google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Retreat Keluarga Pelayan GKPPD Siantar, Psalmen Padang Tekankan Keluarga Sebagai Mitra Pelayanan

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Samosir, iKoneksi.com – Suasana damai dan penuh kebersamaan menyelimuti kegiatan retreat dan seminar keluarga pelayan Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi (GKPPD) Kota Pematangsiantar yang digelar baru-baru ini. Mengusung tema Harmoni Rumah & Mimbar: Kesatuan dalam Kasih dan Pelayanan yang diambil dari 1 Timotius 3:4-5, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat relasi antara kehidupan keluarga dan panggilan pelayanan para pelayan Tuhan diadakan di Wisma Sopo Agape, Jumat-Sabtu (6-7/6/2025).

Acara ini diikuti oleh para pelayan aktif GKPPD Pematangsiantar beserta keluarga mereka. Selama kegiatan berlangsung, para peserta diajak merenungkan peran keluarga sebagai pondasi utama dalam pelayanan yang utuh dan berdampak, baik di dalam gereja maupun di tengah masyarakat.

Makna Tema: Rumah dan Mimbar Tak Boleh Terpisah

Tema Harmoni Rumah dan Mimbar bukanlah slogan kosong. Dalam sesi pembukaan, Pdt. Abednego Padang Bth, M.Th, selaku Bishop GKPPD, menekankan pentingnya keselarasan antara kehidupan rumah tangga dan pelayanan mimbar.

“Pelayan Tuhan haruslah dikenal sebagai pribadi yang mampu memimpin keluarganya dengan baik. Kalau kita tidak bisa mengasuh rumah tangga, bagaimana mungkin kita bisa menggembalakan jemaat?” ujarnya, mengutip 1 Timotius 3:5.

Poltak menegaskan konflik rumah tangga yang dibiarkan tanpa penanganan akan berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan. Menurutnya, keharmonisan dalam keluarga bukan hanya menjadi kesaksian, tetapi juga kekuatan spiritual bagi seorang pelayan Tuhan dalam menghadapi dinamika kehidupan rohani dan sosial.

Psalmen Padang: Keluarga Adalah Mitra Pelayanan Pertama

Narasumber kedua, C. pdt Psalmen Padang, memberikan perspektif praktis mengenai dinamika pelayanan dan peran keluarga. Ia mengajak para pelayan untuk tidak terjebak pada rutinitas pelayanan di gereja yang membuat mereka lupa akan keluarga di rumah.

“Pelayanan sejati bukan hanya di gereja, tapi juga di meja makan, di ruang tamu, di kamar tidur. Kita tidak bisa efektif di mimbar jika keluarga kita merasa diabaikan,” tegasnya.

Psalmen menambahkan pelayanan tanpa dukungan keluarga hanya akan menjadi beban jangka panjang. Oleh karena itu, ia menyarankan agar para pelayan secara aktif membangun komunikasi, waktu berkualitas, dan spiritualitas bersama pasangan serta anak-anak.

Retreat Bukan Hanya Refleksi, Tapi Juga Restorasi

Selama retreat berlangsung, Poltak membeberkan peserta diajak masuk dalam suasana reflektif melalui sesi diskusi kelompok, ibadah bersama, dan kegiatan membangun keintiman keluarga. Beberapa pelayan mengaku baru menyadari betapa pentingnya memperlakukan keluarga bukan sebagai penonton pelayanan, melainkan sebagai mitra sejajar yang turut menopang pekerjaan Tuhan.

“Tidak sedikit yang merasa dikuatkan, bahkan meneteskan air mata saat menyadari bahwa mereka sering kali menomorduakan keluarga atas nama tugas gereja. Retreat ini pun menjadi ruang untuk rekonsiliasi dan komitmen baru, baik antara suami dan istri, maupun orang tua dengan anak,” terang Poltak.

Harmoni yang Menguatkan Gereja

Retreat dan seminar keluarga pelayan GKPPD Pematangsiantar ini ditegaskan Poltak bukan sekadar program tahunan. Ia telah menjadi titik balik bagi banyak keluarga pelayan untuk menyadari kembali pentingnya relasi yang sehat di rumah. Dengan mengangkat tema yang relevan dan mendalam, kegiatan ini berhasil menyadarkan bahwa pelayanan sejati dimulai dari rumah.

“Kehidupan keluarga dan pelayanan di mimbar bukanlah dua dunia yang terpisah. Justru, keduanya harus berjalan beriringan dalam kasih dan saling menopang. Dengan rumah yang kuat, pelayanan pun akan kokoh dan gereja akan semakin menjadi terang dan garam di tengah dunia,” tukas Poltak. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *