google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Tes Akademik Nasional Dikeluhkan Siswa, Waktu Matematika Dinilai Tak Cukup

  • Bagikan
banner 468x60

Mataram, 4 November 2025 — Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA dan SMK gelombang pertama yang digelar serentak pada 3–4 November 2025 menyisakan beragam cerita dari siswa di berbagai daerah. Salah satunya datang dari Kota Mataram, di mana sejumlah peserta mengeluhkan keterbatasan waktu, terutama pada mata pelajaran Matematika yang dinilai terlalu singkat untuk menyelesaikan seluruh soal.

Valen, siswi kelas XII SMAN 2 Mataram, mengaku kesulitan mengatur waktu saat mengerjakan ujian Matematika. Menurutnya, durasi yang diberikan tidak sebanding dengan jumlah dan tingkat kesulitan soal.

“Waktunya kurang banget untuk Matematika. Aku sempat kejar-kejaran waktu, padahal baru soal pertengahan sudah waktunya habis. Mungkin karena gelombang pertama dan sesi pertama juga, jadi agak gugup,” ungkap Valen saat ditemui usai ujian, Selasa (4/11/2025).

Namun, Valen mengaku lebih lega saat mengerjakan mata pelajaran lain seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan mata pelajaran pilihan. Ia merasa soal-soal tersebut masih sesuai dengan materi yang telah dipelajari.

“Untuk mapel pilihan, alhamdulillah bisa dikerjakan. Soalnya masih banyak yang sesuai dengan yang aku pelajari sebelumnya,” katanya.

Tekanan Mental dan Persiapan Minim

Selain kendala waktu, para peserta juga mengaku menghadapi tekanan mental cukup besar karena hasil TKA akan dijadikan validasi nilai rapor untuk jalur prestasi (SNBP) ke perguruan tinggi.

“Jelas ada pressure-nya, karena dibilang nilai TKA bakal dipakai buat masuk universitas lewat SNBP. Jadi selain ujian, kita kayak bawa beban tambahan juga,” ujar Valen dengan nada cemas.

Sementara itu, siswa lainnya, Yusuf dan Zafir, menyoroti persiapan yang dirasa terlalu singkat. Mereka mengatakan waktu belajar efektif hanya sekitar tiga bulan, bahkan pengayaan intensif baru diberikan satu bulan sebelum tes.

“Sekolah baru kasih pengayakan sebulan sebelum TKA. Jadi waktu belajarnya dikit banget, padahal materinya banyak,” kata Yusuf.

Zafir menambahkan, banyak materi yang telah mereka pelajari dari kelas X hingga XII justru tidak muncul dalam ujian.

“Udah belajar banyak malah enggak keluar soalnya. Jadinya stres, apalagi soal Matematika kemarin susah banget,” ungkapnya.

Sekolah Dukung Partisipasi Siswa

Waka Humas SMAN 2 Mataram, Ilhamuddin Aminullah, menjelaskan bahwa seluruh siswa kelas XII di sekolahnya — sebanyak 493 peserta diimbau untuk mengikuti TKA yang diselenggarakan secara online di sekolah.

“Kami menyarankan semua siswa ikut. Selain untuk pengalaman, sertifikat TKA ini penting karena bisa digunakan sebagai validasi nilai rapor untuk SNBP,” jelas Ilham.

Menurut Ilham, nilai TKA yang baik dapat menjadi poin tambahan bagi siswa dengan prestasi akademik yang bagus.

“Kalau nilai rapor bagus dan TKA-nya juga tinggi, peluang diterima di perguruan tinggi akan lebih besar,” ujarnya.

Selain itu, pihak sekolah juga menilai tes seperti TKA penting untuk melatih siswa menghadapi soal-soal dengan tingkat kesulitan tinggi (HOTS).

“Meskipun waktunya terbatas, kami berusaha maksimal menyiapkan anak-anak agar terbiasa dengan tipe soal seperti ini,” sebut Ilham.

Pelaksanaan Berjalan Lancar Meski Penuh Tekanan

Pelaksanaan TKA di SMAN 2 Mataram dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama digelar 3–4 November 2025, sedangkan gelombang kedua dijadwalkan pada 5–6 November 2025.

“Tes ini dilakukan secara online dengan sistem, jadwal, dan soal yang diatur langsung oleh pusat, serta menggunakan pengawas silang untuk memastikan kejujuran dan ketertiban ujian,” terang Ilham.

Ilham menegaskan sejauh ini tidak ada kendala teknis yang berarti selama pelaksanaan.

“Alhamdulillah berjalan lancar, tidak ada kendala server atau jaringan,” ucapnya.

Meski demikian, di berbagai daerah, keluhan serupa juga muncul, terutama soal durasi pengerjaan dan tingkat kesulitan soal Matematika. Sebagian siswa berharap Kemendikbudristek dapat mengevaluasi sistem waktu dan distribusi soal agar pelaksanaan gelombang berikutnya berjalan lebih ideal.

“Pelaksanaan TKA tahun 2025 menjadi perhatian publik karena menjadi bagian dari reformasi sistem seleksi masuk perguruan tinggi di Indonesia. Dengan nilai yang digunakan untuk jalur prestasi, tekanan terhadap siswa semakin besar. Meski begitu, para guru dan pihak sekolah berharap TKA bisa menjadi momentum peningkatan kualitas belajar siswa, bukan sekadar ujian formal semata. Dan di balik semua keluhan dan tekanan itu, semangat para pelajar tetap menyala sebab bagi mereka, TKA bukan sekadar tes, melainkan gerbang awal menuju masa depan yang lebih baik,” pungkas Ilham.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *