google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Diterapkan di Kota Mojokerto

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Mojokerto, iKoneksi.com – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, atau yang akrab disapa Ning Ita, memastikan bahwa seluruh satuan pendidikan di Kota Mojokerto telah menerapkan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH). Kebijakan ini diterapkan mulai jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Hal tersebut disampaikan oleh Ning Ita usai mengikuti Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang berlangsung di Lapangan Sasana Praja Abhipraya, Balai Kota Mojokerto, pada Jumat, (2/5/2025).

“Kebiasaan yang menjadi bagian dari kebijakan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI ini bertujuan untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, sehat, dan produktif. Tujuh kebiasaan tersebut meliputi: bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, aktif bermasyarakat, serta tidur tepat waktu. Kebiasaan-kebiasaan ini diharapkan dapat menanamkan disiplin, pola hidup sehat, dan semangat belajar tinggi pada anak-anak sejak dini,” kata Ning Ita saat ditemui iKoneksi.com seusai kegiatan, Jumat (2/5/2025).

Penerapan Kebiasaan Sejak Awal 2025

Ning Ita menjelaskan seluruh kebiasaan ini sudah mulai diterapkan dan disosialisasikan di seluruh sekolah di Kota Mojokerto sejak awal tahun 2025. Tidak hanya sebagai program rutin, kebiasaan ini dirancang untuk membentuk budaya positif yang berkelanjutan bagi anak-anak. Bahkan, dalam kegiatan Pagi Ceria yang dilaksanakan setiap hari, siswa-siswa melakukan Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH), menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.

“Kita ingin membiasakan anak-anak hidup teratur, sehat, disiplin, dan memiliki semangat belajar yang tinggi sejak dini. Ini adalah langkah awal untuk mencetak generasi muda yang cerdas dan memiliki karakter kuat,” kata Ning Ita.

Salah satu inovasi dalam penerapan kebiasaan ini diungkapkan Ning Ita adalah diperkenalkannya Album Kicau di tingkat Taman Kanak-Kanak (TK).

“Album ini berisi lagu-lagu anak yang edukatif, bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada anak-anak di usia dini. Dengan demikian, mereka akan terbiasa dengan perilaku yang baik dan bermanfaat bagi kehidupan mereka ke depan,” ucap Ning Ita.

Sejalan dengan Misi Kota Mojokerto dan Pemerintah Pusat

Kebijakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat ini, menurut Ning Ita, sejalan dengan salah satu misi dalam Panca Cita Pemerintah Kota Mojokerto, yaitu peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Program unggulan Mojokerto Cerdas dan Mojokerto Berprestasi menjadi landasan utama dalam pencapaian tersebut. Ning Ita menekankan bahwa kebiasaan ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, yang berkomitmen membangun SDM yang kuat sebagai agen perubahan untuk Indonesia yang lebih adil dan makmur.

“Kebiasaan ini mendukung visi kita untuk menciptakan SDM yang berkualitas, yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang baik. Dengan begitu, generasi muda Kota Mojokerto bisa menjadi motor penggerak kemajuan bangsa,” jelas Ning Ita.

Selain itu, penerapan kebiasaan ini juga mendukung implementasi program Ning Ita di Sekolah yang telah diluncurkan Pemkot Mojokerto sejak 2022. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan iman dan takwa di kalangan siswa, sekaligus memperkuat akhlak dan nilai spiritual mereka.

“Program ini berfokus pada pembentukan karakter yang positif pada generasi penerus bangsa,” terang Ning Ita.

Budaya Baik yang Dibentuk Sejak Dini

Ning Ita menegaskan penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat bukan hanya sekadar rutinitas harian, tetapi merupakan bagian dari pembentukan budaya yang baik bagi anak-anak.

“Jika kebiasaan ini dibiasakan sejak dini, anak-anak akan terbiasa menjalankan pola hidup sehat, disiplin, dan memiliki semangat belajar tinggi. Kami ingin membentuk generasi emas Indonesia yang berkualitas,” ujarnya.

Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini juga berlangsung meriah dan penuh semangat kebangsaan. Para peserta upacara mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, sebagai simbol keberagaman budaya dan kekayaan bangsa. Hal ini mencerminkan semangat kebangsaan yang kuat dalam dunia pendidikan, serta menjadi bagian dari usaha Pemkot Mojokerto untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda.

“Dengan penerapan kebiasaan-kebiasaan positif ini, kami berharap dapat mencetak generasi penerus yang tidak hanya cerdas dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tukas Ning Ita. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *