google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Bapenda Kota Batu Evaluasi PAD Tahun 2025, Adhim: Retribusi Bangunan Dongkrak PAD

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batu, M. Nur Adhim, membeberkan capaian realisasi retribusi daerah sepanjang tahun 2025. Dari total target Rp24,85 miliar, realisasi mencapai Rp10,60 miliar atau 42,67 persen hingga 31 Desember 2025 .

Meski belum menyentuh 100 persen secara keseluruhan, sejumlah pos retribusi justru mencatatkan capaian signifikan, bahkan melampaui target. Adhim menegaskan, capaian ini menjadi bahan evaluasi penting dalam menyusun strategi optimalisasi pendapatan daerah pada 2026.

“Kami melihat ada sektor yang sangat potensial dan ada pula yang perlu perhatian khusus. Evaluasi ini menjadi dasar perbaikan ke depan,” kata Adhim kepada iKoneksi.com, Rabu (4/3/2026).

Retribusi Bangunan Lampaui Target

Menurut Adhim salah satu capaian menonjol datang dari Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Dari target Rp2,5 miliar, realisasi mencapai Rp2,52 miliar atau 100,86 persen . Capaian tersebut menunjukkan tingginya aktivitas pembangunan di Kota Batu sepanjang 2025.

“PBG menjadi indikator pertumbuhan sektor properti dan investasi. Ini sinyal baik bagi ekonomi daerah,” sebut Adhim.

“Selain itu, Retribusi Penyewaan Tanah dan Bangunan (Dinas Pendidikan) mencatat realisasi 75,77 persen , sementara Retribusi Pemakaian Kendaraan Bermotor (Dinas PUPR) mencapai 73,10 persen,” imbuhnya.

Parkir dan Pasar Tumbuh Stabil

Retribusi Tempat Khusus Parkir (Diskoperindag) terealisasi 55,66 persen , sedangkan Retribusi Pelayanan Pasar mencapai 43,66 persen . Dikatakan Adhim, capaian sektor parkir dan pasar masih memiliki ruang optimalisasi, terutama melalui digitalisasi sistem pembayaran dan penataan manajemen di lapangan.

“Kami terus mendorong transparansi dan akuntabilitas agar potensi kebocoran bisa ditekan,” ungkap dia.

Sektor Lain Masih Perlu Digenjot

Beberapa sektor tercatat masih rendah, seperti Retribusi Persampahan dan Kebersihan serta sejumlah layanan teknis lainnya. Adhim mengakui, rendahnya capaian di beberapa pos dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari efektivitas penagihan hingga dinamika ekonomi masyarakat.

“Kami tidak menutup mata. Evaluasi menyeluruh sudah dilakukan bersama OPD teknis untuk mencari solusi konkret,” tekan Adhim.

Strategi 2026 di Bawah Kendali Adhim

Memasuki 2026, Adhim menekankan Bapenda akan memperkuat sinergi dengan perangkat daerah pengelola retribusi. Pengawasan berbasis data, digitalisasi pembayaran, serta peningkatan kepatuhan wajib retribusi menjadi fokus utama. Ia juga menekankan pentingnya transparansi agar pendapatan daerah benar-benar maksimal dan berdampak langsung pada pembangunan Kota Batu.

“Setiap rupiah retribusi adalah kontribusi masyarakat untuk pembangunan. Kami pastikan pengelolaannya akuntabel,” lugas Adhim.

“Dengan capaian 2025 sebagai pijakan, Bapenda optimist target retribusi 2026 dapat dikelola lebih efektif dan progresif,” tandas Adhim

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *