google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Melalui Garda Pradana, Mahasiswa PPG Prajabatan UM Ciptakan Cara Baru Didik Siswa Santun

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Suasana berbeda terasa di Aula SMP Negeri 19 Malang pada Kamis (17/4/2025) siang. Deretan siswa kelas VII tampak serius namun antusias mengikuti rangkaian kegiatan bertajuk Garda Pradana Siaga, Duta Tata Krama Berkarya, yang diinisiasi oleh mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Gelombang 2 Tahun 2024 dari Universitas Negeri Malang (UM).

Acara yang berlangsung sejak pukul 10.30 hingga 14.20 WIB ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi gebrakan baru dalam penanaman karakter dan etika di lingkungan sekolah, dengan pendekatan yang edukatif, partisipatif, dan menyenangkan.

Pendidikan Karakter yang Relevan dan Menginspirasi

Ketua pelaksana kegiatan, Dhinar Mawanti Sauca, S.Pd, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari mata kuliah Projek Kepemimpinan. Fokus utamanya adalah membangun budaya tata krama dan kepemimpinan partisipatif di kalangan siswa SMP, terutama di kelas VII.

“Melalui Garda Pradana dan Duta Tata Krama, siswa diajak untuk tidak hanya tahu tentang sopan santun, tetapi juga menjadikannya bagian dari keseharian mereka,” ujar Dhinar.

“Tujuan utama dari program ini ialah menciptakan lingkungan sekolah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjadi ruang yang berkarakter, santun, dan etis,” ucap Dhinar.

Dosen dan Kepala Sekolah Beri Dukungan Penuh

Dukungan juga datang dari Listyo Yudha Irawan, S.Pd., M.Pd., M.Sc., dosen pengampu mata kuliah Projek Kepemimpinan sekaligus pembimbing kegiatan. Ia menekankan bahwa kepemimpinan masa kini tidak bisa dilepaskan dari sikap etis dan kemampuan komunikasi yang santun.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 19 Malang, Ibu Any Setijowati, S.Pd., membuka acara dengan penuh semangat. Ia menyebut kegiatan ini sebagai investasi karakter jangka panjang.

“Kami menyambut baik kegiatan yang tidak hanya menyasar aspek kognitif, tetapi juga aspek afektif dan sosial. Ini penting dalam membentuk generasi bermartabat,” tegasnya.

Dua Pemateri, Dua Perspektif: Sama-Sama Menginspirasi

Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri yang memberikan pandangan berbeda namun saling menguatkan. Pemateri pertama, Zaydan Amirul Haq, Duta SMA Laboratorium UM, tampil dengan gaya kekinian. Melalui tema Tata Krama Gayaku!, Zaydan menjelaskan sopan santun bukan warisan kuno, melainkan gaya hidup modern.

“Tata krama itu bukan berarti kita harus kaku. Justru, sopan santun memperkuat jati diri dan membuat kita tampil lebih positif, termasuk di media sosial,” ujarnya.

Pemateri kedua, Dr. Gatot Sarmidi, M.Pd., seorang akademisi dan pakar pendidikan karakter, mengupas lebih dalam tentang pentingnya tata krama dalam kepemimpinan generasi muda. Ia mengangkat prinsip Grice dan Leech dalam komunikasi santun, serta peran bahasa dalam membentuk empati dan integritas.

Pelantikan Duta Tata Krama dan Garda Pradana

Puncak kegiatan ditandai dengan prosesi penyematan selempang kepada dua siswa terpilih sebagai Duta Tata Krama, yakni Gavyn Askharega Christiano dan Almira Kalyana Raisya Fatin. Keduanya akan menjadi contoh sekaligus motor penggerak budaya santun di sekolah.

Selain itu, kelompok siswa lain dikukuhkan sebagai Garda Pradana, yaitu penjaga nilai-nilai 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) dan empat kata sakti (Permisi, Maaf, Tolong, Terima Kasih).

Tak Hanya Seremoni, Juga Ada Evaluasi Berkelanjutan

Yang menarik, program ini tidak berhenti pada acara simbolik semata. Tim pelaksana menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) untuk mengevaluasi efektivitas program. Mereka menyusun instrumen berupa jurnal pelanggaran dan kuesioner skala likert guna memantau perubahan sikap dan perilaku siswa secara berkala. Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi bersama, pemutaran film edukatif bertema etika remaja, dan ice breaking yang dirancang untuk memperkuat keterlibatan emosional siswa terhadap nilai-nilai yang telah ditanamkan.

Komitmen Cetak Generasi Bermartabat

Program Garda Pradana Siaga, ditegaskan Dhinar Duta Tata Krama Berkarya menjadi bukti pendidikan karakter tidak harus selalu disampaikan lewat ceramah. Melalui pendekatan partisipatif dan aplikatif, nilai-nilai moral dan etika bisa ditanamkan dengan cara yang lebih membumi dan berkesan.

“Kami ingin SMPN 19 Malang menjadi sekolah yang tidak hanya mencetak siswa berprestasi, tapi juga pribadi yang santun, sadar sosial, dan siap memimpin dengan etika,” tekan Dhinar.

“Informasi mengenai aktivitas Garda Pradana dan Duta Tata Krama dapat diikuti melalui akun Instagram resmi mereka di @garda_pradanasmpn19_malang,” pungkas Dhinar. (Sinta Yunita/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *