Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Dua Santri Tewas Diterjang Ombak Balekambang

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Malang, iKoneksi.com – Tragedi wisata kembali menyelimuti Pantai Balekambang, Kabupaten Malang. Setelah sebelumnya dilaporkan hilang akibat terseret ombak pada Rabu (9/4/2025), dua santri dari Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Hingga Jumat pagi (11/4/2025), satu korban lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Ombak Ganas Renggut Nyawa Dua Santri

Pantai Balekambang yang dikenal indah ternyata menyimpan bahaya yang mengintai para wisatawan. Lima santri sempat terseret arus saat berenang di kawasan pantai tersebut. Dua berhasil diselamatkan oleh turis asing dan seorang pemandu lokal, namun tiga lainnya hilang ditelan ombak.

Setelah dua hari pencarian intensif oleh tim SAR gabungan, jenazah pertama berhasil ditemukan pada Jumat pagi pukul 07.38 WIB. Menurut keterangan Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinanjar, jenazah itu ditemukan mengapung sekitar 900 meter dari titik awal korban dilaporkan hilang.

“Jenazah laki-laki itu ditemukan di perairan barat daya,” jelasnya.

Tak lama berselang, pada pukul 08.47 WIB, jenazah kedua juga berhasil ditemukan, tak jauh dari lokasi penemuan sebelumnya.

“Kami mendapati jenazah kedua di area yang tidak jauh, ini menunjukkan kuatnya arus yang menyeret korban dari lokasi awal,” sebut Bambang.

Identitas Korban yang Ditemukan

Ia menerangkan korban pertama yang ditemukan adalah Yasser Arafat Inninawa (15), pelajar asal Jalan Semolowaru Utara III No.31, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya. Sementara korban kedua yang ditemukan adalah M. Lutfi Munawar (15), warga Genteng, Kota Surabaya. Keduanya merupakan santri dari pondok pesantren yang sama dan tergabung dalam rombongan wisatawan yang datang ke Balekambang menggunakan kendaraan pribadi.

“Hingga kini, satu korban lagi bernama M. Fahmi Sirrillah (15), asal Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian intensif oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, serta relawan,” lugas Bambang.

Proses Evakuasi dan Respons Masyarakat

Evakuasi jenazah berjalan lancar dan kedua korban telah dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut. Kedua keluarga korban telah diberitahu dan tengah menuju lokasi untuk menerima jenazah anak mereka. Di lokasi pantai, suasana haru dan duka begitu terasa. Beberapa pengunjung yang mengetahui kabar ini tampak menggelengkan kepala dan menyatakan keprihatinan.

“Ini bukan yang pertama kali terjadi di sini. Ombaknya bisa sangat berbahaya. Sayangnya, banyak yang tidak tahu atau mengabaikan peringatan,” ujar salah satu pedagang di sekitar pantai.

Pencarian Korban Ketiga Terus Dilakukan

Bambang mengungkapkan pencarian terhadap M. Fahmi Sirrillah terus dilakukan dengan metode penyisiran laut menggunakan perahu karet dan pemantauan udara melalui drone. Kondisi cuaca yang mendung dan ombak yang tidak stabil menjadi tantangan tersendiri bagi tim pencari.

Koordinator lapangan dari Basarnas menegaskan pencarian akan dilakukan maksimal hingga beberapa hari ke depan, dengan harapan korban bisa ditemukan dalam kondisi apapun.

“Kami akan terus bekerja siang dan malam. Mohon doa dari masyarakat agar pencarian membuahkan hasil,” ujarnya.

Evaluasi Keselamatan Wisata Laut Kembali Disorot

Bambang menegaskan insiden ini menambah panjang daftar kecelakaan laut di kawasan wisata pantai selatan Jawa Timur. Pemerhati keselamatan wisata menilai bahwa perlu adanya regulasi ketat dan edukasi menyeluruh bagi pengunjung, terutama kelompok wisata pelajar atau keluarga.

“Minimnya petugas pantai, kurangnya papan peringatan yang efektif, serta belum adanya sistem pengawasan digital di area rawan dinilai menjadi penyebab mengapa kasus seperti ini terus berulang. Tragedi di Pantai Balekambang ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak baik pengelola wisata, pemerintah daerah, maupun masyarakat luas—tentang pentingnya keselamatan sebagai prioritas utama saat berwisata. Di balik keindahan alam, tersimpan potensi bahaya yang tak boleh disepelekan. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran dan mendorong perbaikan sistem keselamatan wisata di seluruh wilayah Indonesia,” tutup Bambang. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *