google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Anggaran Perbaikan Jalan Dipangkas, DPUPR Kota Batu Prioritaskan Pemeliharaan

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu memastikan perbaikan jalan berlubang tetap berjalan meski anggaran pemeliharaan tahun ini mengalami pemangkasan signifikan. Perbaikan dilakukan melalui skema pemeliharaan rutin, dengan prioritas pada ruas jalan yang padat dilalui kendaraan dan memiliki fungsi pelayanan publik tinggi.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kota Batu, Eko Setiawan, menuturkan anggaran perbaikan jalan dari tahun ke tahun terus berubah. Pada 2025, alokasi anggaran pemeliharaan jalan tercatat lebih dari Rp 4 miliar, namun pada tahun berjalan mengalami pemotongan hingga menyisakan sekitar Rp 300 Juta dan kini telah habis terserap.

“Untuk perbaikan jalan berlubang itu tetap kami sediakan, tapi sifatnya pemeliharaan rutin. Anggarannya memang dari tahun lalu ke sekarang banyak perbedaannya,” ujar Eko.

Meski demikian, DPUPR berupaya menjaga kondisi jalan di Kota Batu agar tetap dalam kategori mantap. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menyesuaikan metode pekerjaan di lapangan, termasuk kembali menggunakan teknik penggorengan aspal manual akibat keterbatasan material.

“Material kita di 2025 ini sudah habis. Teman-teman di lapangan sekarang melaksanakan penggorengan, membuat aspal secara manual. Prosesnya memang lebih lama, tapi hasilnya sedikit. Namun itu yang bisa kita lakukan saat ini,” katanya.

Eko mengakui, metode manual membuat durasi pekerjaan menjadi lebih panjang dan volume perbaikan terbatas. Namun DPUPR berencana mempercepat ketersediaan material pada pertengahan tahun agar produktivitas perbaikan bisa meningkat.

“Nanti di bulan Juni kami upayakan lagi percepatan pengadaan material. Supaya waktu pengerjaan lebih singkat dan hasil perbaikannya bisa lebih banyak,” ujarnya.

Terkait jumlah titik perbaikan, DPUPR tidak menetapkan target berdasarkan jumlah lubang atau ruas tertentu. Perbaikan dilakukan secara responsif, setiap kali ditemukan kerusakan di ruas jalan kewenangan pemerintah kota.

“Tidak ada patokan berapa titik. Ketika kami temui jalan berlubang di ruas yang menjadi kewenangan kami, langsung kami lakukan perbaikan,” tegas Eko.

Strategi tersebut, menurutnya, diterapkan untuk mencegah kerusakan meluas dan meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas. Meski anggaran terbatas, DPUPR berupaya mengoptimalkan sumber daya yang ada dengan memprioritaskan ruas jalan strategis.

“Kami utamakan jalan-jalan yang paling banyak dilalui kendaraan dan dimanfaatkan masyarakat umum. Itu yang menjadi prioritas,” ucapnya.

Eko juga tidak menampik bahwa keterbatasan anggaran berdampak pada kecepatan penanganan di lapangan. Namun pihaknya menegaskan komitmen untuk tetap menjaga kualitas infrastruktur jalan, meski harus menyesuaikan dengan kondisi fiskal daerah.

“Bagaimana lagi, anggaran kita seperti itu. Tapi prinsipnya kami tetap berusaha supaya jalan-jalan di Kota Batu ini terlihat dan terasa mantap,” pungkasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *