google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

HKBP Serukan Merawat Alam dan Menjaga Moral di Humbahas

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Humbang Hasundutan, iKoneksi.com – Dalam upaya menjaga kelestarian alam dan mengurangi dampak perubahan iklim, Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) kembali menunjukkan komitmennya melalui kegiatan Paskah Doa Bersama Merawat Alam Humbahas. Kegiatan yang berlangsung di Aula HKBP Pargodungan, Jl. Letkol GA Manullang, Doloksanggul, ini mengajak seluruh umat untuk lebih peduli terhadap kerusakan lingkungan yang semakin mengancam. Dengan melibatkan ribuan umat nasrani lintas gereja, acara ini turut mengundang perhatian masyarakat luas tentang pentingnya merawat alam dan menjaga moral di tengah tantangan global.

Paskah Doa Bersama: Momen Refleksi dan Aksi

Paskah merupakan momen kebangkitan dan harapan baru, yang kali ini dijadikan sarana untuk menyuarakan pentingnya perubahan dalam hal kepedulian terhadap alam. Pdt. Dr. Deonal Sinaga, Kadep Diakonia HKBP, dalam kotbahnya menekankan bahwa saat ini dunia melihat kepada HKBP sebagai gereja yang peduli terhadap kerusakan lingkungan.

“HKBP sudah mulai bertindak dengan menanam pohon dan melakukan aksi sosial untuk merawat alam. Kita perlu peduli dengan lingkungan kita agar tidak mewariskan bencana bagi generasi yang akan datang,” ujarnya.

Sinaga menekankan dunia kini memandang HKBP sebagai salah satu gereja yang memiliki kepedulian tinggi terhadap dampak kerusakan alam, yang turut disebabkan oleh penebangan hutan yang berlebihan, serta polusi yang terus berkembang. Pihaknya mengajak umat untuk tidak hanya merayakan kebangkitan Tuhan Yesus, tetapi juga bangkit untuk menjaga kelestarian alam.

Aksi Sosial dan Penanaman Pohon

Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, acara dimulai dengan kebaktian yang dihadiri oleh Bupati Humbahas Oloan Nababan, Kajari Noordien Kusumanegara, Kapolres diwakili oleh AKP Asian Parhusip, Dandim 0210/TU diwakili oleh Danramil 05/DS Kapten Inf Sahat Simanullang, dan lebih dari 2.500 orang umat Nasrani dari 29 ressort HKBP se-Distrik III Humbahas. Dalam sambutannya, Pdt. Sinaga mengajak umat untuk mulai melakukan aksi nyata dengan menanam pohon.

“Mari tanam satu pohon setiap orang, dan 10 tahun mendatang kita akan merasakan manfaatnya, yaitu lingkungan yang lebih hijau dan teduh,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Sinaga menyebutkan HKBP juga melakukan penanaman pohon produktif di kawasan-kawasan yang rawan bencana, seperti daerah sekitar Danau Toba.

“Selain itu, ada juga pembagian 5.000 bibit tanaman produktif, seperti alpukat, jengkol, dan andaliman. Bibit-bibit tersebut diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dengan tujuan untuk merestorasi kawasan kritis yang terancam oleh kerusakan lingkungan,” beber Sinaga.

Merawat Alam dan Menjaga Moral Bersama Pemuda

Tidak hanya soal lingkungan, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya moralitas dan kesadaran sosial dalam masyarakat. Dalam seruannya, Sinaga juga mengingatkan akan bahaya penyakit sosial seperti narkoba, judi, dan human trafficking, yang tidak hanya merusak individu, tetapi juga bangsa dan negara.

“Kita harus menjadi utusan Tuhan untuk membawa perubahan positif dalam lingkungan kita masing-masing. Para pemuda adalah harapan bangsa untuk masa depan yang lebih baik. Jangan rusak mental dan ragamu hanya demi kesenangan sesaat,” tekan Sinaga.

Untuk itu, HKBP mengajak para pemuda dan remaja untuk aktif terlibat dalam gerakan peduli lingkungan. Laberto Simanullang, Ketua Panitia Paskah Doa Bersama Merawat Alam Humbahas, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyentuh hati setiap individu agar semakin peduli terhadap alam dan masalah sosial yang berkembang.

“Kita ingin mengajak masyarakat, terutama pemuda, untuk lebih peduli terhadap bencana sosial dan alam yang semakin meresahkan,” serunya.

Penandatanganan Komitmen Bersama

Momen penting lain dari kegiatan ini adalah penandatanganan komitmen bersama antara HKBP, Bupati Humbahas, dan Forkopimda untuk merawat alam dan menjaga moral yang baik di tanah Batak. Kegiatan tersebut ditandai dengan seremonial pawai obor dan seruan terbuka oleh PPN (Persekutuan Pemuda Naposo) Distrik III Humbahas yang menolak penyakit masyarakat dan menyerukan untuk merawat alam.

Harapan untuk Masa Depan

Kegiatan ini diungkapkan Sinaga menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran gereja HKBP dalam merawat alam dan meningkatkan moralitas masyarakat, terutama di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin nyata. Dengan partisipasi lebih dari 2.500 umat Nasrani, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kesadaran akan pentingnya menjaga alam tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan lembaga internasional, tetapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab setiap individu, terutama generasi muda.

“Kegiatan ini juga mengingatkan kita akan pentingnya tindakan kecil, seperti menanam pohon, yang dapat memberikan dampak besar bagi kelangsungan hidup bumi kita. Seperti yang dikatakan oleh Martin Luther, Sekalipun besok dunia akan berakhir, hari ini saya akan tetap menanam pohon. Itulah pesan yang ingin disampaikan oleh HKBP melalui acara Paskah Doa Bersama Merawat Alam Humbahas, sebuah gerakan yang diharapkan bisa membawa perubahan nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” tutup Sinaga. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *