google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Sandiaga Uno Puji Persada Hospital, Dorong Malang Jadi Pusat Wisata Medis

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Kota Malang kembali menjadi sorotan nasional setelah mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI periode 2020–2024, Sandiaga Salahuddin Uno, melakukan kunjungan kerja ke Persada Hospital Malang. Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Indonesia Health Tourism Society (IHTS), Sandiaga memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi layanan medis di rumah sakit tersebut khususnya Layanan Home Care Stroke yang dinilai unggul dalam mutu sekaligus hemat biaya.

Kunjungan ini diterima langsung oleh jajaran pimpinan rumah sakit, yakni dr. Kushandayani, MMRS (Direktur Utama PT Persada Medika Raya), dr. Kristiawan Basuki Rachmat, MKes (Direktur Persada Hospital), dan dr. Ajeng K, MMRS (Wakil Direktur Medik). Pertemuan berlangsung hangat dan penuh diskusi mengenai masa depan wisata medis dan wellness di kawasan Malang Raya.

Apresiasi untuk Layanan Home Care Stroke

Dalam kunjungannya, Sandiaga Uno secara khusus menyoroti Layanan Home Care Stroke Persada Hospital, yang menurutnya berhasil menghadirkan standar klinis tinggi dengan biaya yang jauh lebih terjangkau dibandingkan rumah sakit di Jakarta.

“Model layanan seperti Home Care Stroke Persada Hospital menunjukkan bahwa kualitas klinis dan keterjangkauan bisa berjalan beriringan,” tutur Sandiaga Uno.

Menurutnya, inovasi semacam ini menjadi bukti bahwa masyarakat Indonesia tidak perlu lagi jauh-jauh berobat ke luar negeri untuk mendapatkan pelayanan medis berkualitas. Bahkan, layanan tersebut disebut lebih hemat hingga lima kali lipat dibandingkan tarif di ibu kota.

Sandiaga pun mendorong Persada Hospital untuk terus memperluas jangkauan layanan unggulannya dengan harga terjangkau, agar semakin banyak masyarakat memilih untuk berobat di dalam negeri.

Tantangan Besar: Menahan Arus Wisata Medis ke Luar Negeri

Sandiaga Uno juga mengingatkan Indonesia masih kehilangan potensi ekonomi besar akibat arus wisata medis ke luar negeri. Ia mengungkapkan, nilai pengeluaran warga negara Indonesia yang berobat ke luar negeri saat ini diperkirakan mencapai US$11–12 miliar per tahun.

“Kita harus mampu menahan capital outflow ini dengan memperkuat kolaborasi antar rumah sakit dan adopsi teknologi kesehatan berkelanjutan,” tegasnya.

Dalam pandangan Sandiaga, Persada Hospital telah menapaki langkah penting menuju kemandirian layanan kesehatan nasional. Model kolaboratif antara rumah sakit, pelaku wellness, dan sektor pariwisata diharapkan dapat menjadi ekosistem baru yang menumbuhkan ekonomi sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi wisata medis global.

Integrasi Wisata Medis dan Wellness Tourism di Malang Raya

Lebih lanjut, Sandiaga menilai Malang memiliki potensi besar sebagai pusat wisata medis dan wellness tourism di Indonesia. Dengan lanskap geografis yang menawan mulai dari Gunung Bromo, hutan pegunungan, Kota Wisata Batu, hingga garis pantai selatan Malang Raya dianggap sebagai kawasan ideal untuk mengembangkan konsep kesehatan terpadu berbasis alam.

“Yoga, sound healing, meditasi, nature walk, breathwork, mindfulness retreat, dan berbagai aktivitas wellness berbasis alam bisa menjadi daya tarik wisata kebugaran yang kuat bila terintegrasi dengan center of excellence rumah sakit di Malang,” ucap Sandiaga.

Ia berharap Malang Health Tourism Board (MHTB) yang dibentuk sejak April 2023 dapat mengoordinasikan kolaborasi lintas sektor tersebut. MHTB sendiri merupakan forum yang dipimpin oleh Ardantya Syahreza dan telah melibatkan enam rumah sakit tersertifikasi wisata medik di kawasan Malang Raya.

Komitmen Persada Hospital

Pihak Persada Hospital menyambut baik dorongan dari Sandiaga Uno. Direktur Utama PT Persada Medika Raya, dr. Kushandayani, MMRS, menyampaikan bahwa apresiasi tersebut menjadi motivasi kuat bagi pihaknya untuk terus memperkuat center of excellence rumah sakit dan memperluas layanan home care yang aman, efektif, dan mudah diakses.

“Apresiasi ini memotivasi kami memperkuat layanan unggulan dan memastikan masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan berkualitas tanpa batas,” ungkap dr. Kushandayani.

Sementara itu, dr. Kristiawan Basuki Rachmat, MKes, menegaskan bahwa pihaknya tengah meningkatkan kompetensi tim medis, memperbarui peralatan, dan menyempurnakan patient journey secara menyeluruh termasuk layanan pemulihan pasca-stroke di rumah pasien.

“Kami berkomitmen memperkuat pengalaman pasien dari awal hingga pemulihan, agar setiap pasien merasakan pelayanan yang manusiawi dan profesional,” ujarnya.

Wakil Direktur Medik, dr. Ajeng K, MMRS, turut menambahkan keselamatan pasien dan hasil klinis tetap menjadi prioritas utama. Standar mutu serta protokol kolaboratif terus diperbarui agar Persada Hospital bisa bersaing dengan rumah sakit internasional.

Langkah Nyata Menuju Malang Sebagai “Health and Wellness Destination”

Kunjungan Sandiaga Uno ini bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan komitmen untuk menjadikan Malang sebagai kota rujukan wisata medis nasional. Sebagai bapak lahirnya Malang Health Tourism Board, Sandiaga menilai bahwa fondasi pengembangan telah kuat tinggal bagaimana kolaborasi antarstakeholder dijaga secara berkelanjutan.

“Dengan dukungan rumah sakit seperti Persada Hospital, Kota Malang kini semakin siap melangkah menuju era baru di mana kesehatan dan pariwisata berjalan beriringan, menghidupkan ekonomi sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap potensi medis dalam negeri,” tutup Sandiaga.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *