google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kota Malang Masuk 50 Daerah Prioritas Menuju Kota Metropolitan

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Kota Malang kembali mencatatkan langkah besar dalam perjalanan pembangunan daerah. Pemerintah pusat resmi menetapkan Kota Malang sebagai salah satu dari 50 daerah prioritas nasional dalam program pembangunan menuju kota metropolitan periode 2025–2029.

Penetapan ini disambut antusias oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, yang menilai bahwa keputusan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat arah pembangunan perkotaan ke depan.

Penilaian Berbasis Infrastruktur dan Pendidikan

Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menjelaskan status ini merupakan hasil evaluasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang berfokus pada dua indikator utama: infrastruktur perkotaan dan pendidikan.

“Penilaiannya dari Kementerian PU, dengan dua kategori utama yaitu infrastruktur dan pendidikan,” kata Dandung kepada iKoneksi.com, Rabu (5/11/2025).

Meski sudah masuk dalam daftar daerah prioritas, Dandung mengungkapkan bahwa Pemkot Malang masih menunggu pedoman teknis dan arah kebijakan resmi dari pemerintah pusat sebelum melangkah lebih jauh dalam implementasi program.

“Kita masih menunggu aturan teknisnya. Namun arah pengembangan akan difokuskan untuk memperkuat infrastruktur dan fasilitas pendidikan agar selaras dengan visi kota metropolitan,” ucapnya.

Proyek Strategis Menuju Kota Modern

Salah satu langkah konkret yang sedang dikaji adalah pembangunan underpass atau flyover di kawasan Blimbing, yang selama ini menjadi titik kemacetan utama Kota Malang. Dandung menilai proyek ini krusial untuk mendukung mobilitas perkotaan dan mengurai kepadatan lalu lintas yang semakin meningkat.

“Proyek itu bisa direalisasikan lagi, tapi perlu studi kelayakan (feasibility study/FS) terlebih dahulu. Hasil FS akan menentukan apakah lebih layak dibangun underpass atau flyover,” jelasnya.

Simpang empat Blimbing dikenal sebagai simpul transportasi vital yang menghubungkan jalur menuju Bandara Abdulrachman Saleh serta akses utama masuk ke pusat kota. Karena itu, kawasan tersebut menjadi prioritas utama untuk ditangani.

“Simpang empat itu pusat kemacetan. Apalagi dekat akses menuju bandara dan pintu masuk kota. Jadi memang harus dikaji lebih dalam,” tegasnya.

Populasi Harian Kota Malang Tembus 1,6 Juta Jiwa

Selain aspek infrastruktur, faktor kependudukan juga menjadi indikator penting dalam penetapan status kota metropolitan. Meski jumlah penduduk tetap Kota Malang masih di bawah satu juta jiwa, aktivitas harian penduduk mencapai 1,2 hingga 1,6 juta jiwa.

“Kota metropolitan itu minimal populasinya satu juta jiwa. Nah, aktivitas harian di Kota Malang sudah melebihi angka tersebut,” ungkap Dandung.

Kondisi ini menggambarkan tingginya intensitas mobilitas masyarakat di Malang Raya. Ribuan warga dari Kabupaten Malang dan Kota Batu setiap hari keluar-masuk kota untuk bekerja, bersekolah, atau beraktivitas ekonomi. Situasi ini menuntut tata kelola transportasi dan infrastruktur yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.

Harapan pada Dukungan APBN

Dandung menekankan status sebagai daerah prioritas nasional membuka peluang besar bagi Kota Malang untuk memperoleh dukungan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia menilai, anggaran daerah (APBD) masih terbatas untuk membiayai proyek berskala besar.

“Kalau bisa, proyek strategis seperti ini dibiayai APBN, karena kemampuan APBD kami masih terbatas,” tuturnya.

Dengan dukungan pemerintah pusat, Dandung optimistis pembangunan Kota Malang bisa lebih cepat dan terarah. Ia menyebutkan pengembangan kota metropolitan bukan hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat, termasuk pendidikan, lingkungan, dan pelayanan publik.

Menuju Kota Metropolitan yang Berkelanjutan

Penetapan Kota Malang sebagai salah satu 50 daerah prioritas pembangunan nasional menjadi tonggak penting menuju kota metropolitan yang modern, inklusif, dan berdaya saing. Pemkot Malang kini tengah menyiapkan langkah strategis agar pembangunan berjalan selaras dengan kebutuhan warga dan karakteristik wilayah.

Visi besar itu bukan hanya tentang membangun jalan dan jembatan, tetapi tentang membangun kota yang hidup, aman, dan layak huni bagi semua.

“Ini momentum penting bagi Kota Malang. Kita ingin membangun kota yang bukan hanya besar secara fisik, tapi juga unggul secara kualitas,” pungkas Dandung.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *