google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

DLH Kota Malang Siaga Cuaca Ekstrem, Fokus Rapikan Ribuan Pohon Kota

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Curah hujan tinggi disertai angin kencang yang melanda Kota Malang dalam beberapa hari terakhir membuat sejumlah wilayah porak-poranda. Setidaknya 14 pohon besar tumbang di berbagai titik, sebagian di antaranya menimpa kendaraan warga dan mengganggu arus lalu lintas.

Sebagai langkah cepat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang langsung bergerak melakukan tindakan antisipatif. Pelaksana harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan pihaknya kini fokus melakukan perapihan dan perempesan pohon-pohon besar yang dinilai rawan tumbang di sejumlah jalan protokol dan pemukiman padat.

“Kemarin ada 14 titik lokasi yang pohonnya patah dan tumbang. Ada yang kondisinya terbakar, ada juga yang tiba-tiba roboh,” kata Raymond kepada iKoneksi.com, Selasa (4/11/2025).

Fokus DLH: Perapihan dan Deteksi Pohon Rawan Tumbang

Raymond menjelaskan, curah hujan tinggi yang mengguyur Malang disertai hembusan angin kencang memang menjadi pemicu utama banyaknya pohon tumbang. Namun, kondisi internal pohon yang sudah rapuh juga memperparah situasi.

Untuk itu, DLH kini menggunakan alat deteksi internal pohon guna mengetahui kondisi akar dan batang dari dalam termasuk bagian yang tidak tampak dari permukaan tanah. Hasil deteksi inilah yang nantinya menjadi dasar untuk menentukan pohon mana saja yang harus dipangkas atau ditebang.

“Kami punya alat untuk mendeteksi kondisi dalam pohon, termasuk akar yang tidak terlihat. Jadi, kalau memang sudah rapuh, segera kami rapikan,” jelas Raymond.

Pihaknya menilai, peristiwa ini termasuk kategori bencana alam, sebab banyak pohon roboh secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda sebelumnya. Karena itu, selain penanganan darurat, DLH menyiapkan langkah pencegahan jangka panjang berupa pemetaan area rawan dan pemangkasan rutin di titik-titik padat aktivitas warga.

“Ke depan kami akan melakukan perempesan di Jalan Mayjend Sungkono dan sekitaran GOR Ken Arok, karena jenis pohonnya bukan pelindung dan sudah terlalu rimbun,” sebutnya.

12 Ribu Pohon Jadi Fokus Pemeliharaan

Dari hasil pendataan, Kota Malang memiliki sekitar 12.778 pohon yang tersebar di lima kecamatan. Rinciannya, Kecamatan Blimbing sebanyak 2.903 pohon, Klojen 2.997, Sukun 2.025, Lowokwaru 2.010, dan Kedungkandang 2.843 pohon.

Jenis pohonnya pun beragam, mulai dari mahoni (1.332 pohon), trembesi (1.087), palem (1.731), tanjung (480), spathodea (390), hingga tabebuya (390). Selain itu, juga terdapat jenis beringin, angsana, ketapang kencana, dan pohon tiang.

“Kami prioritaskan perapihan pohon yang miring, berlubang, atau sudah lapuk. Minggu ini ada lima lokasi pemotongan, salah satunya di Jalan Raya Langsep,” ungkap Raymond.

DLH menurunkan tiga tim lapangan yang setiap harinya beroperasi di lokasi berbeda. Satu tim rata-rata dapat menangani tiga hingga empat pohon per hari, tergantung ukuran dan tingkat kerusakan.

Perlindungan Warga: Asuransi Rp15 Juta per Kendaraan

Tak hanya fokus pada mitigasi, DLH Kota Malang juga memberikan perlindungan finansial bagi warga yang kendaraannya tertimpa pohon tumbang. Melalui program asuransi kendaraan, masyarakat dapat memperoleh ganti rugi maksimal Rp15 juta per unit kendaraan.

“Maksimal Rp15 juta. Kalau hanya luka ringan, biaya pengobatan bisa diganti dengan kwitansi oleh DLH. Tapi kalau sampai rawat inap, diarahkan memakai BPJS,” sebut Raymond.

DLH telah menganggarkan Rp300 juta untuk premi asuransi tersebut. Namun, nilai klaim bisa disesuaikan apabila satu pohon menimpa lebih dari satu kendaraan.

“Kalau satu pohon menimpa dua kendaraan, ya dibagi dua karena kemampuan penganggarannya memang terbatas,” ungkap Raymond.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Malang untuk memberikan rasa aman bagi warga dari risiko kerugian akibat faktor alam yang sulit diprediksi.

Cuaca Ekstrem Jadi Peringatan bagi Kota Malang

Peristiwa pohon tumbang yang terjadi di 14 titik itu menjadi peringatan dini bagi pemerintah kota untuk lebih waspada terhadap dampak perubahan iklim yang kini semakin terasa. DLH pun berupaya memperkuat koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perhubungan, serta perangkat kelurahan dalam menangani dan memetakan potensi bahaya di wilayah masing-masing.

“Kita tidak ingin hanya reaktif setelah kejadian, tapi proaktif. Karena keselamatan warga adalah yang utama,” tegas Raymond.

Dengan langkah mitigasi yang sistematis dan perlindungan berupa asuransi bagi masyarakat terdampak, Pemerintah Kota Malang berharap kejadian serupa tidak lagi menimbulkan kerugian besar.

“Cuaca ekstrem mungkin tak bisa dicegah, namun kesiapsiagaan dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi kunci untuk menjaga Malang tetap aman, hijau, dan nyaman dihuni,” pungkas Raymond.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *