google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Disdikbud Kota Mojokerto Dorong Pendidikan Keluarga Lewat Workshop Kolaboratif

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Mojokerto, iKoneksi.com – Pemerintah Kota Mojokerto kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan yang kuat dan inklusif. Senin (5/5/2025), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto bekerja sama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Mojokerto menggelar Workshop Pembinaan Pendidikan Keluarga. Kegiatan ini dilangsungkan sebagai bagian dari upaya memperkuat peran keluarga sebagai unit pendidikan pertama dan utama bagi anak.

Bertempat di ruang pertemuan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto, workshop ini diikuti oleh 60 peserta, terdiri dari 36 orang anggota TP PKK Kota Mojokerto, 21 peserta dari PKK kecamatan dan kelurahan, serta 10 perwakilan dari internal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Kegiatan ini berlangsung dengan suasana interaktif dan penuh antusiasme.

Pendidikan Keluarga: Pilar Utama Mencetak Generasi Tangguh

Dalam sambutannya, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun pendidikan berbasis keluarga. Ia menyebut bahwa orang tua bukan hanya sebagai pendamping anak belajar, tetapi juga sebagai figur utama pembentuk karakter, mentalitas, dan nilai-nilai kebangsaan.

“Pendidikan keluarga adalah pondasi. Tanpa pondasi yang kuat, anak-anak kita akan mudah goyah ketika menghadapi tantangan zaman,” tegas Ika.

Ia juga menyampaikan bahwa transformasi digital dan perubahan sosial yang cepat menuntut peran orang tua semakin adaptif dan terlibat aktif dalam proses pendidikan. Menurutnya, pendekatan yang hanya mengandalkan sekolah sudah tidak cukup untuk menjawab kompleksitas dunia anak saat ini.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin agar keluarga-keluarga di Mojokerto tidak hanya menjadi tempat anak pulang, tapi juga menjadi tempat anak bertumbuh,” ucap Ika.

Tiga Fokus Strategis Workshop: Literasi, Karakter, dan Kolaborasi

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto, Ruby Hartoyo, dalam pemaparannya menjelaskan workshop ini difokuskan pada tiga pilar utama pembinaan pendidikan keluarga: literasi keluarga, pembentukan karakter anak, dan penguatan kolaborasi orang tua sekolah.

“Kami ingin mendorong agar keluarga menjadi subjek aktif dalam pendidikan, bukan sekadar penerima informasi dari sekolah,” kata Ruby.

Ia juga menjelaskan pendidikan keluarga bukan program musiman, melainkan pendekatan jangka panjang yang harus terus dikawal. Ruby menyoroti pentingnya meningkatkan kapasitas orang tua dalam memahami tumbuh kembang anak, dinamika sosial remaja, hingga cara menyikapi tantangan digital yang kini sangat mempengaruhi psikologi anak-anak.

“Orang tua tidak cukup hanya menasihati. Mereka perlu memahami bagaimana berkomunikasi dengan anak di era digital, termasuk soal kecanduan gawai, perundungan daring, dan tekanan media sosial,” terang Ruby.

TP PKK Jadi Garda Terdepan Sosialisasi Pendidikan

Ketua TP PKK Kota Mojokerto yang turut hadir menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk nyata sinergi antara institusi pemerintah dan gerakan masyarakat. PKK sebagai organisasi berbasis komunitas memiliki daya jangkau langsung hingga ke lapisan keluarga di RT dan RW.

“Dengan pelatihan ini, kader PKK bisa menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Mereka akan jadi penyambung informasi, motivator, sekaligus fasilitator pembelajaran bagi para orang tua,” ungkap salah satu pengurus TP PKK dalam diskusi.

Beberapa peserta workshop juga menyampaikan testimoni materi yang disampaikan sangat membumi dan kontekstual. Materi tidak hanya membahas teori, tetapi juga simulasi pendekatan pengasuhan anak berbasis dialog, empati, dan disiplin positif.

Komitmen Berkelanjutan untuk Pendidikan Menyeluruh

Sebagai penutup, Ika menyatakan workshop ini bukan akhir dari kegiatan, melainkan awal dari gerakan yang lebih besar. Ia meminta agar hasil dari workshop ini dapat ditindaklanjuti dengan program-program nyata di masing-masing kelurahan dan kecamatan, termasuk membentuk kelompok belajar keluarga dan komunitas parenting.

“Pendidikan yang baik bukan hanya dari gedung sekolah, tapi dari rumah-rumah yang memiliki semangat mendidik. Mari kita jadikan Mojokerto sebagai kota yang ramah bagi pendidikan anak dari dalam keluarga,” seru Ika.

Dengan semangat kolaboratif ini, Ika mengungkapkan Kota Mojokerto menunjukkan bahwa membangun kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada gedung sekolah dan kurikulum, tetapi juga dari kekuatan keluarga.

“Dan ketika keluarga bergerak bersama, pendidikan akan menjelma menjadi kekuatan yang tak tergoyahkan dalam membentuk generasi masa depan yang berkarakter, cerdas, dan berdaya saing,” pungkas Ika. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *