, tanpa moralitas yang kokoh, semuanya akan rapuh,” tegasnya.

Ia menyerukan agar seluruh PTMA terus menanamkan nilai keislaman yang berkemajuan, menjadikan mahasiswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia, berkeahlian tinggi, dan memiliki kepedulian sosial.

“Dari sinilah akan lahir generasi yang mampu memimpin bangsa ini menuju masa depan yang beradab dan berdaya saing,” pungkas Haedar disambut takbir dan tepuk tangan para peserta Rakernas.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *