Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

ASN Kota Malang Mulai Gowes, Pemkot Uji Coba Kebijakan

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Kebijakan bersepeda ke kantor setiap hari Jumat resmi diuji coba oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Malang. Program ini menjadi langkah awal mendorong penghematan bahan bakar sekaligus membangun budaya hidup sehat di kalangan pegawai.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan kebijakan tersebut masih berada pada tahap awal sehingga membutuhkan evaluasi menyeluruh sebelum diterapkan secara luas.

“Ini masih uji coba. Kita lihat dulu apa saja yang perlu disiapkan jika nanti diterapkan secara masif,” ucap Wahyu.

Infrastruktur Jadi Catatan Utama

Dalam pelaksanaannya, sejumlah catatan langsung muncul, terutama terkait kesiapan infrastruktur pendukung. Wahyu menilai fasilitas seperti parkir sepeda menjadi kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi. Menurutnya, aspek keamanan juga tidak bisa diabaikan. Risiko kehilangan sepeda dinilai cukup tinggi jika tidak didukung sistem pengamanan yang memadai.

“Motor yang berat saja bisa hilang, apalagi sepeda yang ringan,” tegasnya.

Hal ini dikatakan Wahyu menjadi perhatian penting jika program ingin berjalan konsisten dan berkelanjutan.

Kebutuhan Ruang Ganti Jadi Sorotan

Selain infrastruktur luar, kondisi internal perkantoran juga perlu disesuaikan. Aktivitas bersepeda yang memicu keringat membuat kebutuhan ruang ganti menjadi krusial, terutama bagi ASN perempuan. Wahyu menjelaskan, pegawai tetap dituntut tampil rapi dan profesional setelah tiba di kantor, mengingat agenda kerja seperti rapat dan kunjungan lapangan tetap berjalan normal.

“Setelah bersepeda, kita tetap harus bertugas. Ada rapat, ada kegiatan lain yang menuntut kita tetap berseragam rapi,” sebut mantan Sekda Kabupaten Malang itu.

Tanpa Sanksi, ASN Diberi Fleksibilitas

Meski sudah dimulai, Pemkot Malang belum menerapkan sanksi bagi ASN yang belum mengikuti program tersebut. Kebijakan ini masih bersifat imbauan dengan berbagai opsi transportasi yang tersedia. ASN tetap diperbolehkan menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum sebagai alternatif.

“Belum ada sanksi. Kita beri opsi, bisa sepeda atau naik angkutan umum. Intinya kita mulai mengurangi penggunaan BBM,” jelas Wahyu.

“Pendekatan ini dipilih agar proses adaptasi berjalan lebih natural tanpa tekanan,” sambungnya.

Dorong Hemat Energi dan Gaya Hidup Sehat

Alumnus ITN itu membeberkan di balik kebijakan ini, terdapat dua tujuan utama yang ingin dicapai, yakni penghematan energi dan peningkatan kesehatan ASN. Wahyu menilai, bike to work bukan hanya soal transportasi, tetapi juga bagian dari perubahan gaya hidup yang lebih aktif dan sehat.

“Manfaatnya banyak, selain hemat BBM juga untuk kesehatan. Biar terhindar dari penyakit seperti kolesterol, diabetes, dan hipertensi,” ungkap Wahyu.

Menuju Kebijakan Berkelanjutan

Politisi Gerindra itu mengungkapkan uji coba ini menjadi langkah awal menuju kebijakan yang lebih besar. Namun, keberhasilan program akan sangat bergantung pada kesiapan fasilitas, dukungan ASN, serta evaluasi berkelanjutan. Pemkot Malang memaparkan seluruh masukan dari pelaksanaan awal akan menjadi dasar penyempurnaan kebijakan ke depan.

“Dengan pendekatan bertahap, program ini diharapkan tidak hanya menjadi gerakan sesaat, tetapi mampu menjadi budaya baru di lingkungan pemerintahan,” pungkas Wahyu.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *