google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Baznas Luncurkan Program Microfinance di Mojokerto

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Mojokerto, iKoneksi.com – Baznas Republik Indonesia (RI) bersama dengan Baznas Kota Mojokerto secara resmi meluncurkan program Baznas Microfinance Desa (BMD) yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian mustahik melalui akses permodalan usaha dan pendampingan pengembangan usaha mikro. Program ini hadir sebagai salah satu langkah strategis dalam upaya memperbaiki ekonomi masyarakat, khususnya yang berada di pedesaan.

Pada acara peluncuran yang digelar di Kantor BMD Mojokerto, Jawa Timur, pada Selasa (29/4/2025), sejumlah pejabat penting hadir untuk meresmikan program yang diharapkan bisa memberikan dampak besar bagi ekonomi lokal ini. Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Baznas RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, serta sejumlah tokoh lainnya, termasuk Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari.

BMD: Program Unggulan Baznas untuk Usaha Mikro

BMD dikatakan Noor adalah salah satu inisiatif unggulan dari Baznas yang difokuskan pada pemberdayaan ekonomi pelaku usaha mikro melalui bantuan permodalan yang berbasis pada prinsip al-Qardh al-Hasan, yakni pinjaman tanpa bunga dan tanpa orientasi keuntungan.

“Program ini bertujuan agar mustahik, yaitu mereka yang berhak menerima zakat, infak, dan sedekah (ZIS), bisa mengembangkan usahanya tanpa harus terbebani dengan cicilan yang berat,” tutur Noor.

Noor mengungkapkan program BMD merupakan upaya nyata Baznas untuk membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, terutama di daerah-daerah pedesaan seperti Mojokerto.

“BMD sudah membantu ribuan pelaku usaha mikro di berbagai daerah. Kini, Mojokerto menjadi bagian dari daerah yang merasakan manfaatnya,” ungkap Noor.

Selain pemberian dana permodalan, BMD juga menyediakan pendampingan usaha untuk memastikan agar bantuan yang diberikan dapat digunakan secara optimal. BMD sudah beroperasi di 26 daerah di 17 provinsi di Indonesia, dan Mojokerto menjadi salah satu yang terpilih untuk mendapatkan manfaat program ini sejak awal 2025.

Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Mojokerto

Dengan adanya BMD, Noor berharap bahwa para pelaku usaha mikro di Mojokerto dapat memperoleh modal yang diperlukan untuk mengembangkan usaha mereka. Program ini diyakini dapat membantu meningkatkan kapasitas usaha dan mendorong kemandirian ekonomi para mustahik.

“Program ini juga diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal yang pada akhirnya turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Noor.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran BMD di kota tersebut. Ia menilai bahwa program ini sangat sejalan dengan visi Pemerintah Kota Mojokerto yang ingin meningkatkan taraf hidup masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kami menyambut baik kehadiran BMD di Kota Mojokerto. Program ini nyata dampaknya bagi pelaku usaha kecil dari kalangan tidak mampu. Ini adalah bentuk kolaborasi yang sangat dibutuhkan dalam menciptakan masyarakat mandiri dan sejahtera,” kata Ika.

Lebih lanjut, Ika juga menegaskan bahwa Pemkot Mojokerto siap untuk bersinergi dengan Baznas dalam mendukung proses pendampingan, pelatihan, dan pemantauan untuk memastikan bahwa penerima manfaat BMD bisa mengembangkan usahanya secara profesional dan berkelanjutan.

“Pemkot Mojokerto berkomitmen penuh untuk mendukung kelancaran program ini,” tegas Ika.

Dampak Positif bagi Pelaku Usaha Mikro

Program BMD di Mojokerto sangat diharapkan Noor bisa memberi dampak positif yang luas, tidak hanya bagi penerima manfaat, tetapi juga bagi perekonomian daerah secara keseluruhan.

“Selain memberikan akses modal, pendampingan yang disediakan diharapkan bisa meningkatkan keterampilan pelaku usaha mikro dalam mengelola usaha mereka dengan lebih baik dan lebih profesional,” terang Noor.

Hadir pula dalam acara peluncuran Wakil Ketua II Baznas Provinsi Jawa Timur K.H. Ahsanul Haq, Wakil Ketua III Baznas Provinsi Jawa Timur K.H. Muhammad Zakki, Wakil Ketua IV Baznas Provinsi Jawa Timur K.H. Husnul Khuluq, serta Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi, yang turut memberikan dukungan terhadap keberhasilan program ini.

“Dengan adanya program Baznas Microfinance Desa, Kota Mojokerto menjadi bagian dari langkah besar dalam pemberdayaan ekonomi mikro yang akan membawa perubahan signifikan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, serta membantu mereka keluar dari jerat kemiskinan melalui akses permodalan yang lebih mudah dan terjangkau,” pungkas Noor. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *