google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Dewanti Bongkar Titik Rawan Mudik: Longsor, Banjir, hingga Macet

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com — Menjelang puncak arus balik Lebaran 2026, Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mengingatkan potensi gangguan serius di sejumlah jalur utama wilayah Malang Raya. Risiko tersebut meliputi longsor, banjir, hingga kemacetan parah akibat cuaca ekstrem yang masih melanda dalam beberapa hari terakhir.

Menurut Dewanti, kondisi hujan disertai angin kencang meningkatkan kerawanan di sejumlah titik strategis. Kawasan Kota Batu disebut sebagai wilayah dengan potensi longsor tinggi, sementara Kota Malang berisiko mengalami kemacetan dan genangan air, terutama di jalur padat kendaraan.

“Di Batu rawan longsor. Sementara di Malang, potensi macet dan banjir masih ada, khususnya di kawasan Soekarno-Hatta dan sekitarnya. Meski sudah ada perbaikan, genangan belum sepenuhnya teratasi,” kata Dewanti kepada iKoneksi.com, Ahad (22/3/2026).

Ia menegaskan, potensi gangguan ini harus segera diantisipasi melalui koordinasi lintas instansi, mulai dari pemerintah daerah, kepolisian hingga dinas perhubungan. Tanpa langkah cepat, kondisi tersebut dikhawatirkan menghambat mobilitas masyarakat selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

Tak hanya itu, Dewanti juga menyoroti sejumlah titik rawan kemacetan di wilayah Kabupaten Malang. Beberapa di antaranya berada di kawasan Pasar Lawang, Pasar Kepanjen, hingga jalur perbatasan antara Kota Malang dan Kabupaten Malang yang kerap mengalami kepadatan saat musim liburan. Meski demikian, ia mengapresiasi progres perbaikan infrastruktur jalan yang dilakukan pemerintah. Berdasarkan laporan dari instansi terkait, kondisi jalan provinsi dan nasional di Jawa Timur saat ini telah mencapai sekitar 90 persen dalam kondisi mantap.

Namun, Dewanti mengingatkan bahwa kelancaran arus mudik tidak hanya ditentukan oleh kualitas jalan. Faktor keselamatan lain seperti rambu lalu lintas, marka jalan, hingga kondisi pepohonan di tepi jalan juga harus menjadi perhatian serius.

“Hujan dan angin kencang bisa menyebabkan pohon tumbang. Ini berbahaya bagi pengguna jalan. Jadi bukan hanya jalannya yang diperhatikan, tetapi juga fasilitas pendukung lainnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dewanti memprediksi lonjakan mobilitas tidak hanya berasal dari pemudik, tetapi juga wisatawan. Hal ini lantaran momentum libur Lebaran tahun ini berdekatan dengan Hari Raya Nyepi, yang berpotensi meningkatkan kunjungan ke destinasi wisata di Malang Raya, khususnya di Kota Batu.

Situasi ini dinilai dapat memperparah kepadatan lalu lintas jika tidak diantisipasi sejak dini. Karena itu, ia meminta seluruh pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan, baik dari sisi rekayasa lalu lintas, pengamanan jalur, hingga mitigasi bencana di titik-titik rawan. Dewanti berharap, dengan langkah antisipatif yang matang, perjalanan masyarakat selama mudik dan arus balik Lebaran dapat berlangsung aman, lancar, dan minim risiko.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *