google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kinerja Sektor Keuangan Wilayah OJK Malang Tetap Stabil dan Tetap Terjaga

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang melaporkan kondisi sektor jasa keuangan di wilayah kerjanya tetap stabil dengan performa yang terjaga hingga akhir Desember 2025. Stabilitas ini tercermin dari pertumbuhan intermediasi perbankan, ketahanan industri keuangan non-bank, hingga meningkatnya partisipasi investor pasar modal.

Kepala Kantor OJK Malang, Farid Faletehan, menegaskan bahwa kinerja sektor keuangan regional masih berada dalam jalur yang sehat.

“Secara umum, sektor jasa keuangan di wilayah kerja OJK Malang menunjukkan resiliensi yang baik. Pertumbuhan tetap terjaga, diiringi penguatan aspek prudensial dan pelindungan konsumen,” ucap dia.

Perkembangan Sektor Perbankan

Farid membeberkan sepanjang tahun 2025, industri perbankan di wilayah OJK Malang mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 5,03 persen secara tahunan (yoy), dengan total penyaluran mencapai Rp110,48 triliun. Berdasarkan tujuan penggunaan, kredit investasi menjadi kontributor utama dengan kenaikan 7,89 persen yoy.

Ia mengatakan dari sisi risiko, kualitas kredit relatif terkendali. Rasio kredit bermasalah (NPL) berada di level 2,62 persen per 31 Desember 2025, atau meningkat tipis dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, indikator Loan at Risk (LaR) tercatat 10,11 persen. Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 4,55 persen yoy menjadi Rp103,93 triliun.

“Penyaluran kredit masih terkonsentrasi pada tiga sektor dominan, yakni Rumah Tangga sebesar Rp32,74 triliun (29,63 persen), Perdagangan Besar dan Eceran termasuk reparasi kendaraan Rp21,11 triliun (19,10 persen), serta Industri Pengolahan Rp20,25 triliun (18,33 persen)” beber Farid.

Lebih jauh Farid memaparkan adapun sektor dengan pertumbuhan kredit tertinggi meliputi Pendidikan (30,33 persen yoy), Real Estat (28,51 persen yoy), dan Konstruksi (24,58 persen yoy).

Pemblokiran Rekening Judi Online Ditingkatkan

Farid mengungkapkan dalam upaya menekan dampak aktivitas ilegal, OJK bersama perbankan memperkuat langkah pemberantasan judi online.

“Hingga akhir 2025, sekitar 32.144 rekening telah diblokir berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital RI. Selain itu, bank diminta melakukan penutupan rekening terindikasi serta menerapkan Enhance Due Diligence (EDD),” jelas dia.

Perkembangan Sektor IKNB

Farid menyebutkan di sektor perasuransian, akumulasi premi Januari–Desember 2025 mencapai Rp1.805 miliar, menurun 17,85 persen yoy. Klaim asuransi juga mengalami penurunan 5,29 persen yoy menjadi Rp1.491 miliar.

Sementara itu, industri dana pensiun mencatatkan pertumbuhan positif. Total aset meningkat 5,98 persen yoy menjadi Rp237,18 miliar, dengan nilai investasi naik 3,87 persen yoy ke Rp217,76 miliar.

“Untuk Perusahaan Pembiayaan, piutang pembiayaan turun 3,69 persen yoy menjadi Rp6,99 triliun. Pembiayaan multiguna tetap mendominasi sebesar Rp4,39 triliun. Profil risiko masih terkendali dengan rasio Non Performing Financing (NPF) 4,31 persen,” urainya.

Menurt Farid pembiayaan modal ventura justru menunjukkan akselerasi dengan pertumbuhan 16,12 persen yoy, mencapai Rp432 miliar. Rasio NPF membaik ke 2,49 persen.

Pergadaian dan LKM Bertumbuh

Dirinya memaparkan tiga perusahaan pergadaian di bawah pengawasan OJK Malang mencatatkan penyaluran pinjaman Rp17,52 miliar, melonjak 54,36 persen yoy. Total asetnya tumbuh signifikan menjadi Rp26,71 miliar.

Di sisi Lembaga Keuangan Mikro (LKM), pembiayaan meningkat 8,85 persen yoy menjadi Rp11,46 miliar. Penghimpunan simpanan masyarakat juga tumbuh 10,11 persen yoy, mencapai Rp8,31 miliar.

Perkembangan Edukasi dan Perlindungan Konsumen

Selama Januari 2026, OJK Kota Malang memberikan 334 layanan konsumen. Mayoritas berupa permintaan informasi (95,81 persen), diikuti pengaduan (3,89 persen), dan pertanyaan (0,30 persen). Topik yang paling banyak disampaikan masyarakat berkaitan dengan SLIK dan indikasi penipuan. Permintaan informasi debitur melalui SLIK mencapai 1.726 layanan, terdiri dari 1.149 permohonan luring dan 577 daring,” terangnya.

Farid Faletehan menambahkan, literasi dan pelindungan konsumen tetap menjadi prioritas.

“Kami terus memperkuat edukasi agar masyarakat semakin memahami produk keuangan sekaligus waspada terhadap potensi penipuan,” tekan dia.

Sejak Januari 2025 hingga Januari 2026 telah menghentikan 2.263 entitas pinjaman online ilegal dan 354 penawaran investasi ilegal. Sebanyak 1.706 nomor kontak debt collector ilegal juga diajukan untuk pemblokiran.

“Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) menerima 448.442 laporan hingga 31 Januari 2026. Dari 756.006 rekening yang dilaporkan, 415.385 telah diblokir. Dana korban yang berhasil diamankan mencapai Rp511,08 miliar, dengan Rp161 miliar di antaranya telah dikembalikan,” terangnya.

Perkembangan Pasar Modal Menguat, Investor Bertambah

Farid membeberkan pasar modal Indonesia menutup 2025 dengan tren positif. IHSG berakhir di level 8.646,94 atau naik 22,13 persen yoy. Rekor All-Time High (ATH) tercatat 24 kali sepanjang tahun.

Di wilayah OJK Kota Malang kata Farid dengan jumlah investor mencapai 388.140 SID per Desember 2025, dan meningkat 30,33 persen yoy. Sekitar 31,03 persen investor berdomisili di Kota Malang. SID Surat Berharga Negara (SBN) tumbuh 17,13 persen yoy menjadi 34.016 SID. Nasabah reksa dana naik 19 persen yoy, dengan Kota Malang mencatatkan nilai transaksi tertinggi Rp542,11 miliar.

“Rata-rata transaksi saham pada Desember 2025 mencapai Rp6.187 miliar, meningkat 56,84 persen yoy. Dengan capaian tersebut, OJK Malang optimistis stabilitas sektor jasa keuangan regional akan tetap terjaga. Penguatan pengawasan, edukasi, serta sinergi dengan industri keuangan menjadi kunci menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi,” tutupnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *