google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Medan Serbu Preman: Polisi, TNI, dan Satpol PP Turun Tangan

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Medan, iKoneksi.com — Upaya menekan aksi premanisme di Kota Medan kini tak main-main. Dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Medan, Kombes Gidion Arif Setyawan, satuan tugas (satgas) antipremanisme melakukan patroli skala besar bersama unsur TNI dan Satpol PP. Operasi ini menjadi bukti nyata bahwa keamanan dan ketertiban di ibu kota Sumatera Utara tersebut tak bisa ditawar.

Apel Gabungan sebagai Tanda Serius

Operasi dimulai dengan apel gabungan di pusat Kota Medan sekitar pukul 17.00 WIB, Sabtu (10/5/2025). Dalam apel tersebut, Gidion memberikan instruksi tegas kepada seluruh personel yang tergabung dalam patroli.

“Laksanakan patroli sambang kepada masyarakat, baik pengusaha ataupun warga yang sedang membangun rumah dan lain sebagainya,” kata Gidion dalam arahannya.

Ia juga mengingatkan kepada para petugas untuk tetap menjaga kesehatan dan bertindak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Menurutnya, sinergi antara institusi menjadi kunci keberhasilan dalam menumpas praktik-praktik premanisme yang kerap meresahkan.

Dua Rute, Satu Tujuan: Medan Aman

Patroli yang dimulai pukul 17.20 WIB ini terbagi dalam dua rute utama:

Rute 1: Medan Tembung, Medan Kota, Medan Area, Medan Patumbak, lalu kembali ke Lapangan Merdeka.

Rute 2: Medan Barat, Medan Helvetia, Medan Sunggal, Medan Baru, dan juga berakhir di Lapangan Merdeka.

Pembagian ini ditekankan Gidion bertujuan untuk menyisir titik-titik rawan yang selama ini kerap menjadi lokasi pungutan liar, intimidasi oleh preman, serta gangguan kamtibmas lainnya. Gidion menegaskan, wilayah hukum Polrestabes Medan harus menjadi tempat yang nyaman bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk pelaku usaha.

“Kita dari Polrestabes Medan, Kodim, dan Pemko Medan telah sepakat secara berkesinambungan untuk terus menggencarkan kegiatan secara sinergitas dalam menciptakan Kota Medan yang aman, nyaman, dan tertib,” tekan Gidion.

Premanisme Ancam Iklim Investasi

Lebih jauh, Gidion menyebutkan premanisme bukan hanya masalah kriminalitas biasa, melainkan juga hambatan serius bagi pertumbuhan ekonomi. Praktik pemalakan, penguasaan wilayah secara ilegal, hingga intimidasi terhadap pengusaha kerap mengganggu iklim investasi.

“Patroli ini tidak hanya untuk menurunkan angka kriminalitas, tetapi juga memberi rasa aman kepada investor dan pelaku ekonomi,” jelas Gidion.

Ia pun mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan praktik premanisme, terutama yang berkedok seperti juru parkir liar, pengamanan proyek, hingga penagih ilegal.

“Kami imbau masyarakat maupun para pelaku usaha untuk melaporkan setiap aksi premanisme melalui Call Center 110,” seru Gidion.

Tanggapan Positif Masyarakat

Operasi gabungan ini mendapat respons positif dari berbagai pihak. Sejumlah warga yang menyaksikan patroli menyatakan harapannya agar kegiatan ini tidak hanya bersifat sesaat, tetapi terus berkelanjutan.

“Kalau bisa rutin, biar Medan ini bersih dari preman-preman yang suka meresahkan,” ujar Rahmad, warga Medan Area.

Langkah Tegas Jadi Harapan

Dengan patroli skala besar ini, Pemkot Medan bersama aparat penegak hukum menunjukkan komitmen yang tak setengah-setengah dalam menghadapi ancaman premanisme. Ketika keamanan ditegakkan dengan kolaborasi, maka ketertiban dan kepercayaan publik pun akan tumbuh.

“Operasi ini menjadi awal baru bagi Kota Medan: dari kota yang sempat identik dengan premanisme, menuju kota metropolitan yang aman, bersih, dan ramah untuk semua kalangan,” tukas Gidion. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *