Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Mahasiswi UNS Kehilangan Laptop Skripsi Saat Naik Bus Rosalia

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Seorang mahasiswi tingkat akhir Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo menjadi korban pencurian saat melakukan perjalanan menggunakan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Rosalia Indah. Peristiwa yang dialami oleh Tabita Sijabat (21) ini tidak hanya merugikannya secara materi, namun juga mengancam kelangsungan studinya karena laptop yang hilang berisi data skripsi yang tengah ia kerjakan.

Insiden tersebut terjadi saat Tabita melakukan perjalanan dari Terminal Gilingan, Solo, menuju Kota Malang pada Minggu malam, (13/7/2025). Ia naik bus Rosalia Indah dan duduk di kursi 7D, posisi dekat jendela. Kejadian bermula ketika sebelum keberangkatan, seorang penumpang lain sempat meminta bertukar tempat duduk dengan alasan ingin duduk di sebelah temannya. Namun, Tabita menolak permintaan tersebut dan tetap duduk di tempat semula.

Saat bus berhenti di sebuah rumah makan pada dini hari, Senin (14/7/2025), Tabita sempat membawa tasnya turun dari bus. Setelah kembali dan melanjutkan perjalanan, ia meletakkan tas di posisi semula lalu tertidur. Ia baru menyadari laptop miliknya telah raib saat bus tiba di pool PO Rosalia Indah di Kota Malang sekitar pukul 06.00 WIB.

Menyadari kehilangan itu, Tabita segera melaporkan kejadian ke Polresta Malang Kota. Ia menyatakan tasnya sebelumnya berada di sampingnya selama perjalanan, namun saat ia terbangun, laptop di dalamnya telah hilang.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Muhammad Soleh, membenarkan adanya laporan pencurian tersebut.

“Kami telah mengeluarkan surat perintah penyelidikan. Saat ini sudah tiga orang saksi kami periksa, yakni sopir, kondektur bus, dan korban sendiri,” kata Soleh kepada iKoneksi.com, Jumat (18/7/2025).

Polisi juga membuka kemungkinan akan memanggil manajemen PO Rosalia Indah apabila hasil penyelidikan menunjukkan adanya unsur pidana. Jika cukup bukti, maka kasus ini akan dinaikkan dari penyelidikan ke penyidikan, dan pihak perusahaan bisa saja dimintai pertanggungjawaban.

Menanggapi kejadian ini, manajemen PO Rosalia Indah melalui perwakilannya, Sasangka Bayu, menyatakan penyesalan yang mendalam. Ia mengatakan pihak perusahaan akan memberikan dukungan penuh terhadap proses hukum yang sedang berjalan.

“Seluruh kru bus yang bertugas pada saat kejadian telah kami nonaktifkan sementara guna kepentingan investigasi,” ucap Bayu.

Ia juga menegaskan perusahaan akan bekerja sama sepenuhnya dengan pihak kepolisian dan berharap laptop korban dapat segera ditemukan.

Sholeh mengungkapkan kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut keamanan penumpang dalam perjalanan jarak jauh. Tidak hanya merugikan korban dari sisi material, tetapi juga mengganggu proses akademik yang penting.

Muncul kekhawatiran di kalangan mahasiswa dan masyarakat pengguna bus antarkota mengenai keamanan barang bawaan selama perjalanan. Terlebih, kejadian ini terjadi di dalam armada bus yang dikenal memiliki standar layanan menengah ke atas.

“Kepolisian masih melakukan pendalaman terkait modus pencurian dan kemungkinan keterlibatan pihak tertentu. Hingga saat ini, belum ada tersangka yang ditetapkan, namun upaya pelacakan terus dilakukan,”

Pihak keluarga korban juga berharap agar penyelidikan bisa dilakukan secara transparan dan hasilnya segera terang. Mereka mendesak agar keamanan penumpang lebih diperhatikan, terutama di perjalanan malam saat sebagian besar penumpang dalam kondisi lengah.

“Kasus ini menjadi pelajaran penting, tidak hanya bagi penyedia jasa transportasi, tetapi juga bagi penumpang untuk lebih waspada terhadap barang-barang pribadi mereka, terutama saat melakukan perjalanan panjang di malam hari,” tandasnya. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *