google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Ardantya Syahreza Dorong Kota Malang Jadi Pusat Health Tourism

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Surakarta, iKoneksi.com – Upaya menjadikan Malang Raya sebagai pusat pariwisata kesehatan bertaraf internasional kembali dipertegas oleh Ketua Malang Health Tourism Board (MHTB), Ardantya Syahreza. Melalui undangan resmi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, Ardantya hadir langsung dalam pembukaan gelaran nasional “Wonderful Indonesia Wellness” di Taman Balekambang, Solo, dan memanfaatkan momentum ini untuk melakukan lobi strategis kepada pemerintah pusat.

Kehadirannya tidak hanya sebagai formalitas. Ardantya bergerak dengan agenda besar: memperjuangkan posisi Malang Raya dalam peta health tourism nasional, sekaligus membuka jalur kolaborasi lintas daerah demi mengakselerasi percepatan pengembangan ekosistem pariwisata kesehatan.

Wonderful Indonesia Wellness, Panggung Strategis untuk Health Tourism Nasional

Program Wonderful Indonesia Wellness (WIW) merupakan inisiatif unggulan Kemenparekraf yang dirancang untuk mempromosikan Indonesia sebagai destinasi kebugaran holistik terkemuka. Acara ini digelar selama sebulan penuh pada November, dengan Solo dan Yogyakarta sebagai pusat kegiatan.

Konsep WIW tidak berhenti pada aktivitas fisik semata. Program ini menekankan keseimbangan antara kesehatan raga, mental healing, dan kedamaian batin. Para peserta mendapatkan pengalaman wellness yang immersive, mulai dari terapi relaksasi dengan musik gamelan, praktik tradisi lokal penenang jiwa, hingga aktivitas budaya yang dirancang untuk mengembalikan ketenangan mental.

Bagi Ardantya, WIW adalah contoh konkret bagaimana sektor pariwisata kesehatan bisa dikemas menarik, bernilai ekonomi, dan berkelanjutan. Dan ia melihat Malang memiliki potensi serupa, bahkan lebih besar jika digarap serius.

Lobi Cepat ke Menteri Pariwisata, Sinyal Positif untuk Malang

Di sela-sela acara pembukaan, Ardantya bergerak cepat. Ia bertemu langsung dengan Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, untuk menyampaikan kesiapan Malang Raya menjadi pusat pengembangan health tourism berikutnya.

“Saya sampaikan dan ingatkan Ibu Menteri, bahwa next-nya adalah Malang Raya yang harus menjadi fokus pengembangan destinasi health tourism,” kata Ardantya.

Respons sang Menteri pun tidak sekadar ramah, tetapi sangat positif.

“Bu Menteri langsung menjawab, ‘Ah iya, yuk kapan yuk next kita ke Malang.’ Ini sinyal hijau dan suntikan semangat bagi kami,” tegas Ardantya.

Jawaban ini memberi harapan besar pemerintah pusat membuka pintu, dan Malang hanya perlu membuktikan konsistensinya.

Ardantya memang dikenal berani menjemput bola. Bukan tipe pemimpin yang menunggu. Ia datang, berdialog langsung, dan memperkuat jaringan nasional untuk membawa daerahnya maju.

Kolaborasi Antar Daerah, Fondasi Ekosistem Health Tourism

Tidak hanya bertemu menteri, Ardantya juga memanfaatkan momentum WIW untuk memperkuat relasi antar daerah. Ia bertemu Wali Kota Solo, Respati Ardi, yang menyambut baik peluang kolaborasi.

Keduanya langsung sepakat membangun sinergi antara ekosistem Health Tourism Board di Solo dan Malang.

“Kami sepakat untuk sama-sama menguatkan ekosistem Health Tourism Board di Solo dan Malang. Sesama keluarga besar HIPMI harus saling support dan berkolaborasi membangun daerah,” kata Ardantya.

Langkah ini penting. Sebab pengembangan pariwisata kesehatan tidak cukup dengan satu daerah bekerja sendiri. Dibutuhkan jejaring, rujukan antar kota, dan paket wisata terintegrasi agar wisatawan kesehatan merasa aman, nyaman, dan tertarik kembali.

Malang Raya Menuju Panggung Health Tourism Global

Gerak cepat Ardantya Syahreza dalam acara WIW menunjukkan karakternya sebagai pemimpin yang visioner sekaligus eksekutor. Ia tidak hanya menetapkan visi besar, tetapi langsung membangun jalur-jalur strategis di tingkat kementerian maupun antar daerah.

Lobi politiknya berjalan. Relasi nasionalnya melebar. Komitmennya memperkuat branding Malang sebagai pusat health tourism semakin kokoh.

“Jika strategi ini diteruskan, Malang Raya berpeluang menjadi pemain utama di sektor pariwisata kesehatan global menggabungkan kesejukan alam, fasilitas kesehatan modern, kultur wellness tradisional, serta jejaring daerah yang solid. Perjalanan masih panjang, tetapi langkah di Solo hari ini menjadi bukti bahwa Malang Raya sedang bergerak menuju masa depan yang lebih besar. Melalui MHTB dan dukungan pemerintah pusat, harapan menjadikan Malang sebagai destinasi health tourism berkelas dunia kini semakin nyata,” tutupnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *