google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

PMKRI Pematangsiantar Cetak Kader Inovatif dan Militan

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Pematangsiantar, iKoneksi.com – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk kader muda berkualitas melalui kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) Gelombang II Tahun 2025. Kegiatan ini sukses digelar selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 Juni 2025, di Balai Pendidikan dan Pelatihan LHK, Pondok Buluh, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

MPAB kali ini mengusung tema Menjadi Kader Inovatif, Berintegritas, dan Relevan di Era Digital Berlandaskan Tiga Benang Merah. Tema tersebut mencerminkan semangat PMKRI dalam membentuk pribadi yang tak hanya cerdas secara akademik, namun juga memiliki karakter kuat berdasarkan nilai-nilai kristiani, intelektualitas, dan fraternalitas.

Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Pematangsiantar, seperti Universitas HKBP Nommensen, Universitas Efarina, dan Universitas Simalungun, turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Selama kegiatan, para peserta menjalani berbagai sesi mulai dari sidang pembukaan, kontrak psikologis, pemberian materi, ibadah bersama di Gereja Katolik Stasi Santa Maria Pondok Buluh, hingga sesi refleksi bersama para senior PMKRI.

Ketua Panitia MPAB, Paulinus Mersiwince Gulo, dalam laporannya menyebut proses persiapan kegiatan ini tidaklah mudah. Keterbatasan sumber daya dan dinamika internal menjadi tantangan tersendiri. Namun, menurutnya, semangat para panitia dan peserta berhasil mengubah keterbatasan itu menjadi kekuatan.

“Terima kasih kepada semua peserta yang telah memilih PMKRI sebagai ruang belajar dan berjuang. Hari ini kalian telah memulai sebuah langkah penting. Jangan berhenti memulai, karena hanya dengan keberanian untuk memulai, kita bisa memperoleh sesuatu yang berarti,” katanya penuh semangat.

Sementara itu, Presidium Pendidikan dan Kaderisasi PMKRI Cabang Pematangsiantar, Michael Yosua Sijabat, menegaskan bahwa MPAB bukan sekadar agenda formal tahunan. Menurutnya, kegiatan ini merupakan titik awal dari proses panjang membentuk karakter kader yang visioner.

“Kita hidup di era digital yang cepat, tapi generasi kita sering kali terputus dari nilai. MPAB adalah ruang untuk menyambungkan kembali nilai-nilai dengan aksi nyata. Kita tidak butuh kader yang hanya hafal dokumen, tetapi kader yang mampu membaca zaman dan memberi solusi,” tegasnya.

Ketua Presidium PMKRI Cabang Pematangsiantar, Maruli Tua Sihombing, turut memberikan pesan penting dalam sambutannya. Ia menegaskan bahwa kaderisasi adalah jantung organisasi yang harus terus disegarkan dan dievaluasi agar tidak kehilangan daya dorong transformasi sosialnya.

“MPAB bukan hanya proses administrasi keanggotaan. Ini adalah titik awal perjuangan yang menantang. Kita mencetak kader yang bisa berbicara soal nilai dan sekaligus bertindak untuk menghadapi isu-isu besar seperti lingkungan, intoleransi, dan hoaks digital,” katanya.

Kegiatan ditutup dengan sidang resmi yang dihadiri para pengurus cabang, panitia, anggota baru, dan sejumlah senior PMKRI, antara lain Monang Pandiangan, Eugenius Samosir, Tiur Tampubolon, Ardon Simbolon, Hendra Sinurat, Edis Galingging, Jonathan Siregar, dan Lisbet Butar Butar.

“MPAB Gelombang II tahun ini diharapkan menjadi momentum penting bagi PMKRI Pematangsiantar untuk terus mencetak kader yang tak hanya aktif di internal organisasi, namun juga siap tampil sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Sebuah langkah nyata untuk membangun generasi muda yang militan, berintegritas, dan relevan menjawab tantangan zaman,” pungkas Maruli. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *