Kota Mojokerto, iKoneksi.com – Suasana tenang dan damai menyelimuti perayaan ibadah Paskah di Kota Mojokerto. Umat Kristiani menjalani momen sakral ini dengan penuh khidmat di sejumlah gereja, Jumat (18/4/2025). Namun di balik ketenangan itu, aparat kepolisian dari Polres Mojokerto Kota bekerja ekstra untuk menjamin pelaksanaan ibadah berlangsung aman dan tanpa gangguan.
176 Personel Dikerahkan, Pengamanan Maksimal di Setiap Gereja
Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Daniel S. Marunduri, S.I.K., M.H., memastikan pihaknya menurunkan sebanyak 176 personel gabungan dari Polres dan Polsek jajaran. Langkah ini diambil guna menjamin keamanan selama perayaan Hari Raya Paskah, yang diperingati umat Kristiani sebagai hari wafatnya Isa Almasih.
“Ya, kami telah menurunkan personel gabungan dari Polres dan Polsek jajaran untuk melakukan pengamanan di gereja-gereja dalam rangka perayaan Paskah,” ujar Daniel kepada iKoneksi.com, Jumat (18/4/2025).
Pengamanan dilakukan secara menyeluruh, mencakup pengawasan di dalam maupun di luar lingkungan gereja.
“Tujuannya tak lain adalah memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh jemaat yang melaksanakan ibadah, sehingga mereka dapat menjalani momen keagamaan dengan khidmat dan penuh ketenangan,” terang Daniel.
Fokus pada Stabilitas dan Kamtibmas
Daniel menegaskan pengamanan ini adalah bagian dari upaya menciptakan situasi kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) yang kondusif di wilayahnya.
“Dalam momen penting seperti Paskah, stabilitas sosial menjadi sangat vital, terutama dalam kota yang majemuk seperti Mojokerto,” sebut Daniel.
Menurut Daniel, kehadiran aparat di gereja bukan hanya sebatas rutinitas pengamanan, melainkan wujud nyata dari komitmen Polri menjaga keberagaman dan menghormati setiap keyakinan. Ia juga menegaskan, seluruh personel akan tetap berjaga hingga rangkaian ibadah selesai dilaksanakan.
Wujud Kepedulian dan Toleransi Antarumat Beragama
Paskah tahun ini memang menjadi momentum penting, terutama bagi jemaat yang merayakan setelah melalui berbagai tantangan sosial dan ekonomi pasca pandemi. Kehadiran aparat kepolisian memberikan dukungan moral tersendiri bagi umat Kristiani yang sedang meneguhkan kembali iman dan harapan mereka.
“Suasana damai yang tercipta bukan semata karena upacara keagamaan berjalan lancar, tetapi juga karena adanya kolaborasi harmonis antara gereja dan aparat keamanan, yang saling bahu-membahu menjaga kesakralan momen tersebut,” ungkap Daniel.
Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Damai
Daniel tak lupa menyampaikan ucapan hangat kepada seluruh umat Kristiani di Kota Mojokerto yang tengah merayakan Hari Raya Paskah.
“Selamat Merayakan Paskah Penuh Cinta, Damai, dan Sukacita,” seru Daniel.
Ucapan itu mencerminkan semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama yang selama ini menjadi fondasi kuat Kota Mojokerto. Bahwa keamanan dan ketenangan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan hasil dari kesadaran kolektif untuk menjaga harmoni di tengah keberagaman.
“Dengan pengamanan maksimal dan suasana yang kondusif, Paskah 2025 di Mojokerto menjadi contoh nyata bahwa perbedaan bisa dirayakan dalam kebersamaan, dan ibadah bisa berjalan damai dengan dukungan semua pihak,” pungkas Daniel. (04/iKoneksi.com)




















