google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Penutupan TPL Dinilai Hambat Investor di Sumut

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Medan, iKoneksi.com – Penutupan PT Toba Pulp Lestari (TPL) menjadi perbincangan hangat yang memunculkan kekhawatiran serius terkait dampaknya terhadap iklim investasi, khususnya di Sumatera Utara (Sumut). Tokoh nasional dan politisi Golkar, Dr. Capt Anthon Sihombing, secara tegas menyatakan bahwa langkah penutupan perusahaan ini berpotensi menghambat masuknya investor ke Indonesia, khususnya ke daerah tersebut.

Dampak Penutupan TPL terhadap Investasi

Dalam sebuah pernyataan pada Senin, (2/6/2025), Anthon menanggapi pernyataan sejumlah pihak, termasuk Ephorus HKBP Pendeta Dr. Victor Tinambunan MST, yang mendukung penutupan TPL. Anthon menilai langkah tersebut sangat berat dan membawa konsekuensi negatif bagi citra Indonesia di mata para investor asing.

“Penutupan TPL akan berdampak terhadap negara dan menghambat investor, karena orang-orang akan takut berinvestasi ke Indonesia, khususnya ke Sumatera Utara,” jelas Anthon.

Ia menegaskan kebijakan seperti ini bisa menjadi sinyal negatif bagi dunia usaha dan menghalangi masuknya modal penting yang dibutuhkan daerah dan negara.

Kritik terhadap Pernyataan Pimpinan HKBP

Anthon juga menyoroti sikap Ephorus HKBP yang dinilai terlalu gegabah dan berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat, terutama di kalangan jemaat HKBP yang sebagian besar bekerja di TPL. Menurutnya, pernyataan tutup TPL tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin agama yang seharusnya bisa menjaga ketenangan umat dan membangun harmonisasi.

“Jangan sampai pernyataan itu membuat gusar warga jemaat HKBP yang banyak bekerja di sana. Apakah semua jemaat setuju dengan penutupan itu? HKBP itu besar, jangan seperti LSM yang membuat kegaduhan,” ungkapnya dengan nada tegas.

Dugaan Ada Motivasi Tersembunyi

Lebih lanjut, Anthon menduga ada motif politik di balik pernyataan keras Ephorus tersebut. Ia menyinggung bahwa setelah beberapa bulan menjabat, Ephorus sudah membuat statemen yang sangat kontroversial, berbeda dengan saat menjabat sebagai Sekjen HKBP.

“Apa ada udang di balik batu? Apakah ini untuk pencalonan politik seperti DPR, DPD, atau kepala daerah?” sindir Anthon.

Solusi dan Dialog Sebagai Jalan Tengah

Daripada menutup perusahaan besar seperti TPL, Anthon menyarankan agar dilakukan dialog dan negosiasi yang konstruktif untuk mencari solusi, khususnya terkait hal-hal yang dianggap kurang oleh masyarakat.

“Kalau ada yang kurang diperkuat oleh Indorayon (TPL), duduk bersama atau negosiasi CSR-nya saja, bukan malah menutup,” katanya.

Lebih jauh, Anthon mengingatkan saat ini TPL sudah berstatus go public dengan 49 persen sahamnya dimiliki rakyat. Ini menandakan perusahaan tidak bisa serta-merta ditutup tanpa mempertimbangkan dampak ekonomi luas yang mungkin timbul.

Sejarah dan Realita Pendirian TPL

Anthon juga menceritakan sejarah berdirinya TPL yang sebelumnya bernama Indorayon. Menurutnya, pendirian perusahaan ini bukan hanya atas inisiatif pihak perusahaan saja, tetapi juga ada dukungan dan persetujuan dari masyarakat sekitar yang rela mengorbankan tanah mereka dengan harapan membawa kemajuan ekonomi.

“Dulu, orang-orang tua terdahulu bahkan membujuk agar tanah mereka dipakai untuk Indorayon. Awalnya kontrak hanya 20 tahun, tapi mereka meminta diperpanjang hingga 30 tahun bahkan dua kali,” kenangnya.

Fokus HKBP pada Urusan Pastoral

Sebagai penutup, Anthon mengajak pimpinan HKBP untuk lebih fokus pada urusan pastoral dan pembangunan kualitas warga jemaat, daripada terjebak dalam pernyataan yang memicu kegaduhan sosial. Menurutnya, ada banyak pekerjaan penting yang harus diselesaikan, seperti menangani persoalan sosial dan pendidikan di kalangan jemaat.

“Banyak urusan pastoral yang harus dikerjakan, termasuk mengurus banyak anak dan warga jemaat yang mungkin terlibat narkoba dan mundurnya pendidikan HKBP,” terang Anthon.

“Penutupan PT Toba Pulp Lestari bukan sekadar persoalan lingkungan atau sosial semata, tetapi juga berdampak luas pada perekonomian dan kepercayaan investor terhadap Sumatera Utara dan Indonesia,” pungkas Anthon. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *