google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

14 Pohon Tumbang di Malang, Pemkot Siapkan Asuransi Rp 15 Juta per Kendaraan

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Kota Malang kembali diterpa cuaca ekstrem yang membuat warganya waswas. Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur kota berhawa sejuk ini pada Minggu (2/11/2025) mengakibatkan sedikitnya 14 pohon besar tumbang di berbagai titik. Sejumlah kendaraan rusak tertimpa pohon, sementara sebagian ruas jalan sempat lumpuh akibat batang pohon melintang di tengah jalan.

Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) langsung bergerak cepat melakukan langkah mitigasi. Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan program perempesan besar-besaran terhadap 12 ribu pohon yang tersebar di seluruh wilayah Kota Malang. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan potensi pohon tumbang di masa mendatang.

“Rekan-rekan di lapangan sebenarnya sudah sering melakukan perempesan. Tetapi karena jumlah keseluruhan pohon di Kota Malang mencapai 12 ribu, tentu tidak bisa selesai sekaligus. Jadi kami lakukan secara bertahap di beberapa titik,” kata Raymond kepada iKoneksi.com, Rabu (5/11/2025).

Langkah Mitigasi DLH: Fokus pada Pohon Rawan Tumbang

Menurut Raymond, jenis pohon yang mendominasi Kota Malang di antaranya mahoni, kenari, asem, dan trembesi. Dari semua jenis itu, pohon trembesi menjadi prioritas untuk dipangkas karena memiliki daun yang lebat sehingga berisiko tumbang saat diterpa angin kencang.

“Yang paling banyak memang pohon mahoni. Di jalan arteri seperti Jalan Panglima Sudirman, justru banyak pohon kenari dan asem. Sedangkan trembesi, meski akarnya kuat, daunnya sangat rimbun jadi harus rutin dirempesi,” jelasnya.

Proses perempesan ini dilakukan sepanjang hari dengan melibatkan tiga tim khusus DLH dan tiga armada pendukung, yakni satu mobil tangga (skylift) dan dua truk.
Setiap tim mampu menangani tiga hingga empat pohon per hari, tergantung ukuran pohon dan kondisi di lapangan.
Namun, Raymond mengakui, ada pohon berukuran besar yang pengerjaannya bisa memakan waktu hingga tiga hari penuh.

“Kami prioritaskan pohon-pohon yang posisinya miring, kering, atau berpotensi tumbang di pinggir jalan. Ketiganya sudah kami petakan dan menjadi fokus utama,” sebutnya.

Asuransi Rp15 Juta untuk Kendaraan yang Tertimpa Pohon

Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap masyarakat, Pemerintah Kota Malang juga menyiapkan asuransi kendaraan hingga Rp15 juta per unit bagi warga yang mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon di area publik. Kebijakan ini menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang terdampak langsung oleh bencana alam.

“Batas maksimal penggantian asuransi Rp 15 juta. Tapi jika satu pohon menimpa lebih dari satu kendaraan, maka nilai klaim akan disesuaikan atau dibagi,” kata Raymond.

Pada tahun 2025 ini, Pemkot Malang telah menyiapkan anggaran sekitar Rp300 juta untuk pembayaran premi asuransi.
Proses klaim dilakukan melalui perusahaan asuransi rekanan berdasarkan laporan dan verifikasi resmi dari DLH Kota Malang.

“Selain kerusakan kendaraan, DLH juga memberikan perlindungan terhadap biaya pengobatan luka ringan akibat insiden pohon tumbang. Penggantian dilakukan dengan sistem reimbursement melalui bukti kwitansi. Kalau hanya luka ringan seperti lecet dan cukup rawat jalan, bisa diganti DLH. Tapi kalau sampai perlu rawat inap, kami arahkan menggunakan BPJS karena cakupannya lebih luas,” jelas Raymond.

Cuaca Ekstrem Dianggap Bencana Alam

Raymond menyebut, cuaca ekstrem yang melanda Kota Malang kali ini termasuk kategori bencana alam. Pasalnya, dari 14 pohon yang tumbang, beberapa diketahui sudah rapuh akibat terbakar sebelumnya, sementara sebagian lainnya roboh secara tiba-tiba.

“Kemarin ada lebih dari 14 lokasi yang pohonnya patah dan tumbang. Beberapa karena bekas terbakar, ada juga yang tiba-tiba roboh. Saat ini kami anggap sebagai bencana alam,” ujarnya.

DLH memastikan, kegiatan perempesan dan pemotongan akan terus dilakukan secara berkala hingga seluruh titik rawan dapat diatasi.

“Warga juga diimbau untuk melapor apabila menemukan pohon miring, lapuk, atau berpotensi tumbang di lingkungan mereka agar bisa segera ditangani oleh petugas DLH,” sebut Raymond.

Pemkot Malang Siaga Hadapi Perubahan Iklim

Cuaca ekstrem yang makin sering terjadi di Kota Malang menjadi peringatan dini terhadap ancaman perubahan iklim. Pemerintah kota kini fokus tidak hanya pada penanganan pascabencana, tetapi juga pencegahan di lapangan.

Melalui sinergi antara DLH, BPBD, dan dinas teknis lain, Pemkot Malang menargetkan mitigasi menyeluruh terhadap bencana pohon tumbang, termasuk evaluasi kondisi tanah dan sistem drainase di area hijau kota.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat menjadikan Kota Malang lebih tangguh menghadapi cuaca ekstrem, sekaligus memberikan rasa aman bagi warganya.

“Kami ingin memastikan, masyarakat tidak hanya terlindungi secara fisik, tapi juga secara sosial dan finansial. Asuransi ini adalah salah satu bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga Kota Malang,” pungkas Raymond.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *