Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Doa Bersama di Kota Batu, Seruan Jaga Indonesia Damai

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Suasana khidmat menyelimuti halaman Balai Kota Among Tani, Senin (1/9/2025), ketika ribuan warga Kota Batu berkumpul dalam doa bersama dan istighosah. Kegiatan yang diprakarsai Pemerintah Kota Batu ini dihadiri Aparatur Sipil Negara (ASN), Forum Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, hingga masyarakat umum.

Acara dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batu, KH Abdullah Tohir. Turut hadir mendampingi jalannya doa bersama, Wali Kota Batu Nurochman bersama Wakil Wali Kota Heli Suyanto, Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata, Kajari Batu Andi Susilo, serta perwakilan Dandim 0818 Malang-Batu.

Doa untuk Korban Demonstrasi Nasional

Momentum ini digelar sebagai bentuk kepedulian atas situasi nasional yang tengah memanas. Dalam beberapa pekan terakhir, demonstrasi di sejumlah daerah berujung ricuh dan menelan korban jiwa. Dari Jakarta hingga Makassar, enam warga dilaporkan meninggal dunia.

Wali Kota Batu, Nurochman dalam sambutannya menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi tersebut.

“Ini luka kita bersama. Kami menyampaikan simpati dan empati mendalam atas meninggalnya enam saudara kita dalam proses penyampaian aspirasi dan demokrasi. Semoga mereka husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ucapnya dengan nada penuh keprihatinan.

Menurut Nurochman, doa bersama ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan juga pengingat bagi semua pihak bahwa demokrasi harus dijalankan dengan kedewasaan.

“Aspirasi tidak boleh merusak persatuan bangsa,” tegasnya.

Seruan Jaga Kondusivitas Batu

Di tengah situasi nasional yang bergejolak, Kota Batu ingin menunjukkan bahwa kedamaian dan persatuan bisa tetap dijaga. Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha Pranata, menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai provokasi.

“Kami menghimbau warga untuk tidak mudah terprovokasi isu ataupun ajakan anarkis. Kritik dan aspirasi masyarakat Batu tentu akan kami dengarkan, namun semua harus disampaikan dengan cara yang beradab,” ujarnya.

Nada serupa disampaikan Kajari Batu, Andi Susilo, yang menegaskan bahwa kejadian anarkis di sejumlah daerah menjadi pelajaran berharga.

“Kita tidak ingin Kota Batu terpicu aksi serupa. Stabilitas hukum dan pemerintahan adalah modal utama pembangunan. Jika Batu kondusif, maka kesejahteraan masyarakat akan lebih mudah dicapai,” katanya.

Deklarasi Damai “Jaga Batu Jaga Indonesia”

Puncak acara ditandai dengan pembacaan Deklarasi Damai bertajuk Jaga Batu Jaga Indonesia”. Deklarasi ini menjadi simbol komitmen bersama antara Pemkot Batu, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga komunitas lokal. Intinya, seluruh elemen di Kota Batu berjanji menjaga keamanan, kenyamanan, dan kondusivitas wilayah sebagai bagian dari upaya memperkuat keutuhan bangsa.

“Rasa cinta kita, nasionalisme kita, dan kebersamaan kita adalah kunci menjaga Indonesia, menjaga Kota Batu. Mari bekerja dengan sederhana, berpihak pada rakyat, serta menghadirkan kebijakan yang menenangkan masyarakat,” terang Nurochman dengan penuh optimisme.

Ikhtiar Bersama untuk Indonesia

Gelaran doa bersama dan istighosah ini ditekankan Nurochman tidak hanya memperlihatkan kepedulian masyarakat Batu terhadap situasi nasional, tetapi juga menjadi momentum mempererat kebersamaan warga. Dari aparatur negara hingga masyarakat biasa, semua larut dalam doa agar Indonesia tetap damai, persatuan terjaga, serta setiap perbedaan dapat dikelola dengan bijaksana.

“Dengan pesan persatuan yang kuat, Kota Batu ingin memberi teladan bahwa doa, empati, dan kebersamaan adalah fondasi untuk menjaga bangsa di tengah gelombang dinamika politik dan sosial yang kian kompleks,” tandasnya. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *